Kebijakan Baru: MBG terus alami penyempurnaan dan pembenahan kebijakan

MBG terus alami penyempurnaan dan pembenahan kebijakan

Di Jakarta, program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mengalami proses penyesuaian dan perbaikan kebijakan secara nasional seiring berjalannya implementasi di lapangan. Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, dalam pernyataan tertulis menyebutkan bahwa pemerintah aktif melakukan koreksi terhadap kelemahan. “Kita tidak memandang kekurangan sebagai halangan, melainkan bagian dari upaya memperbaiki,” ujarnya, Selasa.

Meski begitu, Mardiono menekankan bahwa kekurangan ini tidak boleh digunakan sebagai alat untuk merusak kepercayaan masyarakat terhadap program yang jelas memberi manfaat kepada rakyat. Ia juga menolak klaim bahwa adanya oknum yang memanfaatkan MBG untuk kepentingan pribadi bisa menjadi alasan untuk menghentikan seluruh kebijakan. “Oknum yang menyimpang harus ditangani tegas, bukan programnya yang ditinggalkan,” tegasnya.

Dalam upaya meningkatkan efektivitas, pemerintah berkomitmen memperbaiki celah regulasi agar MBG lebih akuntabel dan tepat sasaran. Mardiono mengungkapkan bahwa berdasarkan pengamatan langsung, program ini mendapat dukungan luas dari masyarakat. “MBG adalah wujud kebutuhan dasar rakyat sekaligus pendorong perekonomian lokal. Jadi, tidak tepat jika ada laporan menyebutkan program ini gagal,” tambahnya.

Mardiono menambahkan bahwa arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto saat ini fokus pada transformasi mendasar tata kelola ekonomi nasional, termasuk memutus praktik lama yang merugikan negara. Ia menyoroti kebocoran dan korupsi dalam pengelolaan sumber daya alam, yang selama ini menjadi celah. “Presiden sedang melakukan koreksi besar agar kekayaan alam tidak hanya dinikmati segelintir pihak,” jelasnya.

Dalam kesimpulannya, Mardiono mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak dalam narasi yang memecah belah. “Ini adalah momen penting untuk mengarahkan bangsa ke jalur yang lebih adil. Pemerintah tetap berdiri di sisi rakyat,” pungkasnya.

“Ini adalah program yang menyentuh kebutuhan dasar rakyat, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Oleh karena itu, sangat tidak tepat jika ada pemberitaan yang menggiring opini seolah-olah program ini gagal,” katanya.