Pembahasan Penting: Petinggi militer dari 30 lebih negara bahas pembukaan kembali Hormuz
Petinggi Militer dari 30 Lebih Negara Bahas Pembukaan Kembali Hormuz
Moskow menjadi tempat pertemuan virtual yang diinisiasi oleh Inggris Raya pada Selasa (7/4), dihadiri oleh perwakilan militer dari lebih dari 30 negara. Tujuan diskusi tersebut adalah untuk merencanakan langkah-langkah yang diperlukan dalam mengembangkan kembali Selat Hormuz sebagai jalur transportasi laut, demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris Raya.
“Para perwakilan militer, sekutu, dan mitra dari lebih dari 30 negara turut serta dalam pertemuan virtual yang diinisiasi oleh Inggris Raya pada Selasa (7/4) untuk merencanakan pengembangan kembali Selat Hormuz bagi kegiatan pelayaran, demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris Raya.”
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper memimpin pertemuan para menteri luar negeri dari koalisi pada Kamis lalu. Kesepakatan dalam forum tersebut mencakup rencana untuk menekan Iran agar membuka kembali jalur air kritis tersebut, termasuk melalui penerapan sanksi.
Deklarasi usulan Inggris yang menyatakan dukungan untuk memulai kembali penggunaan Selat Hormuz telah ditandatangani oleh 38 negara. Awalnya, dokumen itu didukung oleh Inggris Raya, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, serta Jepang. Namun, kejadian yang memicu ketegangan kembali terjadi pada 28 Februari, saat Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. Eskalasi konflik di kawasan hampir menghentikan pengiriman melalui Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama pasokan minyak dan LNG global. Akibatnya, harga bahan bakar di sebagian besar negara mengalami kenaikan signifikan.
