BMKG rekam 960 gempa susulan pascagempa utama magnitudo 7,6
BMKG Catat 960 Gempa Susulan Pasca Gempa Utama Magnitudo 7,6
Manado, Sulawesi
Setelah gempa utama berkekuatan besar dengan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Barat Daya Pantai Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Manado mencatat terjadi 960 gempa susulan. Gempa ini terjadi pada Kamis (2/4) pagi, sekitar pukul 05.48.14 WIB.
“Hingga Minggu pukul 11:48 WIB, gempa bumi susulan yang terasa sebanyak 22 kali,” kata Muhammad Zulkifli, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado.
Zulkifli menjelaskan bahwa gempa susulan dengan variasi magnitudo merupakan hal yang wajar setelah peristiwa gempa utama. Proses ini terjadi karena penyesuaian kerak bumi akibat perubahan distribusi tegangan.
Saat gempa utama terjadi, energi besar dilepaskan secara mendadak, menyebabkan pergeseran di bidang patahan. Peristiwa ini mengubah keseimbangan tegangan di sekitar zona sumber gempa. Akibatnya, bagian kerak yang sebelumnya stabil kini mengalami ketidakseimbangan, memicu pelepasan energi berikutnya dalam bentuk gempa susulan.
“Gempa susulan biasanya memiliki intensitas lebih rendah dibandingkan gempa utama. Jumlahnya cenderung tinggi di awal, lalu menurun seiring waktu,” tambahnya.
Menurut BMKG, gempa utama tersebut berlokasi di laut, sekitar 129 kilometer arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara. Koordinat episenternya adalah 1,25° LU dan 126,27° BT, dengan kedalaman 33 kilometer. Fenomena ini menunjukkan bahwa sistem kerak bumi sedang berupaya mencapai kondisi kestabilan kembali.
