Skip to content
Seleb

Band Nidji Meriahkan Kompetisi Band Jakarta Indisphere

Wahyu Santoso - tempatdonasi.com 4 mins read

e 2026: Nidji Tampil Membawa Penutup yang Memukau Special Plan - Acara Grand Final Band Competition Jakarta Indisphere 2026 berlangsung pada Minggu, 28 Juni

Band Nidji Meriahkan Kompetisi Band Jakarta Indisphere

Grand Final Jakarta Indisphere 2026: Nidji Tampil Membawa Penutup yang Memukau

Tempatdonasi.com – Acara Grand Final Band Competition Jakarta Indisphere 2026 berlangsung pada Minggu, 28 Juni 2026, di M Bloc Live House, Jakarta Selatan. Event ini menjadi penutup dari rangkaian kompetisi musik independen yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-499 Kota Jakarta. Sebagai penyempurna acara, Band Nidji memperkuat kehadiran mereka dengan penampilan yang memikat, menarik perhatian ratusan penonton yang datang untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.

Finalis dan Penilaian Kualitas Musik

Dalam grand final, lima band terpilih hadir untuk memperebutkan gelar juara. Mereka adalah Eleanore, Galipula, Benny Tophot, Graf, dan EGO. Setiap grup diberikan kesempatan membawakan tiga lagu di hadapan dewan juri yang terdiri dari David Tarigan (Pengamat Musik), Muhammad Fauzan Lubis (Musisi), dan Endah Widiastuti (Musisi). Penilaian dilakukan berdasarkan berbagai aspek seperti musikalitas, karakteristik, orisinalitas, serta kemampuan mereka dalam penampilan.

“Kami tidak hanya menilai materi yang dikirim peserta, tetapi juga mencari referensi penampilan mereka di platform streaming musik dan YouTube agar penilaian lebih objektif. Kesulitan terbesar adalah banyak peserta hanya mengirim materi yang tidak utuh, padahal kami ingin melihat performa mereka secara lengkap, terutama saat tampil secara langsung,” kata Ryan Kampua, salah satu kurator acara.

Proses seleksi ke tahap final membutuhkan usaha besar dari Kurator Ryan Kampua dan Arden Wiebowo. Sebelumnya, lebih dari 50 band mendaftar secara daring, kemudian dikurasi menjadi 10 peserta yang tampil di babak kualifikasi pada 23 Juni 2026. Dari 10 grup tersebut, hanya lima yang berhasil melaju ke grand final. Ryan menekankan bahwa kualitas musik yang ditampilkan peserta sangat bervariasi, sehingga memperumit proses penjurian.

Hasil Penjurian dan Apresiasi Penonton

Setelah beberapa hari penyaringan, hasil kompetisi akhirnya diumumkan. Eleanore menjadi Juara I dengan hadiah Rp25 juta, diikuti Galipula sebagai Juara II dengan Rp15 juta, Benny Tophot sebagai Juara III dengan Rp10 juta, Graf meraih Juara Harapan I dengan Rp7 juta, dan EGO sebagai Juara Harapan II dengan Rp5 juta. Semua band juga menerima plakat sebagai penghargaan.

Antusiasme penonton terlihat sejak pagi hari. Hendi, warga Ciputat, mengatakan datang khusus untuk menyaksikan performa Nidji. “Saya memang datang buat nonton Nidji. Sudah lama suka sama lagu-lagunya,” ujarnya. Sementara itu, Aliy, seorang penggemar musik, mengikuti seluruh rangkaian acara untuk mendukung band favoritnya, Eleanore, serta menikmati penampilan 510.

Komunitas penggemar Nidji, yang dikenal sebagai Teman Nidji, juga turut hadir dari berbagai daerah, seperti Bekasi, Tangerang, hingga Cilegon. Mereka menunggu hingga acara usai demi bertemu langsung dengan para peserta. Vokalis Nidji, Ubay, mengapresiasi penyelenggaraan Jakarta Indisphere sebagai wadah untuk musisi muda menunjukkan bakat mereka. Menurutnya, seluruh finalis telah memberikan penampilan terbaik.

“Semua peserta tampil sangat baik. Siapa pun yang menang memang sudah rezekinya. Yang belum menjadi juara juga tetap pemenang karena sudah berjuang sampai sejauh ini. Jangan berhenti bermusik, terus berkarya, dan tetap berproses karena setiap orang punya jalannya masing-masing,” ujar Ubay.

Dalam kesempatan itu, Ubay juga memberikan pesan kepada para musisi yang ingin membangun band. “Dalam sebuah band, yang paling penting adalah saling mendengarkan dan memahami satu sama lain. Setiap anggota harus tahu kapan berbicara, kapan mendengar, sehingga berbagai sudut pandang bisa menjadi satu kesatuan yang harmonis,” katanya.

Vokalis lain, Fauzan Lubis dari dewan juri, menambahkan bahwa kreativitas adalah faktor kunci dalam bertahan di industri musik independen. “Tingkatkan kreativitas, estetika, dan komunitas. Kalau bisa, buat wadahnya juga dengan menggandeng pihak-pihak yang bisa menyediakan ruang untuk berkarya. Dengan begitu, band-band bisa terus berkembang dan bertahan di industri musik,” ujarnya.

“Semuanya keren, sampai bingung cari juara. Buat saya, mereka semua juara,” tambah Fauzan, yang mengakui kesulitan menentukan pemenang karena kualitas seluruh finalis dinilai merata.

Kontribusi Kompetisi untuk Industri Musik

Sebelumnya, para finalis juga mendapatkan pembekalan mengenai industri musik independen sebagai bekal mengembangkan karier mereka. Acara ini tidak hanya menampilkan bakat musisi, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun jaringan dan menyebarluaskan karya mereka. Nidji, yang menjadi penutup acara, berhasil menarik perhatian audiens dengan lagu-lagunya yang konsisten dalam kualitas.

Menurut Ryan Kampua, Jakarta Indisphere hadir untuk menciptakan ruang bagi musisi muda yang ingin berkiprah di dunia musik. “Kompetisi ini menjadi pengalaman berharga bagi semua peserta, karena mereka belajar cara menampilkan karya dengan lebih baik. Selain itu, penggemar juga bisa melihat langsung proses kreatif para musisi,” jelasnya.

Acara ini menghadirkan atmosfer yang penuh semangat, di mana para penonton dan peserta saling berinteraksi. Peserta kompetisi mengakui bahwa perjalanan ke tahap final tidak mudah, namun mereka tetap bersemangat. “Mengikuti Jakarta Indisphere adalah langkah penting untuk meningkatkan eksposur dan memperoleh pengalaman konkret di panggung musik,” kata salah satu peserta.

Dengan kontribusi dari para kurator, dewan juri, dan peserta, Jakarta Indisphere 2026 menunjukkan komitmen dalam mendukung musik independen. Acara ini menjadi pembuktian bahwa kreativitas dan kerja keras akan membuahkan hasil yang memuaskan. Harapan besar pun ditujukan kepada para juara, agar mereka dapat terus berkembang dan menginspirasi generasi musisi lainnya.

Jakarta Indisphere, sebagai kompetisi musik terbesar di Jakarta, telah menjadi simbol keberagaman dan inovasi dalam dunia musik. Dengan penampilan Nidji yang memukau dan penghargaan yang diberikan, acara ini semakin menegaskan peran pentingnya dalam memajukan seni musik di

Join the discussion