Pembahasan Penting: Kemarin, kunjungan Presiden di Rusia hingga isu merger NasDem

Kilas Balik Berita Politik Terkini

Kantor Berita ANTARA melaporkan sejumlah informasi penting dalam dunia politik pada Senin (13/4). Berikut rangkuman berita yang menarik untuk diketahui:

Komitmen Diplomasi dengan Rusia

Pada Senin (13/4), Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Bandara Vnukovo-2, Moskow, Federasi Rusia, pada pukul 07.45 waktu setempat. Perjalanan ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia dalam dinamika global.

Menurut keterangan resmi yang diterima di Jakarta, kunjungan Kepala Negara menandai komitmen Indonesia untuk terus mempererat hubungan bilateral, serta meningkatkan kerja sama strategis dengan Rusia.

Kerja Sama Ekonomi dan Energi

Dalam pertemuan di Moskow, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, energi, antariksa, pertanian, industri, dan farmasi.

Presiden menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Rusia terhadap Indonesia, mulai dari penerimaan yang cepat dalam BRICS hingga peningkatan pesat kerja sama di berbagai sektor.

Rancangan Undang-Undang Satu Data Indonesia

Badan Legislasi DPR RI menjelaskan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Satu Data Indonesia (SDI) dibuat untuk menghasilkan Data Dasar Nasional (DDN) sebagai rujukan utama pembangunan nasional dan daerah.

Ketua Badan Legislasi DPR RI Bob Hasan menegaskan SDI berdasarkan prinsip keterpaduan, kedaulatan, desentralisasi interoperabilitas, rekognisi, serta kepastian hukum dalam penyelenggaraan data. “Tidak ada lagi penyelenggaraan data yang hanya berasal dari satu basis, karena basisnya akan terpadu sehingga menghasilkan sesuatu yang memiliki kepastian hukum,” ujarnya.

Otoritas Udara Indonesia Tetap Berada di Bawah Pemerintah

Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa otoritas udara Indonesia masih sepenuhnya dalam kendali negara. Hal ini diungkapkan oleh Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait dalam siaran pers resmi.

“Kemenhan mengatakan bahwa otoritas, kontrol, dan pengawasan atas wilayah udara Indonesia tetap berada dalam kuasa pemerintah,” tutur Rico.

Penjelasan NasDem Terkait Isu Fusi

Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Saan Mustopa memberikan respons terhadap isu fusi antara NasDem dan Gerindra. Ia menilai peleburan partai adalah hal wajar dalam dinamika politik nasional.

“Ini juga saya baru, kaget juga, ya, mencuat terkait soal isu fusi. Dalam bahasa politik itu kan fusi, ya, bukan merger. Bukan akuisisi, melainkan fusi antara Gerindra dan NasDem,” kata Saan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.