Kebijakan Baru: Ibas Dorong Perempuan Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa dan Wisata
Ibas Dorong Perempuan Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa dan Wisata
Edhie Baskoro Yudhoyono, Wakil Ketua MPR RI dan Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI, menyampaikan komitmen yang teguh untuk meningkatkan peran perempuan sebagai tulang punggung pembangunan desa. Pernyataan ini diberikan dalam acara Sosialisasi Bimbingan Teknis Reses Ramadan Religi yang diadakan di Dapil Jawa Timur VII, Minggu (1/3).
Potensi Perempuan dalam Pariwisata dan Ekonomi
Dalam acara dengan tema “Perempuan Tangguh, Berdaya, dan Keluarga Sejahtera”, Ibas menekankan bahwa perempuan memiliki peluang besar untuk menggerakkan ekosistem pariwisata serta ekonomi kreatif di tingkat desa. “Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 60% pengusaha UMKM di Indonesia merupakan perempuan. Ini menjadi kekuatan penting dalam peningkatan ekonomi nasional, terutama pada sektor pariwisata desa yang kini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah,” tuturnya, seperti yang disampaikan dalam siaran pers, Minggu (1/3).
“Jika perempuan kuat, maka keluarga kuat. Jika keluarga kuat, bangsa ini akan kuat,”
Empat Komitmen Transformasi Perempuan Desa
Ibas mengungkapkan empat prioritas utama untuk mengubah peran perempuan di lingkungan desa. Pertama, memperkuat perekonomian dengan meningkatkan akses modal dan digitalisasi usaha kecil menengah (UKM). Kedua, memastikan program pengurangan stunting berjalan efektif melalui pendidikan gizi di posyandu. Ketiga, meningkatkan pemahaman tentang teknologi digital agar hasil kreatif dari desa dapat bersaing di tingkat nasional. Keempat, menguatkan nilai Empat Pilar MPR RI sebagai dasar kehidupan berbangsa.
Hambatan dan Strategi Pengembangan Pariwisata
Selama sesi tanya jawab terbuka, peserta mengungkapkan berbagai hambatan yang dihadapi di lapangan, mulai dari kebutuhan dukungan teknis untuk pengusaha makanan khas Ponorogo hingga adanya ruang promosi yang memadai di area wisata strategis seperti Benteng dan Museum Trinil. Mendengar hal itu, Ibas menekankan pentingnya pembangunan pariwisata yang inklusif. Ia menambahkan, masyarakat setempat tidak boleh hanya sebagai penonton, tetapi harus menjadi bagian aktif dari pertumbuhan ekonomi
