Rencana Khusus: Dirut Perum Bulog cek gudang di Ngawi pastikan stok beras aman
Dirut Perum Bulog Cek Gudang di Ngawi Pastikan Stok Beras Aman
Sabtu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melakukan inspeksi ke gudang pangan di Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Dalam kunjungan tersebut, ia mengungkapkan bahwa stok beras nasional terpantau stabil, terutama dengan kondisi gudang yang penuh. “Kita bisa melihat, gudang di sini terisi penuh beras. Ini mencerminkan peningkatan signifikan dalam produksi pangan nasional, yang menunjukkan kemampuan pertanian Indonesia,” ujarnya.
Stok Terbesar Sejak Tahun 2025
Menurut Rizal, stok beras yang dikuasai Bulog per 3 April 2026 mencapai 4,4 juta ton. Angka ini menjadi rekor tertinggi dibandingkan capaian sebelumnya di tahun 2025, yang hanya sebesar 4,2 juta ton. “Stok 4,4 juta ton ini merupakan level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa ketersediaan beras masih memiliki potensi tumbuh karena saat ini baru memasuki bulan April.
“Bulog akan terus menyerap gabah dan beras dari petani, sehingga stok akan semakin meningkat. Proyeksi hingga akhir tahun nanti bisa mencapai 6 juta ton,”
Kebijakan Pemerintah dan Produksi Petani
Rizal menjelaskan bahwa kenaikan stok juga didorong oleh kebijakan pemerintah yang memberikan harga pembelian gabah kering panen di atas pasar, yaitu Rp6.500 per kilogram. Selain itu, bantuan alat pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian memberikan dorongan signifikan bagi produktivitas petani. “Produksi pertanian meningkat karena biaya pupuk turun, serta dukungan dari kebijakan pemerintah,” katanya.
Panen Raya di Desa Baderan
Dalam kunjungannya ke Ngawi, Rizal juga turut mengikuti panen raya musim tanam pertama tahun 2026 di Desa Baderan. Kabupaten Ngawi dipilih sebagai lokasi pemantauan karena dianggap sebagai sentra penghasil pangan nasional, dengan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai sekitar 770 ribu ton per tahun.
Ia menegaskan bahwa ketersediaan beras dalam gudang tetap terjaga kualitasnya, baik yang telah disimpan selama setahun maupun baru sekitar dua bulan. Rizal juga mengimbau masyarakat agar tidak mengkhawatirkan kebutuhan pangan nasional, mengingat proyeksi stok hingga akhir 2026 bisa mencapai 6 juta ton, yang cukup untuk memenuhi permintaan sepanjang tahun, meski ada risiko gangguan iklim seperti El Nino di tengah tahun.
