Program Terbaru: Perang dengan Iran, AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Timur Tengah

Perang dengan Iran, AS Minta Warga Negaranya Evakuasi dari Wilayah Timur Tengah

Kondisi keamanan di Timur Tengah semakin tidak menentu. Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan peringatan resmi bagi seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan sejumlah negara di kawasan tersebut, menjelang eskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran. Langkah ini diambil setelah intensitas pertempuran meningkat, menurut Departemen Luar Negeri AS, yang berpotensi berlangsung dalam waktu lama.

Asisten Sekretaris Departemen Luar Negeri yang mengurus konsuler, Mora Namdar, menyerukan evakuasi darurat bagi penduduk AS di Bahrain, Mesir, Iran, Irak, Israel, Tepi Barat, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab, serta Yaman. Pernyataan tersebut dilaporkan menyusul serangan militer yang semakin mengancam stabilitas wilayah.

Eskalasi konflik menjadi lebih tajam setelah berita mengenai pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. Peristiwa ini dianggap sebagai titik balik yang mungkin memicu perang berkepanjangan dengan dampak luas di kawasan. Hingga kini, belum ada rencana evakuasi besar-besaran untuk warga sipil di area rawan.

Dalam laporan terbaru, Al Jazeera mencatat adanya ledakan di langit Doha, Qatar, Selasa (3/3/2026). Situasi ini memperparah kekhawatiran mengenai penyebaran konflik ke negara-negara Teluk. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pertikaian kemungkinan berlangsung hingga empat hingga lima minggu ke depan. Ia juga mengejutkan dengan serangan Iran terhadap negara-negara tetangganya.

“Kami menargetkan pangkalan militer musuh (AS) yang menggunakan wilayah negara-negara tetangga kami. Wilayah tersebut termasuk bagian dari area musuh. Kami tidak bermaksud menyerang negara tetangga, tetapi menghentikan ancaman dari pihak yang memanfaatkan wilayah mereka,” ujar Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam jumpa pers di Jakarta.

Konflik antara AS-Israel dan Iran kini menarik perhatian global. Pertarungan ini tidak hanya berpotensi memicu perang regional, tetapi juga mengancam kestabilan ekonomi serta pasokan energi internasional.