Danantara Ungkap Telkom Bakal Tutup 12-14 Anak Usaha
Main Agenda – Sebagai bagian dari strategi transformasi, Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengungkapkan bahwa PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk akan melakukan likuidasi terhadap 12 hingga 14 anak usahanya. Pernyataan ini diberikan setelah Dony menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Senin, 8 Juni 2026, seperti yang dilansir dari Antara.
Strategi Pemangkasan Struktur Perusahaan
Dony menjelaskan bahwa keputusan untuk menutup sejumlah anak usaha Telkom bertujuan memperkuat konsolidasi internal. Meski belum menentukan jumlah pasti, ia menekankan bahwa langkah ini tidak akan berdampak pada keberlanjutan pekerja. “Misalnya, unit seperti fiber optic akan bergabung dengan beberapa perusahaan lainnya. Dengan demikian, skala operasi lebih besar, dan karyawan tetap bisa berkiprah di lingkungan yang lebih terpadu,” jelas Dony dalam wawancara.
“Yang dilikuidasi 12 atau 14. Saya lupa, nanti dicek,” ujarnya.
Langkah ini diharapkan meminimalkan redundansi dan meningkatkan efisiensi operasional. Dony menyebut bahwa beberapa anak usaha akan bergabung dalam satu entitas, sehingga mempercepat proses pengambilan keputusan serta optimisasi sumber daya. Dengan penyesuaian struktur ini, Telkom dianggap lebih siap menghadapi persaingan di sektor digital.
Tindak Lanjut di RUPST: Penyesuaian Kepemimpinan dan Dividen
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Telkom Indonesia Tbk memutuskan untuk mengubah dua jajaran komisaris. Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pengawasan dan pengelolaan agenda transformasi perusahaan. Selain itu, keputusan tersebut juga mencerminkan komitmen Telkom untuk terus mengembangkan kinerja dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.
“Keputusan-keputusan dalam RUPST menunjukkan komitmen kami untuk menguatkan fondasi kepemimpinan dan mendukung perubahan menuju ekosistem digital yang lebih adaptif,” kata Direktur Utama Telkom Dian Siswarini.
Di sisi lain, perseroan menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp21,9 triliun untuk tahun buku 2025. Selain itu, para pemegang saham juga memberikan persetujuan untuk program pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp4 triliun. Dian menilai ini sebagai bagian dari upaya menstabilkan nilai perusahaan di pasar dan memperkuat posisi Telkom sebagai pemain utama dalam industri digital.
Perampingan Telkom Group: Target 19 Entitas pada 2026
BP BUMN dan Danantara juga sepakat untuk mempercepat proses streamlining Telkom Group. Dalam beberapa bulan ke depan, jumlah anak usaha akan dikurangi dari 67 menjadi 19 entitas. Target ini diharapkan menyelesaikan pada akhir tahun 2026, sehingga Telkom dapat berperan sebagai strategic holding digital nasional yang lebih efektif.
“Kami fokus pada penataan ulang lisensi dan konsolidasi infrastruktur untuk memperkuat kredibilitas Telkom sebagai pilar ekonomi digital Indonesia,” tambah Dony.
Pemangkasan ini bertujuan mengoptimalkan penggunaan aset dan memastikan konsentrasi pada unit-unit yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi. Dengan mengecilkan jumlah anak usaha, Telkom dianggap mampu mengalokasikan sumber daya secara lebih terarah. Langkah ini juga sejalan dengan visi transformasi perusahaan menjadi badan usaha yang lebih agile dan kompetitif di tingkat global.
Program Prioritas: Konsolidasi dan Pengembangan Infrastruktur
Beberapa proyek prioritas juga dipercepat dalam rencana transformasi Telkom. Termasuk di dalamnya adalah konsolidasi FiberCo BUMN, pengembangan Data Center, TowerCo, serta InfraCo. Dengan penggabungan ini, perusahaan diharapkan dapat memperkuat jaringan digital dan meningkatkan layanan kepada pelanggan.
“Program-program ini memastikan ekosistem digital nasional lebih solid, dan dapat bersaing di pasar global,” ujar Dian.
Selain itu, Telkom juga fokus pada penataan lisensi grup. Hal ini bertujuan memperjelas peran masing-masing anak usaha, sekaligus menghindari tumpang tindih dalam aktivitas operasional. Dengan pengaturan ulang ini, Telkom diharapkan mampu menjadi penggerak utama digitalisasi sektor publik dan swasta.
Visi Strategis: Telkom sebagai Pendorong Ekonomi Digital
Transformasi Telkom tidak hanya fokus pada efisiensi internal, tetapi juga pada penguatan tata kelola perusahaan secara keseluruhan. Dony menyatakan bahwa streamlining akan memberikan dampak signifikan pada kemampuan Telkom untuk beradaptasi dengan dinamika pasar. “Dengan skala yang lebih besar, kami bisa menghadapi tantangan industri digital dengan lebih baik,” imbuhnya.
“Kami terus mendorong penguatan tata kelola, optimalisasi aset, serta konsolidasi ekosistem digital nasional agar BUMN menjadi motor penggerak ekonomi digital ke depan,” papar Dian.
Langkah-langkah ini sejalan dengan inisiatif pemerintah untuk mempercepat penyelesaian infrastruktur digital. Dengan mengefisiensikan struktur, Telkom dianggap lebih mampu menyerap teknologi baru dan meningkatkan inovasi dalam layanan yang diberikan. Dian berharap, kebijakan ini bisa menciptakan dampak positif secara nasional, termasuk dalam pengembangan ekonomi digital yang berkelanjutan.
Analisis Pemangku Kepentingan: Tantangan dan Peluang
Dalam wawancara tambahan, Dony menyoroti pentingnya kepercayaan investor global sebagai tolok ukur keberhasilan transformasi Telkom. “Program ‘Sell Indonesia’ menjadi cerminan tingkat kepercayaan investor terhadap kemampuan perusahaan mengelola aset secara optimal,” terangnya.
“Kami yakin dengan konsolidasi ini, Telkom bisa menjadi contoh bagi BUMN lainnya dalam penguatan daya saing digital,” tambah Dony.
Dengan mengurangi jumlah anak usaha, Telkom diharapkan bisa meningkatkan profitabilitas dan memperkuat posisi sebagai perusahaan yang berorientasi pada pertumbuhan. Meski ada risiko penyesuaian struktur, Dony menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk menghasilkan nilai tambah jangka panjang, termasuk dalam mendukung digitalisasi sektor ekonomi nasional.
Persaingan di industri digital semakin ketat, dan Telkom bertekad menjadi salah satu pemain kunci. Dengan reformasi internal dan penguatan ekosistem
