Hasil Pertemuan: Indonesia Impor 1.000 Ton Beras dari AS, Mentan: Ekspornya 2.000 Ton
Indonesia Impor 1.000 Ton Beras dari AS, Mentan: Ekspornya 2.000 Ton
Dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (3/3/2026), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan perbandingan antara impor beras khusus dari Amerika Serikat (AS) sebanyak 1.000 ton dengan ekspor 2.280 ton beras oleh PT Perum Bulog ke Arab Saudi. Pernyataan tersebut diberikan sebagai respons atas keharusan Indonesia mengimpor beras sebagai bagian dari kesepakatan dagang dengan AS.
“Mana banyak 2.000 ton atau 1.000 ton?” ujar Amran saat diwawancarai.
Menurut Amran, jumlah beras yang diimpor dari AS dinilai relatif kecil jika dibandingkan dengan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog yang hampir mencapai 4 juta ton. “1.000 ton bagi 4 juta ton berapa persen? Tidak sampai 0,04 persen. Kecil enggak?” tambahnya.
Ekspor 2.280 ton beras ke Arab Saudi dianggap sebagai capaian penting bagi Indonesia karena pertama kalinya negara ini mampu mengirimkan beras ke luar negeri. Beras tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji tahun 1447 Hijriah. Menurut Amran, para jemaah lebih menyukai nasi pulen dari beras lokal dibandingkan beras Timur Tengah yang cenderung keras.
Dalam konteks ini, impor beras dari AS bertujuan memenuhi kebutuhan turis asing, mirip dengan ekspor yang dilakukan ke Arab Saudi. “Jadi bawa sama kita ke mananya berangkat (ke luar negeri) senangnya beras yang pulen, yang beras Inpari, Cianjur,” jelas Amran.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menyetujui impor 1.000 ton beras khusus dari AS. Haryo Limanseto, juru bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, menyatakan bahwa volume impor ini disesuaikan dengan permintaan dalam negeri. “Pemerintah setuju memberikan alokasi impor untuk beras klasifikasi khusus asal AS, namun realisasinya bergantung pada kebutuhan lokal,” katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2/2026).
Selain itu, Direktur Utama PT Perum Bulog melakukan inspeksi di tiga pasar di Semarang untuk memastikan harga beras hingga daging sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).
