Yang Dibahas: Ini Penampakan Salinan Ijazah Jokowi dari KPU RI
KPU RI Akhirnya Tunjukkan Salinan Ijazah Jokowi ke Publik
JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akhirnya membuka akses publik terhadap salinan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Dokumen tersebut ditunjukkan setelah sembilan bagian informasi yang sebelumnya disensor resmi dibuka. Salinan ijazah itu pertama kali diperlihatkan oleh pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi, yang menerima dokumen tersebut langsung dari KPU RI.
“Saya memutuskan membagikan ini di media sosial saya. Bisa dicek di media sosial saya. Artinya, jika kalian mau teliti jangan pakai yang dibikin orang lain,” ujar Bonatua, didampingi Michael Sinaga di KPU RI, Jakarta, Senin (9/2/2026), dikutip dari Kompas TV.
Salinan Ijazah yang Diperlihatkan ke Publik
Dalam unggahan di sejumlah platform media sosial, seperti Instagram, X (Twitter), dan TikTok melalui akun @bonatua766hi, terlihat dua foto salinan ijazah yang berbeda. Dokumen pertama merupakan salinan ijazah terlegalisir yang digunakan Jokowi saat mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2014, dengan cap legalisir berwarna merah. Sementara dokumen kedua adalah salinan ijazah yang digunakan pada Pilpres 2019, dengan cap legalisir berwarna biru.
Salinan Ijazah terlegalisir yang dipakai Calon Presiden di Pilpres 2014 (Leges Merah) dan 2019 (Leges Biru). pic.twitter.com/GbtW9AZajU
Dokumen Ijazah yang Berbeda
Bonatua menegaskan, dokumen tersebut dapat dijadikan bahan diskursus publik, selama dibahas dengan pendekatan ilmiah dan tidak disertai tuduhan tanpa dasar. “Kita dari sini mari berbicara dengan gaya peneliti, tapi jangan sembarangan tuduh,” ujarnya.
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Cs Pertanyakan 709 Barang Bukti yang Tak Dibuka
Menurut Bonatua, isu ijazah Jokowi selama ini telah memicu perbedaan pandangan di tengah masyarakat. Ia membagi kondisi tersebut ke dalam tiga kelompok besar. “Menurut saya sekarang ada tiga masyarakat Indonesia terbelah. Pertama orang yang percaya bahwa ijazah beliau ada dan asli, dan orang yang ragu-ragu, serta yang ketiga adalah orang yang tidak percaya,” katanya.
Ia menilai perdebatan yang berkembang lebih banyak berada di ranah keyakinan, bukan berbasis fakta. Oleh karena itu, ia berharap publikasi salinan ijazah ini dapat mendorong diskusi yang lebih objektif. “Kita mencoba menawarkan pendekatan fakta empiris. Karena saya peneliti, inilah hasil fakta empiris itu,” ucapnya.
2 Institusi Akademik Tolak Permintaan Roy Suryo Cs Periksa Ijazah Jokowi
Menurut Bonatua, isu ijazah Jokowi selama ini telah memicu perbedaan pandangan di tengah masyarakat. Ia membagi kondisi tersebut ke dalam tiga kelompok besar. “Menurut saya sekarang ada tiga masyarakat Indonesia terbelah. Pertama orang yang percaya bahwa ijazah beliau ada dan asli, dan orang yang ragu-ragu, serta yang ketiga adalah orang yang tidak percaya,” katanya.
Ia menilai perdebatan yang berkembang lebih banyak berada di ranah keyakinan, bukan berbasis fakta. Oleh karena itu, ia berharap publikasi salinan ijazah ini dapat mendorong diskusi yang lebih objektif. “Kita mencoba menawarkan pendekatan fakta empiris. Karena saya peneliti, inilah hasil fakta empiris itu,” ucapnya.
