Skip to content
Metro

Polisi: Atlet Golf, Jesslyn Wijaya, Berada di Malaysia

Joko Purnama - tempatdonasi.com 4 mins read

Polisi - Pejabat Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Pusat telah mengonfirmasi secara resmi bahwa Jesslyn Wijaya Lay, seorang atlet golf yang menjadi korban

Polisi: Atlet Golf, Jesslyn Wijaya, Berada di Malaysia

Konfirmasi Polisi: Jesslyn Wijaya Lay Terdeteksi di Malaysia Tempatdonasi.com – Polisi – Pejabat Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Pusat telah

Konfirmasi Polisi: Jesslyn Wijaya Lay Terdeteksi di Malaysia

Tempatdonasi.com – Polisi – Pejabat Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Pusat telah mengonfirmasi secara resmi bahwa Jesslyn Wijaya Lay, seorang atlet golf yang menjadi korban dugaan penculikan, saat ini berada di negara tetangga Malaysia. Berdasarkan data manifes penerbangan yang telah diterima oleh pihak berwajib, Jesslyn tercatat telah meninggalkan wilayah Indonesia dan menuju ibu kota Malaysia, yaitu Kuala Lumpur. Kejadian penculikan yang diduga menimpa Jesslyn terjadi pada tanggal 13 Juli 2026, dan ia diketahui telah berangkat dari Indonesia pada keesokan harinya.

Ajun Komisaris Roby Heri Saputra, yang menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, memberikan pernyataan resmi pada hari Selasa, 21 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa Jesslyn sebelumnya berada di Semarang sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Malaysia. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Roby sebagai bagian dari keterangannya kepada media.

Yang bersangkutan ada di Semarang, meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur, berdasarkan manifes yang kami terima.

Rincian Peristiwa Penculikan

Menurut hasil penyelidikan polisi, Jesslyn meninggalkan Indonesia bersama dua orang lain yang diketahui memiliki hubungan kekeluargaan dengannya. Roby juga mengonfirmasi bahwa Jesslyn dibawa secara paksa ke dalam sebuah kendaraan bermotor oleh empat hingga lima orang. Proses penculikan ini terjadi sebelum Jesslyn seharusnya menghadiri acara ulang tahun neneknya pada hari Senin, 13 Juli 2026, sekitar pukul 19.45 WIB di Restoran Saung Kita yang terletak di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat.

Keterangan dari beberapa saksi mata mengungkapkan bahwa sesaat sebelum perayaan ulang tahun dimulai, ketika semua persiapan telah selesai dan lagu ulang tahun akan diputar, seseorang secara tiba-tiba menutup mata Jesslyn. Kemudian, ia diangkat dan digendong oleh dua orang laki-laki bertubuh besar menuju sebuah mobil berwarna hitam. Korban terdengar berteriak meminta tolong dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil tersebut. Kendaraan itu selanjutnya meninggalkan lokasi kejadian.

Peran Pengacara dan Sahabat Jesslyn

Informasi awal mengenai keberadaan Jesslyn di Malaysia sebelumnya telah disampaikan oleh pengacaranya, Andi Darti. Menurut Andi, keberadaan Jesslyn terendus setelah sahabatnya berupaya menelusuri kemungkinan adanya perjalanan ke luar negeri. Langkah investigasi ini ditempuh setelah ponsel Jesslyn tidak dapat dihubungi dan keberadaannya tidak diketahui oleh orang terdekatnya.

Sahabat Jesslyn, seorang perempuan berinisial NAH, telah melaporkan kejadian tersebut kepada polisi pada tanggal 16 Juli 2026. Nomor laporan yang digunakan adalah LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA. NAH melaporkan tindak pidana penculikan sebagaimana diatur dalam pasal 450 dan atau 446 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Namun, laporan tersebut telah dicabut oleh pelapor pada hari Ahad, 19 Juli 2026.

Berdasarkan informasi yang diperoleh pelapor, terdapat indikasi bahwa pada 14 Juli 2026 korban melakukan perjalanan menuju Malaysia melalui Semarang.

Andi juga menyampaikan bahwa pelapor memperoleh informasi tambahan bahwa perangkat telepon seluler yang diduga milik Jesslyn masih terdeteksi berada di kawasan Puri Jimbaran, Jakarta Utara. Sementara itu, Jesslyn sendiri diketahui berdomisili di sebuah apartemen yang terletak di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Sejak peristiwa penculikan terjadi, korban tidak lagi dapat dihubungi oleh teman-temannya maupun pihak-pihak yang berupaya memastikan keadaannya. Berdasarkan informasi yang diperoleh pihak pelapor, telepon seluler yang diduga digunakan oleh korban juga tidak dapat diakses sebagaimana biasanya.

Menurut keterangan saksi yang kemudian disampaikan oleh Andi, terdapat sekitar lima orang laki-laki di lokasi pada saat peristiwa berlangsung. Proses penculikan ini melibatkan beberapa orang yang bekerja sama untuk membawa Jesslyn pergi secara paksa. Kejadian ini telah menarik perhatian berbagai pihak, termasuk kepolisian dan keluarga korban, yang terus berupaya mendapatkan kejelasan mengenai situasi terkini.

Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan semua aspek dari kasus ini. Konfirmasi bahwa Jesslyn berada di Malaysia memberikan harapan baru bagi keluarga dan sahabatnya. Proses evakuasi dan pemulihan korban diharapkan dapat segera dilakukan setelah semua prosedur hukum dan koordinasi internasional selesai dilaksanakan.

Frequently Asked Questions

Apa itu Polisi?

Polisi adalah topik utama yang dibahas di artikel ini dengan konteks praktis agar pembaca memahami informasinya dengan jelas.

Mengapa Polisi penting?

Polisi penting karena membantu pembaca membandingkan pilihan, menghindari kesalahan umum, dan mengambil keputusan yang lebih tepat.

Bagaimana cara memakai panduan Polisi ini?

Gunakan poin utama, contoh, dan tautan terkait di halaman ini sebagai rujukan awal, lalu cek detail terbaru sebelum mengambil keputusan final.

Join the discussion