Agenda Utama: Komisi VIII DPR RI apresiasi gerak cepat Kemenhaj persiapkan haji 2026
Komisi VIII DPR RI apresiasi gerak cepat Kemenhaj persiapkan haji 2026
Jakarta – Dalam upaya memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan lancar, Komisi VIII DPR RI mengungkapkan dukungan terhadap kecepatan Kementerian Haji dalam menyiapkan pelaksanaan haji 2026. Apresiasi ini disampaikan oleh Marwan Dasopang, Ketua Komisi VIII, saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsolidasi Penyelenggaraan Haji 1447 H/2026 M di Asrama Haji Cipondoh, Tangerang, Rabu malam.
Langkah cepat menuai pujian
Marwan menyoroti keberhasilan penerbitan visa jamaah yang telah selesai dilakukan, serta rencana pembagian kartu Nusuk sebelum keberangkatan. “Penerbitan visa jamaah yang telah rampung menjadi pencapaian signifikan. Demikian juga dengan Nusuk yang akan dibagikan sebelum keberangkatan, ini sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan,” ujarnya.
“Tantangan haji itu sangat dinamis. Persoalan yang muncul tahun lalu belum tentu terjadi tahun ini. Karena itu, kita harus mampu mengidentifikasi potensi masalah sejak dini agar tidak berdampak pada pelayanan jamaah,”
Marwan menekankan bahwa setiap penyelenggaraan haji menghadapi perubahan yang berbeda, sehingga diperlukan kemampuan adaptasi yang kuat dari semua pihak terkait. Ia juga menyampaikan pentingnya sinergi antar kementerian dan lembaga dalam menjaga standar layanan kepada jamaah.
“Kementerian dan seluruh lembaga terkait harus bekerja bersama. Melayani jamaah haji dalam jumlah besar bukan perkara mudah, sehingga dibutuhkan koordinasi dan kolaborasi yang solid,”
Komisi VIII berharap haji dapat diselenggarakan secara berkelanjutan tanpa kesenjangan dalam prosesnya. “Penyelenggaraan haji itu berlangsung setiap tahun, namun prosesnya tidak boleh terputus atau berjarak. Harus ada kesinambungan yang baik agar kualitas layanan terus meningkat,” tambahnya.
Penyesuaian anggaran diperlukan
Selain itu, Marwan menggarisbawahi pentingnya penyesuaian anggaran dengan kebutuhan nyata pelayanan jamaah. “Anggaran harus disesuaikan dengan kebutuhan layanan. Tantangan penerbangan dan aspek operasional lainnya harus diantisipasi dengan matang agar jamaah tetap terlayani dengan baik,”
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf mengatakan Rakernas ini bertujuan untuk menyamakan visi sebelum jamaah gelombang pertama berangkat ke Tanah Suci pada 22 April 2026. “Saya tekankan dengan sangat jelas, saya tidak ingin catatan-catatan negatif tahun lalu terulang kembali tahun ini,”
