Kebijakan Baru: Dinkes DKI sebut kondisi korban diduga keracunan MBG terus membaik

Dinkes DKI sebut kondisi korban diduga keracunan MBG terus membaik

Jakarta, Rabu – Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyatakan kondisi para korban yang diduga terpapar keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, sedang membaik. “Hari ini jumlah pasien yang dirawat berkurang menjadi 37 orang, dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 104. Dari total tersebut, hanya sebagian kecil yang menjalani perawatan inap, sementara beberapa pasien bisa langsung pulang setelah pemeriksaan awal. Sebelumnya, jumlah pasien mencapai 60-an, namun kini turun menjadi 37 orang,” jelas Ani di Jakarta.

“Karena kan respons setiap orang beda-beda ya. Dari usianya, dari daya tahannya dia, dari seberapa besar makanan yang masuk, kan pasti beda-beda. Jadi kita tunggu sampai stabil, semua keluhannya sudah hilang baru pulang,” kata Ani.

Menurut Ani, pasien yang masih dirawat tersebar di sejumlah rumah sakit, di antaranya tujuh orang di RS Duren Sawit, enam di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, serta 19 di RS Harum. Selain itu, masing-masing satu pasien dirawat di RS UIN Syarif Hidayatullah, RS Polri, RS Budhi Asih, RS Hermina Jatinegara, dan RSUD Tarakan.

Pemerintah Provinsi DKI sebelumnya mengumumkan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) bersedia menanggung biaya pengobatan bagi korban keracunan dari program MBG di Jakarta Timur. “Para pasien yang tidak tercover oleh BPJS Kesehatan akan ditanggung oleh BGN,” kata Gubernur DKI Pramono Anung.

“Jadi penanganan koordinasi yang cepat antara BGN, Pemerintah DKI Jakarta dan juga dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan tentunya beberapa rumah sakit yang tadi saya sebutkan,” ucapnya.

Pramono menambahkan bahwa untuk pembiayaan, pasien yang memiliki BPJS Kesehatan akan sepenuhnya dibiayai hingga pemulihan. Proses penanganan yang cepat dilakukan melalui kolaborasi antara BGN, Pemerintah DKI Jakarta, serta instansi terkait seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, serta sejumlah rumah sakit yang disebutkan tadi.

Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI sedang menunggu hasil laboratorium terkait pemeriksaan MBG. Mereka juga meminta pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara transparan. Diharapkan para korban, baik siswa maupun guru, segera pulih dan dapat kembali beraktivitas normal.

“Alhamdulillah, kondisi para korban kini sudah stabil dan dalam tahap pemulihan. Mudah-mudahan dalam satu atau dua hari ke depan semua akan selesai,” ucapnya.