Yang Dibahas: Mentan pastikan harga pupuk subsidi tak naik meski Hormuz ditutup

Pernyataan Mentan Soal Stabilitas Harga Pupuk Subsidi

Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa harga pupuk subsidi akan tetap stabil dan tidak ada kenaikan, meski Selat Hormuz ditutup. Ia menjelaskan langkah ini bertujuan menjaga kemampuan petani dalam mempertahankan produktivitas pertanian nasional. “Harga pupuk subsidi tidak akan mengalami perubahan, karena itu instruksi langsung dari Presiden,” ujarnya setelah rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa.

“Di era Bapak Prabowo Subianto, harga pupuk subsidi turun 20 persen, dan kuantitasnya ditingkatkan. Ini langkah luar biasa,” tambah Mentan.

Menurutnya, pemerintah telah melakukan strategi menurunkan biaya pupuk subsidi, yang dianggap sebagai pencapaian sepanjang sejarah Indonesia. Selain itu, ketersediaan pupuk subsidi juga ditingkatkan untuk memastikan kebutuhan input produksi tetap terpenuhi secara optimal di berbagai daerah sentra pertanian. Volume pupuk subsidi yang disiapkan untuk tahun 2026 mencapai 9,8 juta ton, sasarannya adalah 14,1 juta petani di seluruh negeri.

Keterangan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi menyatakan stok pupuk nasional tidak terganggu meski terjadi konflik di Selat Hormuz. “Stok aman, kita memiliki 1,29 juta ton, dan seluruh pabrik beroperasi dengan baik. Ini akan dipertahankan,” kata Rahmad dalam rapat yang sama.

“Selat Hormuz adalah jalur utama distribusi pupuk global, menyumbang sekitar 30 persen perdagangan pupuk setiap bulan. Namun, Indonesia tidak terdampak signifikan berkat kemandirian industri pupuk dalam negeri,” jelasnya.

Indonesia, kata Rahmad, tetap dalam kondisi aman dan stabil, bahkan menjadi penyelamat ekosistem pangan dunia. Sementara beberapa negara besar seperti Brasil, India, Australia, Thailand, dan Amerika Serikat mulai merasakan dampak gangguan pasokan pupuk global.

Sebelumnya, dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/4/2026), Rahmad juga menegaskan bahwa harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi tidak akan naik meski ada gejolak di Selat Hormuz. “HET sudah turun 20 persen, dan tidak ada rencana untuk kembali meningkatkan,” ujarnya.