Pembahasan Penting: Wapres janji cari solusi sejahterakan guru honorer di SD Kaniti Kupang
Janji Wakil Presiden untuk Meningkatkan Kesejahteraan Guru Honorer di SD Kaniti Kupang
Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan komitmen untuk menemukan solusi yang memperbaiki kesejahteraan para guru honorer serta guru kontrak (PPPK) di SD Inpres Kaniti. Pernyataan ini disampaikan langsung kepada para pendidik saat ia melakukan kunjungan ke sekolah tersebut, yang baru saja selesai direnovasi oleh pemerintah. “
Para guru, saya paham masih ada banyak tantangan, tapi kita akan terus berupaya mencari jalan keluar, terutama untuk PPPK dan tenaga honorer
” ujar Gibran kepada para pendidik SD Inpres Kaniti, Kupang, NTT, Senin (6/4) seperti dikutip dari siaran resmi Sekretariat Wapres yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Pada kesempatan serupa, Gibran menegaskan bahwa pemerintah memastikan tidak ada guru yang terkena dampak negatif akibat kebijakan reformasi. Koordinasi dilakukan bersama Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan pemerintah daerah untuk menghindari pengangkatan kembali tenaga pendidik. “
Maka, kemarin kami mengirim utusan dari Kemendagri dan Kemenkeu untuk diskusi panjang dengan Pak Gubernur. Tujuannya agar tidak ada yang ditempatkan kembali
” tambahnya.
Renovasi Sekolah dan Harapan Kepala Sekolah
Kepala Sekolah SD Inpres Kaniti, Yuliana Nenabu, mengapresiasi upaya pemerintah dalam memperbaiki fasilitas belajar-mengajar, karena sebelumnya bangunan sekolah berada dalam kondisi kurang memadai. Ia juga mengungkapkan kekhawatiran terkait perlindungan tenaga pendidik, khususnya 10 guru PPPK yang ada. “
Kami sampaikan keluhan bahwa jika 10 guru PPPK ditempatkan kembali, maka proses pendidikan di SD Kaniti akan terganggu sangat
” kata Yuliana kepada Gibran.
Kunjungan Gibran ke SD Inpres Kaniti merupakan yang kedua setelah pertemuan sebelumnya pada Mei 2025. Di kesempatan pertama, ia menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada para pendidik dan siswa. Renovasi SD Inpres Kaniti dilakukan pemerintah sebagai tindak lanjut perintah Presiden Prabowo Subianto, dengan durasi 90 hari kerja mulai 1 Oktober hingga 29 Desember 2025.
Detail Fasilitas Sekolah yang Diperbaiki
Revitalisasi sekolah mencakup pembangunan 11 ruang kelas lama, tiga ruang kelas baru, satu ruang administrasi, satu rumah dinas guru, serta satu unit toilet. Setelah meninjau hasil renovasi, Gibran juga memberikan semangat kepada para siswa agar lebih giat dalam belajar. “
Ruang kelas kini sudah layak, dibangun dengan baik. Anak-anak, adik-adik harus semangat belajar. Jangan biarkan tembok-tembok dicorat-coret
” pesannya kepada para murid yang didampingi guru.
SD Inpres Kaniti kini melayani 420 siswa yang terbagi dalam 16 rombongan belajar, dengan dukungan 25 guru dan dua tenaga kependidikan. Renovasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan kualitas pendidikan di daerah terpencil terus meningkat.
