Strategi Penting: Pemkab Bogor jadi rujukan Seskoad dalam mitigasi bencana
Pemkab Bogor jadi contoh terbaik dalam studi tentang mitigasi bencana untuk para perwira siswa dari Seskoad LXVII
Kabupaten Bogor menjadi tempat pembelajaran bagi para perwira siswa dari Seskoad LXVII yang sedang mengikuti program Dikreg. Kunjungan tersebut dilakukan di Cibinong pada Senin, sebagaimana dijelaskan oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Forkopimda. Acara ini bertujuan memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah dengan TNI dan Polri dalam menghadapi ancaman bencana di wilayah.
Kebencanaan dan tata kelola wilayah yang kompleks
Rudy Susmanto menyampaikan bahwa kunjungan ini adalah peluang strategis untuk meningkatkan sinergi dalam pembangunan daerah serta pelayanan bagi masyarakat. Menurutnya, Kabupaten Bogor memiliki struktur administratif yang rumit, dengan 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan. Penduduknya pun menjadi yang terbesar di Indonesia, sehingga perlu pendekatan terpadu dalam penanggulangan bencana.
“Penanganan bencana kami fokus pada kecepatan dan koordinasi lintas sektor. Tenda pengungsian hanya sementara, sementara masyarakat diberi fasilitas hunian layak yang bisa diakses secara cepat,” ujarnya.
Infrastruktur dan kolaborasi dalam penguatan ketahanan nasional
Pemkab Bogor tidak hanya menangani bencana, tetapi juga mendorong upaya pencegahan melalui pembangunan infrastruktur. Contohnya, akses jalan di area terpencil yang berfungsi sebagai jalur evakuasi sekaligus memperkuat perekonomian warga. Rudy menekankan bahwa sinergi lintas sektor sangat penting dalam menciptakan daerah yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing.
KKL Wilhan: memperkuat sinergi dalam penanggulangan bencana
Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan Wilayah Pertahanan (KKL Wilhan) berlangsung dari 6–9 April 2026 di wilayah Kodam III/Siliwangi. Tema yang diusung adalah sinergi komponen bangsa dalam menghadapi bencana, sebagai upaya meningkatkan ketahanan nasional. KKL Wilhan menjadi bagian penting dalam pelatihan perwira siswa untuk memahami dinamika wilayah dan menerapkan pembinaan teritorial.
