Program Terbaru: BGN: Investasi masyarakat untuk bangun dapur MBG mencapai Rp54 triliun

BGN: Investasi masyarakat untuk bangun dapur MBG mencapai Rp54 triliun

Kabupaten Bogor – Peresmian SPPG Cijujung 03

Dalam peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cijujung 03 di Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa total investasi dari masyarakat mencapai 54 triliun rupiah telah dialokasikan untuk pengembangan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.

BGN mencatat hingga kini sudah beroperasi sekitar 27 ribu unit SPPG, menyebar dari Sabang hingga Merauke. Semua fasilitas ini dibangun melalui kontribusi masyarakat dan mitra strategis. Dadan menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat dalam pembangunan jauh lebih efisien dibandingkan jika hanya bergantung pada anggaran pemerintah.

“Kurang lebih sudah Rp54 triliun uang investor bergerak di sektor pembangunan SPPG,” ujar Dadan.

Dalam proses pembangunan, setiap SPPG mampu menciptakan peluang kerja lokal sebanyak 15 hingga 20 orang serta mendorong perekonomian lokal dengan perputaran material. Setelah beroperasi, unit tersebut mengelola dana sekitar Rp1 miliar per bulan, di mana 70 persen digunakan untuk membeli bahan baku dari petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha kecil.

Sementara itu, 20 persen dana dihabiskan untuk operasional, termasuk gaji relawan sebanyak 47 orang. Pendapatan relawan berkisar antara Rp2,4 juta hingga Rp3,2 juta per orang. Sisanya, 10 persen, dialokasikan untuk mengembalikan modal investasi.

“Sekarang tidak pernah terdengar lagi ada produk pertanian yang dibuang-buang, semua termanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tambah Dadan.

Program MBG juga menggerakkan sekitar 1,1 juta relawan di seluruh Indonesia, memberi manfaat pada 62 juta penerima, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Dadan menegaskan bahwa partisipasi masyarakat bukan hanya mendukung intervensi gizi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi nasional berbasis komunitas.

BGN optimis kolaborasi antara pemerintah, warga, dan sektor swasta dapat diperkuat untuk memperluas jangkauan SPPG. Tujuan utama adalah menyasar wilayah terpencil, dengan target menambah 9 ribu unit baru untuk melayani sekitar 3 juta penduduk.