Jerman alokasikan bantuan kemanusiaan Rp4,2 triliun untuk Sudan

Jerman Alokasikan Bantuan Kemanusiaan Rp4,2 Triliun untuk Sudan

Konferensi internasional yang diadakan di Berlin menarik perhatian Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah Jerman akan menyalurkan dana bantuan kemanusiaan sebesar 212 juta euro, setara Rp4,2 triliun, kepada Sudan serta negara-negara sekitarnya. Langkah ini diambil dalam rangka memperingati tiga tahun terjadinya perang di Sudan, yang berpotensi memicu upaya untuk mencapai gencatan senjata secepat mungkin.

Upaya Memperkuat Dukungan untuk Penduduk Sudan

Wadephul menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam memberikan bantuan kemanusiaan. Ia mengajak berbagai pihak, termasuk organisasi dan pengusaha, untuk ikut berkontribusi dalam membantu masyarakat yang terkena dampak konflik. Konferensi ini bertujuan mendorong solidaritas global dan mempercepat distribusi bantuan bagi korban perang.

“Jerman akan mengalokasikan 212 juta euro bantuan kemanusiaan untuk Sudan dan negara-negara tetangga,” ujar Wadephul.

Bantuan Tambahan Ditetapkan untuk Tahun 2026

Sebelumnya, Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman telah mengumumkan rencana alokasi bantuan tambahan sebesar 20 juta euro, atau Rp404 miliar, yang akan diberikan pada tahun 2026. Menteri dari kementerian tersebut, Reem Alabali Radovan, menuturkan bahwa prioritas bantuan akan diberikan kepada perempuan dan anak-anak di Sudan, karena kelompok ini paling rentan terhadap dampak perang.

Pertempuran Sudah Berlangsung Selama Tiga Bulan

Konflik Sudan memasuki hari ketiga bulannya, sejak 15 April 2023, ketika pasukan RSF dan militer terlibat pertarungan sengit. Pihak Komite Palang Merah Internasional memperingatkan bahwa terus berlangsungnya perang bisa memperburuk kondisi kesehatan masyarakat, bahkan menyebabkan wabah penyakit dan kehancuran sistem layanan kesehatan.