Hasil Pertemuan: Jenderal Tertinggi AS: Perang Melawan Iran Masih Jauh dari Selesai

Jenderal AS Perkirakan Konflik Dengan Iran Masih Berlangsung

WASHINGTON – Serangan udara yang dilancarkan AS dan Israel telah menghancurkan sejumlah besar target militer Iran, mengurangi kemampuan mereka untuk bertahan. Klaim ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, yang menyatakan bahwa Iran kini telah ‘tamat’ dalam perlawanan, atau setidaknya akan menyadari keadaan tersebut segera.

“Mereka sudah tamat, dan mereka mengetahuinya, atau setidaknya segera, mereka akan mengetahuinya,” ujar Hegseth.

Konferensi Pers di Pentagon: Perang Masih Awal

Dalam konferensi pers di Pentagon, Hegseth berbicara bersama Jenderal Dan Caine, Kepala Staf Gabungan AS, yang menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran masih dalam tahap awal. “Ini masih sangat awal,” katanya, sambil menyoroti kompleksitas dan risiko operasi tersebut.

“Kita harus selalu ingat bahwa operasi ini kompleks, berbahaya, dan masih jauh dari selesai,” tambah Caine.

Hingga kini, militer AS telah menghancurkan lebih dari 2.000 target, yang berdampak signifikan pada kemampuan Iran untuk meluncurkan rudal ke Israel atau pangkalan Amerika di kawasan Timur Tengah. Jenderal Caine menjelaskan bahwa jumlah rudal balistik yang ditembak Iran turun 86 persen dari hari pertama konflik. Penurunan kemampuan mereka dalam menyerang dengan drone satu arah juga mencapai 73 persen.

Strategi AS sekarang berfokus pada pengurangan kekuatan militer Iran dengan beralih dari rudal jarak jauh ke bom gravitasi berpemandu presisi yang lebih ekonomis. “Kecepatan serangan telah meningkat,” kata Caine, seperti dilaporkan The New York Times pada Kamis (5/3/2026).

Detik-Detik Serangan yang Menewaskan 175 Korban

Serangan terhadap sekolah perempuan Iran pada hari Sabtu lalu menewaskan sedikitnya 175 orang, termasuk banyak siswa SD. Hegseth dan Caine enggan mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. “Kami sedang menyelidiki, dan pasti tidak menargetkan sasaran sipil,” tutur Hegseth, menambahkan bahwa penyelidikan masih berlangsung.

Menurut pejabat kesehatan setempat dan media Iran, korban kecil sedang mengikuti kelas di sekolah Shajarah Tayyebeh, di kota Minab selatan. Video yang diverifikasi The New York Times menunjukkan bahwa setengah dari bangunan dua lantai sekolah tersebut rusak parah akibat ledakan.

Kapal Selam AS Hancurkan Perahu Militer Iran

Hegseth juga memperlihatkan video kapal selam AS yang menenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia menggunakan torpedo. Ini adalah penenggelaman pertama musuh oleh pasukan AS sejak Perang Dunia II. Sampai saat ini, total 20 kapal Iran telah dihancurkan.

“Kami telah menguasai wilayah udara dan perairan Iran tanpa kehadiran pasukan darat,” tegas Hegseth.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa tujuan operasi ini adalah mengganti pemerintahan Iran dengan yang lebih moderat atau lebih kooperatif dalam isu nuklir, rudal, dan pendanaan proksi di Lebanon atau Yaman. Hegseth percaya hasil politik ini bisa dicapai melalui serangan udara tanpa henti.

“Kita berjuang untuk menang,” kata Hegseth.

Meski AS dan Israel telah meraih keunggulan strategis, masa depan konflik masih tidak jelas. Tujuan utama militer AS, menurut Caine, adalah memutus kemampuan Iran memproyeksikan kekuatan ke luar wilayahnya. Namun, belum diketahui cara tepat untuk mewujudkannya.