Strategi Penting: Menteri LH tekan pemilahan sampah dari hulu dukung PSEL di Kota Jambi
Menteri Lingkungan Hidup Dorong Pemilahan Sampah dari Sumber di Kota Jambi
Kota Jambi menjadi sorotan setelah Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq melakukan inspeksi ke TPA Talang Gulo, Kecamatan Kota Baru, pada hari Sabtu. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi oleh Wali Kota Jambi Maulana dan Gubernur Jambi Al Haris. Menteri Hanif meninjau berbagai fasilitas pengelolaan sampah dan menyoroti kesiapan TPA sebagai salah satu contoh terbaik di Indonesia dalam aspek desain dan operasional.
Kunjungan dan Evaluasi
Kunjungan Menteri Hanif ke TPA Talang Gulo dianggap sebagai kesempatan untuk mengevaluasi kemajuan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Ia menyatakan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada proses pemilahan sampah di tingkat sumber daya. “Jika sampah dipilah secara tepat, maka nilai ekonominya akan meningkat, namun jika tidak, masalah akan muncul dari hulu hingga hilir,” tutur Hanif.
“Pemilahan sampah adalah kunci utama dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA. Kami berharap pemerintah daerah memperkuat sistem ini agar bisa mengakhiri pembuangan terbuka pada 2026,” katanya.
Langkah Penguatan Pengelolaan
Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menjelaskan bahwa Pemkot Jambi melalui program Kampung Bahagia sedang mengerjakan penguatan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Upaya ini melibatkan masyarakat hingga tingkat RT, serta bertujuan menertibkan pembuangan sampah liar. “Kami ingin sampah tidak lagi dibuang ke sungai dan dikelola secara terpadu di TPA Talang Gulo sebagai BLUD,” tambahnya.
“Dengan program ini, kesadaran kolektif masyarakat tentang tanggung jawab sampah akan terbangun, dan kita bisa mengarahkan semua sampah ke sistem yang terencana,” kata Maulana.
Dukungan Pemprov Jambi
Gubernur Jambi Al Haris menyambut baik kehadiran Menteri LH dan menegaskan kesiapan Pemprov Jambi untuk mendukung peningkatan penanganan sampah. Menurutnya, pembangunan fasilitas PSEL atau Waste to Energy di kawasan Talang Gulo membutuhkan kolaborasi yang kuat. “Kota Jambi termasuk dalam 33 wilayah prioritas nasional untuk pengembangan PSEL, dan kesiapan lahan di TPA Talang Gulo sudah sangat memadai,” tutur Al Haris.
Pemilahan sampah dari sumber, kata Hanif, harus menjadi prioritas utama karena volume sampah di Kota Jambi mencapai sekitar 600 ton per hari. Proyek PSEL diharapkan bisa segera dilaksanakan setelah proses lelang selesai, dengan estimasi pembangunan hingga operasional memakan waktu tiga tahun.
