Agenda Kunjungan: 30 WNI tertahan di Abu Dhabi dipulangkan lewat penerbangan repatriasi

30 WNI Tertahan di Abu Dhabi Dipulangkan melalui Penerbangan Repatriasi

Abu Dhabi (ANTARA) – Sejumlah 30 warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak di Abu Dhabi akhirnya berhasil kembali ke Tanah Air setelah mengikuti penerbangan khusus yang diselenggarakan oleh KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai. Rombongan tersebut dibawa ke Singapura menggunakan pesawat Etihad Airways sebelum melanjutkan perjalanan ke Indonesia melalui rute yang telah diatur. Penerbangan ini diadakan dalam upaya memastikan para WNI dapat melanjutkan perjalanan mereka meski terkendala situasi geopolitik yang memicu penutupan wilayah udara di kawasan Timur Tengah.

“Sejak awal penutupan ruang udara pada 28 Februari, KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai terus berkoordinasi dengan maskapai serta otoritas setempat agar WNI yang terdampak dapat segera memperoleh akses penerbangan untuk kembali ke Tanah Air,” ujar Duta Besar RI untuk Persatuan Emirat Arab (UEA) Judha Nugraha.

Ketegangan geopolitik yang meningkat sejak akhir Februari 2026 memaksa sebagian wilayah udara di Timur Tengah ditutup sementara, mengganggu operasional penerbangan internasional. Situasi ini menyebabkan ribuan penerbangan dibatalkan dan memaksa ratusan ribu penumpang terjebak di bandara atau kota transit di wilayah tersebut. Dengan berlanjutnya pembukaan koridor penerbangan terbatas, maskapai di UEA mulai menawarkan penerbangan khusus, termasuk repatriasi, untuk membantu para pemudik yang terlantar.

Duta Besar Judha menegaskan bahwa pemulangan WNI menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia. Selama penutupan ruang udara, KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai telah mengumpulkan data puluhan WNI yang terdampak pembatalan penerbangan. Meski jalur udara yang dibuka di UEA masih terbatas, upaya koordinasi terus dilakukan untuk memastikan mereka dapat pulang dengan aman. “Kami memastikan seluruh WNI yang terdampak mendapatkan pendampingan dan fasilitasi yang dibutuhkan. Pemerintah hadir untuk memastikan mereka dapat kembali dengan lancar,” tambahnya.

Sebelumnya, para WNI tidak bisa melanjutkan perjalanan karena pengaruh penutupan ruang udara. Kondisi ini membuat penerbangan komersial sipil terhambat, sehingga hanya penerbangan khusus dan repatriasi yang dioperasikan. KBRI Abu Dhabi mengimbau WNI yang masih berada di wilayah UEA dan membutuhkan bantuan konsuler untuk segera menghubungi kode akses atau melaporkan diri melalui kanal resmi. Dengan demikian, mereka dapat difasilitasi sesuai kebutuhan selama proses penanganan krisis penerbangan berlangsung.