Heboh 25 Negara Terdeteksi Varian Baru COVID-19 – Kemenkes: Belum Masuk RI
Heboh 25 Negara Terdeteksi Varian Baru COVID-19, Kemenkes: Belum Masuk RI
Pernyataan Kemenkes tentang Varian Cicada
Kementerian Kesehatan Indonesia memastikan bahwa varian baru virus Corona, yaitu BA.3.2 (disebut Cicada), belum terdeteksi di wilayah negara ini. Hal ini disampaikan sebagai respons terhadap laporan bahwa minimal 25 negara lain telah menemukan varian tersebut.
“Hingga akhir Maret 2026, varian BA.3.2 belum tercatat masuk ke Indonesia,” tutur Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, pada Kamis (2/5/2026).
Menurut Aji, Cicada merupakan turunan dari varian Omicron BA.3. WHO telah mengklasifikasikannya sebagai Varian Under Monitoring (VUM) sejak 5 Desember 2025. Sampai saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan peningkatan penyebaran atau tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan varian sebelumnya.
Status Varian dan Risiko
Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa Cicada belum menunjukkan kecenderungan meningkatkan angka kematian atau rawat inap. Dengan risiko kesehatan masyarakat yang dinilai rendah, pemerintah tidak langsung memberlakukan kebijakan pengetatan di sektor pemeriksaan masuk.
Varian yang Masih Dominan
Dalam situasi terkini, varian XFG tetap menjadi yang paling banyak terdeteksi, mencapai 57 persen. Varian LF.7 dan XFG 3.4.3 masing-masing berkontribusi 29 persen dan 14 persen. Kedua varian ini dianggap memiliki tingkat ancaman yang rendah.
Kemenkes tetap melakukan beberapa upaya seperti pengawasan (surveilans), pelaporan hasil penelitian secara rutin, dan pengujian sampel di laboratorium. Upaya ini bertujuan untuk memantau perkembangan penyakit secara dinamis.
Imbauan untuk Masyarakat
Aji mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kebersihan dan kesehatan, seperti mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menjaga pola makan seimbang, serta istirahat cukup. Masker juga dianjurkan digunakan saat berada di tempat umum atau sakit.
Masyarakat dapat mengakses informasi terkini mengenai kasus penyakit menular melalui situs resmi surkarkes.kemkes.go.id/ringkasan-kasus/home.
