Hashim Djojohadikusumo Diangkat jadi Komisaris Utama WIFI
Perubahan Struktur Pemimpin Perusahaan: Hashim Djojohadikusumo Jadi Komisaris Utama WIFI Meeting Results - Setelah proses pemilihan yang berlangsung, Hashim

Perubahan Struktur Pemimpin Perusahaan: Hashim Djojohadikusumo Jadi Komisaris Utama WIFI
Tempatdonasi.com – Setelah proses pemilihan yang berlangsung, Hashim Djojohadikusumo, adik dari Presiden Prabowo Subianto, resmi menjabat sebagai Komisaris Utama PT Solusi Sinergi Digital atau Surge (WIFI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada 30 Juni 2026. Ia menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh Hermansjah Haryono. Keputusan ini menunjukkan pergeseran dalam kepemimpinan perusahaan, seiring upaya untuk memperkuat dinamika pengambilan keputusan di tingkat manajemen.
Komitmen Meningkatkan Kinerja Perusahaan
Dalam wawancara terbuka dengan Bursa Efek Indonesia, Shannedy Ong, Direktur Surge, menyampaikan bahwa penyesuaian struktur penguasaan perusahaan ini bertujuan untuk menciptakan sistem yang lebih efisien. “Penetapan baru ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk memperkuat kemampuan pengelolaan dan kualitas strategi ke depan,” katanya. Ia menekankan bahwa kehadiran Hashim sebagai komisaris utama akan memberikan perspektif tambahan dalam mengarahkan arah bisnis, khususnya dalam mempercepat ekspansi layanan digital.
Menurut Shannedy, komposisi baru antara Direksi dan Dewan Komisaris diharapkan menjadi fondasi yang lebih kuat bagi keberlanjutan pertumbuhan perusahaan. “Dengan penyesuaian ini, perusahaan mampu mengoptimalkan fungsi pengawasan dan memastikan implementasi strategi yang lebih terarah,” tambahnya. Penyesuaian tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan koordinasi antara lini manajemen, yang akan mempercepat pencapaian target operasional tahunan.
Pengangkatan Komisaris dan Direktur Baru
Di samping penunjukan Hashim sebagai Komisaris Utama, RUPST juga menyetujui penambahan tiga komisaris baru. Fadel Muhammad ditetapkan sebagai salah satu anggota dewan komisaris, sementara Hendrik Tee dipilih sebagai Direktur Utama. Henny Santoso, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur, kini dinaikkan menjadi salah satu anggota dewan komisaris. Ini menciptakan keseimbangan antara kebijakan strategis dan operasional, dengan penguasaan komisaris yang lebih luas di berbagai bidang.
Shannedy menjelaskan bahwa kehadiran komisaris independen Doni Satiaji Soetadi dalam susunan dewan akan memberikan dampak signifikan. “Kehadiran komisaris independen membantu memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan,” katanya. Ia menegaskan bahwa perubahan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas manajemen, tetapi juga memperkuat hubungan dengan pemangku kepentingan eksternal, seperti investor dan mitra strategis.
Penggunaan Dana Laba Bersih untuk Pembagian Dividen dan Cadangan
Sebagai bagian dari keputusan RUPST, dana laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 632,9 miliar telah ditetapkan untuk dua keperluan utama. Pertama, sebagian dari jumlah tersebut akan dialokasikan untuk pembagian dividen kepada pemegang saham, sebesar Rp 2 per saham. Kedua, dana sebesar Rp 1 miliar akan digunakan sebagai cadangan perusahaan untuk menghadapi volatilitas pasar atau peristiwa tak terduga.
Pembagian dividen tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepuasan para pemegang saham, sementara dana cadangan menjadi pertimbangan penting dalam menjaga stabilitas keuangan. Shannedy menjelaskan bahwa kebijakan ini juga memperhatikan dampak jangka panjang, termasuk keberlanjutan operasional dan ketahanan bisnis di tengah persaingan yang semakin ketat. “Laba bersih ini tidak hanya menunjukkan performa keuangan yang baik, tetapi juga mencerminkan kemampuan perusahaan dalam membangun fondasi yang lebih kuat,” ujarnya.
Latar Belakang Hashim Djojohadikusumo di Surge
Sebelum diangkat menjadi Komisaris Utama, Hashim Djojohadikusumo sebenarnya telah terlibat dalam pengembangan Surge sebagai salah satu investor kunci. Pada 15 Oktober 2025, anak usaha Surge, yaitu PT Telemedia Komunikasi, sukses memperoleh izin pemanfaatan pita frekuensi FWA 1,4 Ghz melalui tender yang diumumkan pemerintah. Penghargaan ini menjadi bukti kompetensi perusahaan dalam mengelola infrastruktur digital, yang kemudian diikuti oleh peluncuran Internet Rakyat (IRA) pada 12 November 2025.
IRA menjadi salah satu inisiatif utama Surge dalam menjawab kebutuhan akses internet di kalangan masyarakat luas. Hashim, dalam kapasitasnya sebagai investor, memainkan peran aktif dalam perencanaan strategis proyek ini. Dengan penunjukan sebagai komisaris utama, ia diharapkan dapat terus memimpin visi perusahaan dalam mengembangkan layanan digital yang inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, keberadaannya dalam struktur manajemen juga diharapkan dapat memberikan dorongan lebih besar terhadap inovasi di sektor teknologi.
Susunan Pemimpin Baru Perusahaan
Susunan baru Direksi dan Dewan Komisaris WIFI telah terbentuk setelah RUPST memutuskan pada 30 Juni 2026. Berikut adalah detail posisi di kedua lembaga tersebut:
Direksi
Sebagai pemimpin operasional, Hendrik Tee diangkat sebagai Direktur Utama. Ia memiliki pengalaman luas dalam bidang teknologi dan perusahaan multinasional, yang dianggap sangat relevan untuk pengembangan Surge di masa depan. Shannedy Ong tetap menjabat sebagai Direktur, dengan peran utama dalam mengarahkan kebijakan manajemen keuangan. Andrew dan Yune Marketatmo menjadi anggota Direktur lainnya, yang akan fokus pada inovasi produk dan pemasaran. Mohammad Mustaghfirin, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur, kini tetap diangkat ke posisi yang sama, sementara Henny Santoso berpindah ke Dewan Komisaris.
Dewan Komisaris
Di Dewan Komisaris, Hashim Djojohadikusumo menjadi orang terpilih sebagai Komisaris Utama. Fadel Muhammad juga ditetapkan sebagai anggota dewan, dengan peran dalam kebijakan strategis dan pemerintahan. Doni Satiaji Soetadi, sebagai komisaris independen, diberikan ruang untuk memberikan masukan objektif dan transparan. “Dengan kehadiran komisaris independen, kami yakin sistem pengawasan akan lebih konsisten dan profesional,” tambah Shannedy.
Struktur ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara keputusan strategis, implementasi operasional, dan pengawasan keuangan. Kombinasi antara pengalaman Hashim di sektor bisnis dan kontribusi Fadel Muhammad dalam kebijakan eksternal memberikan perspektif yang beragam. Sementara Doni Satiaji Soetadi dianggap mampu memastikan akuntabilitas dalam pengelolaan dana.
Dalam rangka menghadapi tantangan pasar digital yang ter
