New Policy: Embarkasi Banjarmasin berangkatkan kloter 11 JCH asal Kabupaten HSU

Embarkasi Banjarmasin Berangkatkan Kloter 11 JCH Asal Kabupaten HSU

New Policy – Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjadi salah satu embarkasi utama dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026. Dalam rangka mempercepat proses keberangkatan, Embarkasi Banjarmasin kembali mengirimkan kloter ke-11 dari jamaah calon haji (JCH) yang berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kloter ini terdiri dari 359 orang yang akan melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci Makkah, Arab Saudi. Hal ini diungkapkan oleh Eddy Khairani, Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin, saat memberikan keterangan di Kota Banjarbaru, Sabtu.

Proses Keberangkatan Gelombang II

Kloter 11 ini termasuk dalam gelombang II nasional keberangkatan ke Makkah. Departur dijadwalkan pada 9 Mei 2026, sekitar pukul 02.15 Wita. Proses ini diatur secara terpadu, dengan jamaah langsung memakai pakaian ihram sejak di asrama haji. Mereka dibawa ke Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, lalu langsung diberangkatkan ke Bandara King Abdul Aziz di Jeddah, Kota Makkah, tanpa mengalami perubahan pakaian di bandara.

“Dengan diterbangkannya kloter 11 ini, total jamaah yang sudah diberangkatkan Embarkasi Banjarmasin hingga kini mencapai 3.952 orang ke Tanah Suci,” ujar Eddy Khairani. Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk mengoptimalkan waktu di bandara, sehingga jamaah tidak perlu menunggu lama sebelum memulai ibadah mereka.

Menurut Eddy, kebijakan mengirimkan jamaah langsung dalam pakaian ihram merupakan langkah yang diambil untuk memastikan kelancaran proses keberangkatan. “Jamaah dari gelombang II akan langsung melakukan ibadah umrah wajib, yang memerlukan kesiapan fisik dan mental sejak awal perjalanan,” katanya. Proses transfer dari asrama haji ke bandara diatur secara cepat dan terorganisasi, sehingga menghindari keterlambatan yang bisa mengganggu rencana ibadah.

Alasan Kebijakan Langsung Memakai Pakaian Ihram

Eddy menegaskan bahwa kebijakan ini bukan diambil sembarangan. “Ketika jamaah tiba di Jeddah, waktu yang terbatas membuat mereka tidak punya kesempatan untuk berganti pakaian,” jelasnya. Dengan mengirimkan mereka dalam kondisi siap berangkat, proses pengaturan rombongan bisa berjalan lebih efisien. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan mengurangi risiko kekacauan di bandara, khususnya pada hari-hari dengan kepadatan penumpang tinggi.

“Jika jamaah menunggu di Jeddah untuk berganti pakaian, proses tersebut akan merepotkan, memakan waktu, dan berpotensi menghambat mobilitas rombongan secara keseluruhan. Oleh sebab itu, kami mengimbau seluruh jamaah untuk mengikuti arahan petugas demi kenyamanan bersama,” kata Kepala Kanwil Kemenhaj Kalsel tersebut.

Kelancaran keberangkatan kloter 11 juga didukung oleh persiapan yang matang dari Embarkasi Banjarmasin. Eddy memaparkan bahwa setiap jamaah diwajibkan untuk memahami aturan dan protokol haji sejak awal. “Kesiapan jamaah sejak dari embarkasi menjadi faktor penting agar perjalanan ibadah tidak terganggu oleh hambatan teknis,” imbuhnya.

Persiapan untuk Perjalanan Panjang

Menurut Eddy, jamaah calon haji diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan panjang ke Arab Saudi. “Cuaca di Tanah Suci saat ini cukup panas, sehingga jamaah harus mampu menjaga kebugaran tubuh dan mengatur aktivitas secara bijak,” katanya. Ia menekankan bahwa stamina fisik yang baik menjadi kunci untuk menjalani ibadah haji dengan optimal.

“Selain itu, jamaah juga diminta untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan selama berada di Tanah Suci. Ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual pribadi, tetapi juga pengalaman kolektif yang membutuhkan kedisiplinan, kesabaran, serta saling membantu antar-anggota rombongan,” lanjut Eddy.

Eddy berharap seluruh jamaah dapat menjaga nama baik daerah dan bangsa Indonesia. “Taati arahan ketua kloter, ketua rombongan, serta petugas haji. Jangan memisahkan diri dari rombongan dan selalu utamakan kebersamaan,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa kekompakan dalam rombongan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pelaksanaan haji yang sukses dan bermakna.

Perbandingan dengan Kloter Lain

Selain kloter 11 dari HSU, Embarkasi Banjarmasin juga memberangkatkan kloter-kloter lain dari wilayah lain. Dalam musim haji 2026, total kloter yang dikeluarkan Embarkasi Banjarmasin mencapai 19, terdiri dari 14 kloter dari Kalimantan Selatan dan 5 kloter dari Kalimantan Tengah. Total jamaah calon haji yang diberangkatkan dari kedua daerah ini adalah 6.822 orang, dengan 5.197 orang berasal dari Kalsel dan 1.561 orang dari Kalteng.

Eddy menyoroti pentingnya keterlibatan aktif jamaah dalam setiap tahap keberangkatan. “Kepada jamaah yang sudah diberangkatkan atau yang akan diberangkatkan, kami mengingatkan untuk tetap menjaga kesehatan dan konsentrasi selama perjalanan,” katanya. Ia juga mengatakan bahwa koordinasi antara petugas dan jamaah sangat diperlukan untuk memastikan semua aktivitas berjalan lancar.

Sebagai bagian dari upaya penyelenggaraan haji secara terpadu, Embarkasi Banjarmasin terus memperkuat sistem manajemen dan pengawasan. Eddy menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan matang, termasuk simulasi keberangkatan, pemantauan kesehatan, dan pengelolaan logistik. “Semua langkah ini dilakukan untuk memastikan jamaah mendapatkan pengalaman haji yang nyaman dan bermak