Pasmar 2 libatkan ahli dan buka komunikasi soal peluru nyasar

Pasmar 2 Libatkan Ahli dan Buka Komunikasi Soal Peluru Nyasar

Surabaya – Komando Pasukan Marinir (Pasmar) 2 Surabaya menyatakan bahwa penyelidikan terkait insiden tembakan nyasar di sebuah sekolah menengah pertama (SMP Negeri) di Gresik, Jawa Timur, tengah difokuskan pada pemeriksaan teknis, partisipasi ahli, serta upaya komunikasi dengan para korban untuk memastikan proses penanganan berjalan transparan dan adil.

“Sekarang ini investigasi sudah berjalan, terdapat 119 kasus yang akan terus dikaji, serta peluru akan diuji tembak hingga jarak tertentu,” ujar Komandan Pasmar 2 Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto di Surabaya, Minggu.

Dalam penanganan awal, tindakan terhadap para korban sudah dilakukan sejak insiden pertama terjadi, termasuk penanganan medis, pengawasan, dan bantuan santunan. “Kami sudah memberikan perawatan dan kontrol ke salah satu korban, ibu dari anak yang terkena tembakan sudah menerima semua bantuan tersebut,” terangnya.

“Hanya saja, Bu Dewi masih menjadi korban yang belum kita temui, namun kami tetap terbuka untuk berkomunikasi dan mencari solusi terbaik,” tambah Mayjen Oni.

Untuk memastikan hasil yang akurat, uji balistik akan didukung oleh data teknis dari PT Pindad (Persero), agar analisis dapat dipertanggungjawabkan dan lebih mendetail. Penyelidikan ini juga bertujuan untuk memperjelas penyebab serta akibat dari tembakan nyasar tersebut.