Nasional

Usai Relokasi Pedagang – Pemkot Malang Bertahap Rehabilitasi Jalan Pasar Gadang

rtahap Rehabilitasi Jalan Pasar Gadang Usai Relokasi Pedagang - Pemerintah Kota Malang memulai tahapan proyek rehabilitasi Jalan Gadang-Bumiayu dan Jalan

Desk Nasional
Published Juni 19, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Usai Relokasi Pedagang, Pemkot Malang Bertahap Rehabilitasi Jalan Pasar Gadang

Usai Relokasi Pedagang – Pemerintah Kota Malang memulai tahapan proyek rehabilitasi Jalan Gadang-Bumiayu dan Jalan Pasar Gadang secara bertahap pada 15 Juni 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan kegiatan warga tetap berjalan lancar meski ada konstruksi di sekitar kawasan tersebut. Pekerjaan yang sedang berlangsung merupakan bagian dari upaya penataan ruang kota, yang mencakup perbaikan infrastruktur sekaligus peningkatan fungsi jalur distribusi.

Penyusunan Rencana Berdasarkan Lokasi Pedagang

Rehabilitasi dua ruas jalan dimulai setelah Pemkot Malang selesai melakukan relokasi pedagang Pasar Induk Gadang (PIG). Sebanyak 1.200 pelaku usaha kaki lima (PKL) yang sempat menempati kawasan ini selama puluhan tahun telah dipindahkan ke lokasi baru. Proses pemindahan ini bertujuan mengoptimalkan penggunaan ruang, khususnya untuk membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat serta menjaga kebersihan lingkungan.

Pemindahan pedagang dilakukan secara bertahap, mengingat banyak dari mereka mengandalkan jalan pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi sehari-hari. Meski sempat ada kekecewaan di awal, sejumlah pelaku usaha mengakui bahwa kawasan baru menawarkan lebih banyak kenyamanan, termasuk akses ke fasilitas umum dan jaringan transportasi yang lebih baik.

Penataan Fisik dan Kebijakan Pemerintah

Sebagai bagian dari penataan kawasan, Pemkot Malang mengambil langkah strategis untuk mencegah kembali munculnya PKL di sepanjang jalan. Hal ini dilakukan dengan memasang pagar pembatas yang lebih tinggi serta menambahkan tanaman sebagai penghalang. “Pagar yang lebih tinggi dan tanaman sudah dipasang, sehingga tidak ada ruang untuk berhenti atau berjualan di pinggir jalan,” kata Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam wawancara terpisah.

“Kawasan ini tidak hanya diperbaiki fisiknya, tetapi juga dikelola secara lebih terstruktur. Dengan pagar dan tanaman, kawasan akan lebih rapi dan mudah diakses oleh pengguna jalan,” tutur Wahyu.

Pemkot Malang juga menyatakan bahwa penataan kawasan ini bertujuan memperkuat fungsi jalan sebagai jalur transportasi utama. Selain itu, peningkatan ketertiban lalu lintas dan keamanan menjadi prioritas, terutama setelah konstruksi berlangsung. Dengan desain yang lebih modern, jalan pasar akan menjadi lebih aman dan nyaman bagi pengguna.

Dana Alokasi Khusus untuk Infrastruktur

Pelaksanaan proyek rehabilitasi didukung oleh anggaran DAK sebesar Rp14,9 miliar yang dialokasikan oleh pemerintah pusat. Dana ini digunakan untuk memperbaiki dua ruas jalan utama, termasuk mengatasi masalah kondisi jalan yang rusak dan sering tergenang. Dandung Djulharjanto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, menjelaskan bahwa proyek ini dilakukan dalam beberapa tahap agar tidak mengganggu aktivitas warga.

Proses konstruksi dimulai dengan pembangunan drainase di sisi selatan Jalan Gadang-Bumiayu dari arah timur. Setelah selesai, pembangunan akan dilanjutkan ke sisi utara dengan tahapan serupa. “Jalur yang ada sekarang tetap dimanfaatkan terlebih dahulu. Setelah sisi selatan selesai, arus lalu lintas akan dipindahkan ke jalan baru, dan sisi utara mulai dikerjakan,” ujar Dandung.

“Dengan skema ini, masyarakat tetap memiliki akses selama proses pembangunan berlangsung,” kata Dandung.

Pembangunan drainase dilakukan dengan ukuran 1×1 meter untuk meningkatkan kapasitas saluran air. Setelah drainase selesai, konstruksi jalan akan menggunakan rigid beton di sebagian besar ruas, sementara beberapa segmen diperbaiki dengan lapisan aspal. “Setelah pekerjaan di kedua sisi selesai, tahap akhir adalah pengaspalan mulai dari jembatan sisi barat hingga Simpang Empat Bumiayu,” tambah Dandung.

Peningkatan Kualitas dan Fungsi Jalan

Rehabilitasi Jalan Gadang-Bumiayu nantinya akan menjadikan jalur ini sebagai jalan kembar dengan lebar masing-masing ruas 7,5 meter. Hal ini diharapkan meningkatkan aksesibilitas bagi kendaraan dan pejalan kaki, serta mengurangi kemacetan yang sering terjadi. Sementara itu, tiang listrik yang saat ini berada di tengah jalan tidak akan dipindahkan karena sudah diakomodasi dalam desain median jalan.

Langkah ini juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Dengan penggunaan material yang lebih tahan lama dan drainase yang efektif, kawasan pasar akan lebih sejuk dan minim genangan air. Dandung menekankan bahwa proyek ini bukan hanya sekadar perbaikan fisik, tetapi juga untuk menciptakan ruang yang lebih produktif bagi masyarakat.

Rehabilitasi Jalan Pasar Gadang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga. Khususnya bagi para pedagang yang sebelumnya mengalami hambatan karena jalan yang sempit dan tidak teratur. Dengan penataan yang lebih rapi, kawasan pasar akan menjadi pusat ekonomi yang lebih mudah diakses dan dikelola.

Proses pembangunan ini juga mencerminkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat. DAK yang dialokasikan dianggap menjadi suntikan kekuatan untuk menyelesaikan proyek yang selama ini menjadi prioritas. Dengan kerja sama yang baik, Pemkot Malang optimis bahwa kawasan Pasar Gadang akan menjadi lebih layak dikunjungi oleh masyarakat dan wisatawan.

Dari segi desain, peningkatan kualitas jalan juga menyesuaikan dengan kebutuhan modern. Jalan yang lebih lebar dan median yang diatur dengan baik akan mengurangi risiko kecelakaan serta mempercepat aliran lalu lintas. Selain itu, fasilitas umum seperti tempat sampah, lampu jalan, dan akses ke parkir akan diperbaiki untuk menunjang kenyamanan pengguna.

Sejumlah warga sekitar menyambut baik rencana ini. Mereka berharap, perbaikan infrastruktur akan memberikan dampak jangka panjang, seperti peningkatan investasi, pengurangan kemacetan, serta pening

Leave a Comment