Kebijakan Baru: Khofifah beri bonus Rp1,845 miliar untuk atlet paralimpik Jatim

Khofifah Berikan Bonus Rp1,845 Miliar untuk Atlet Paralimpik Jatim

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan insentif sebesar Rp1,845 miliar kepada 15 atlet serta dua pelatih paralimpik yang berprestasi dalam ASEAN Para Games 2025 di Thailand. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas pencapaian 35 medali yang berhasil diraih oleh kontingen Jatim.

Kontingen paralimpik Jawa Timur meraih 35 medali, terdiri dari 10 emas, 19 perak, dan 6 perunggu, dalam enam cabang olahraga, seperti atletik, renang, panahan, bulu tangkis, tenis meja, dan voli duduk. Prestasi ini menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung olahraga inklusif.

“Saya bersyukur, para atlet paralimpik Jatim telah menunjukkan dedikasi luar biasa dan terus memperbaiki performa mereka,” kata Khofifah dalam pernyataan resmi yang diterima di Surabaya, Kamis. Ia menekankan peran pendukung berbasis ilmu keolahragaan, termasuk keterlibatan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dalam meningkatkan kualitas kompetisi.

Khofifah juga mengungkapkan rencana pengembangan pusat pelatihan yang lebih terintegrasi dan inklusif. Menurutnya, pemetaan kekuatan atlet nasional dan internasional menjadi faktor penting dalam menyusun strategi pembinaan yang lebih efektif.

“Selain memetakan lawan, NPCI Jatim harus memiliki data lengkap mengenai potensi atlet dari negara lain,” tambahnya. Ini memastikan strategi pelatihan bisa disesuaikan dengan tantangan kompetitif.

Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jatim Imam Kuncoro mengakui bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari pembinaan yang berkelanjutan. “Prestasi yang dicapai bukan muncul tiba-tiba, tetapi melalui proses bertahap dan kesabaran,” ujarnya. Ia menyoroti pentingnya investasi jangka panjang untuk mencetak atlet berkualitas.