Mengapa Susu Nabati Makin Diminati untuk Campuran Kopi
Populerisasi Susu Nabati dalam Dunia Kopi: Gaya Hidup dan Kreasi Rasa yang Menjadi Pendorong Special Plan - Minuman kopi yang menggunakan susu nabati

Populerisasi Susu Nabati dalam Dunia Kopi: Gaya Hidup dan Kreasi Rasa yang Menjadi Pendorong
Tempatdonasi.com – Minuman kopi yang menggunakan susu nabati, termasuk oat milk, soy milk, almond milk, dan coconut milk, kini semakin populer di kalangan penggemar kopi. Pertumbuhan minat ini bukan hanya didasari oleh kebutuhan kesehatan atau alasan medis, melainkan juga berkaitan dengan keinginan untuk mengeksplorasi varian rasa yang lebih menarik. Fenomena ini menunjukkan pergeseran selera konsumen yang semakin dinamis, terutama di tengah munculnya inovasi dalam industri minuman kopi.
Perspektif Barista Dunia: Kesadaran Rasa yang Menjadi Faktor Utama
Mikael Jasin, seorang barista ternama yang juga menjadi World Barista Champion 2024, menekankan bahwa minat terhadap susu nabati tidak hanya terkait dengan faktor kesehatan. Menurutnya, di Indonesia, banyak pelanggan tertarik karena keunikan rasa yang ditawarkan oleh bahan alternatif ini. “Kalau susu sapi rasanya relatif mirip-mirip. Sementara susu nabati punya karakter yang berbeda-beda,” jelas Mikael dalam acara Café Hopping Program “Sip, Explore, and Win” yang diadakan oleh Milklab di Kohi by Omakafe, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.
“Kalau susu sapi rasanya relatif mirip-mirip. Sementara susu nabati punya karakter yang berbeda-beda,” ujar Mikael dalam acara Café Hopping Program “Sip, Explore, and Win” Milklab di Kohi by Omakafe, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.
Dalam konteks ini, Mikael memaparkan bahwa masing-masing jenis susu nabati memiliki karakteristik yang berbeda. Misalnya, oat milk memberikan kesan manis dan lembut, almond milk menawarkan nuansa kacang yang khas, soy milk memiliki profil rasa yang lebih tajam, sedangkan coconut milk memberikan sentuhan tropis yang kuat. Keragaman ini menjadi daya tarik bagi konsumen, baik yang mencari pengalaman baru maupun pelaku industri kopi yang ingin mengembangkan kreativitas.
Kenaikan Pesanan dan Keterlibatan Kedai Kopi
Di tengah tren ini, banyak kedai kopi mulai mencatat peningkatan pesanan minuman dengan susu nabati. Co-founder Brown Puck Coffee, Andy Phan, mengungkapkan bahwa sebelumnya susu nabati hanya dipilih oleh sekitar 10% pelanggan, namun kini angka tersebut bisa mencapai hingga 30%. Ia menambahkan bahwa alasan di balik peningkatan tersebut tidak hanya karena intoleransi laktosa, tetapi juga karena kesadaran terhadap gaya hidup sehat dan keinginan untuk mengeksplorasi rasa yang berbeda. “Biasanya karena health conscious juga dan lifestyle, walaupun itu kembali ke pilihan masing-masing,” tutur Andy di kedai kopinya yang berada di Plaza Indonesia, Kamis.
Brown Puck Coffee, yang merupakan salah satu brand kopi yang aktif dalam penerapan susu nabati, menyediakan berbagai pilihan, seperti oat milk, kedelai, almond milk, dan coconut milk. Dari ketiganya, oat milk menjadi varian yang paling diminati oleh pelanggan, diikuti oleh almond milk dan kedelai. “Karakter oat-nya masih terasa, tapi tidak mengganggu rasa kopi. Dari segi tekstur dan proses pembuatan minuman juga lebih mudah,” tambah Andy.
Transisi dari Kebutuhan Khusus ke Penjelajahan Rasa
Secara awal, susu nabati lebih dikenal sebagai pilihan untuk kebutuhan khusus seperti intoleransi laktosa atau gaya hidup vegan. Namun, seiring berjalannya waktu, tren ini berubah menjadi pengembangan minuman yang lebih kreatif dan inovatif. Susu nabati tidak hanya memberikan kesempatan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga menjadi alat untuk menciptakan kombinasi rasa yang menarik.
Andy Phan mengatakan bahwa kreativitas menjadi faktor kunci dalam mendorong minat terhadap kopi susu nabati. Ia memberi contoh bagaimana coconut milk bisa digunakan untuk menciptakan minuman dengan rasa yang mirip dengan pastry atau dessert. “Kombinasi bahan lain seperti pistachio, cokelat, atau gula aren juga menghasilkan profil rasa yang berbeda dari kopi susu konvensional,” jelasnya.
“Kreativitas menjadi faktor kunci dalam mendorong minat terhadap kopi susu nabati. Kombinasi bahan lain seperti pistachio, cokelat, atau gula aren juga menghasilkan profil rasa yang berbeda dari kopi susu konvensional,” kata Andy Phan.
Tren ini menunjukkan bahwa konsumen kini tidak hanya mencari minuman yang familiar, tetapi juga tertarik pada pengalaman baru. Susu nabati memainkan peran penting dalam membuka berbagai kemungkinan, baik dari segi cita rasa, tekstur, maupun kelembutan minuman. Dengan karakteristik yang berbeda, susu nabati tidak hanya menjadi substitusi untuk susu sapi, tetapi juga bahan pembuatan minuman kopi yang lebih unik dan menarik.
Dari segi nutrisi, susu nabati juga memiliki nilai tambah. Bahan-bahan ini umumnya mengandung rendah lemak, tinggi protein, serta kadar gula yang lebih terkendali dibandingkan susu sapi. Hal ini membuatnya cocok untuk konsumen yang ingin menjaga kesehatan tanpa mengorbankan kepuasan rasa. Selain itu, proses pengolahan susu nabati yang lebih modern dan fleksibel juga membantu dalam menghadirkan konsistensi rasa yang lebih baik.
Di sisi industri, susu nabati menjadi bahan yang bisa diadaptasi untuk berbagai jenis kopi, mulai dari espresso hingga kopi tubruk. Ketersediaan bahan ini juga semakin mudah, baik dalam bentuk produk siap pakai maupun bahan baku yang bisa dibuat sendiri. Faktor ini memperkuat posisi susu nabati sebagai pilihan yang praktis dan menarik untuk diaplikasikan dalam berbagai menu kopi.
Dengan berbagai keunggulan yang dimilikinya, susu nabati tidak hanya menjadi alternatif untuk konsumen yang tidak cocok dengan susu sapi, tetapi juga menjadi bahan inovasi yang terus berkembang. Penggunaan bahan ini mencerminkan pergeseran preferensi konsumen, yang semakin menghargai kreativitas dan keberagaman dalam pengalaman menikmati kopi.
