Hasil Pertemuan: Bulog dapat subsidi bunga 2 persen kejar penyerapan 4 juta ton beras

Bulog Dapat Subsidi Bunga 2 Persen untuk Target Penyerapan 4 Juta Ton Beras

Dalam upaya memenuhi target penyerapan 4 juta ton beras setara, Perum Bulog menerima subsidi bunga sebesar 2 persen dari pemerintah. Langkah ini bertujuan memperkuat kemampuan finansial Bulog dalam menjalankan tugas pengumpulan hasil pertanian. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan hal tersebut usai menghadiri rapat percepatan pendanaan penyerapan gabah di Jakarta, Senin.

“Subsidi bunga ini berdasarkan kebijakan Presiden Prabowo Subianto melalui Mensesneg Prasetyo Hadi, yang memberikan 2 persen dari total bunga 4 persen dari Himbara,” ujarnya.

Subsidi tersebut diperoleh dari fasilitas pembiayaan bank-bank Himbara. Rizal menjelaskan, penyesuaian bunga ini telah disetujui oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan kepastian dukungan finansial untuk ke depan. “Kami sudah menyampaikan laporan ke Menteri Keuangan, dan pihaknya memberikan persetujuan yang diperlukan untuk subsidi bunga 2 persen,” tambahnya.

Dengan adanya bantuan ini, Rizal optimis biaya operasional Bulog dapat berkurang, sehingga meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan bahan pangan. Ia juga menyoroti alokasi anggaran yang mencakup penyerapan gabah setara beras, kedelai, dan jagung pakan, mencapai Rp68,6 triliun. Anggaran ini bertujuan memperkuat cadangan pangan nasional dengan mengejar target penyerapan gabah setara 4 juta ton beras, sesuai instruksi presiden.

Hingga 13 April 2026, penyerapan beras Bulog mencapai 48,7 persen atau 1,9 juta ton setara dari total target. Sementara itu, stok beras mencapai 4,727 juta ton, menunjukkan kemajuan signifikan dalam penguatan cadangan pangan nasional. Bulog memproyeksikan, dalam 1-10 hari ke depan, stok cadangan beras pemerintah (CBP) dapat mencapai 5 juta ton karena percepatan penyerapan yang terus berlangsung.