DKI kemarin – aksi premanisme lalu tiang provider roboh

DKI Kemarin: Peristiwa dan Peringatan Penting

Di hari Minggu (12/4), berbagai isu terkini mengemuka di DKI Jakarta yang tetap relevan untuk dibaca hari ini. Pemprov DKI mencatat beberapa aksi dan langkah penting, termasuk penindasan terhadap kegiatan premanisme, antisipasi risiko penyakit demam berdarah dengue (DBD) akibat El Nino, serta penyelidikan kasus tiang provider yang runtuh di Jakarta Barat.

Komitmen Menindak Premanisme

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan tindakan tegas terhadap premanisme akan terus dilakukan, terutama setelah kejadian di Tanah Abang. Insiden yang menimpa seorang sopir bajaj baru-baru ini menjadi penyebab utama keputusan tersebut.

“Tidak ada ruang untuk kompromi lagi. Untuk premanisme di Jakarta, saya sebagai Gubernur tidak ragu-ragu untuk menindaknya,” ujar Pramono saat memberikan keterangan di Bambu Apus, Jakarta Timur.

Kebutuhan Substitusi Plastik

Pramono juga menyebutkan kenaikan harga plastik sebagai kesempatan untuk mencari solusi inovatif. Ia menekankan pentingnya substitusi plastik sebagai wadah dalam rangka mengurangi penggunaannya secara bertahap.

“Kami harus berinovasi karena kebutuhan plastik sekarang perlu dikurangi. Ada keharusan untuk menemukan pengganti,” tambah Pramono di Jakarta.

Potensi Penyakit DBD Akibat El Nino

Wakil Gubernur DKI Rano Karno mengingatkan masyarakat akan risiko penyakit DBD yang diprediksi meningkat akibat dampak El Nino. Fenomena ini diperkirakan akan memperpanjang masa transisi musim, serta meningkatkan suhu di Jakarta dan Indonesia.

“DBD adalah penyakit pertama yang akan kita hadapi jika El Nino terjadi. Kami siap menghadapinya dengan persiapan yang matang,” jelas Rano Karno di Jakarta.

Dukungan untuk Aktivitas Keagamaan

Rano Karno menegaskan bahwa Pemprov DKI akan terus mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sosial yang inklusif. Termasuk, perayaan Nyepi dimasukkan dalam kalender kegiatan pemerintah.

Penyelidikan Kasus Tiang Provider

Kasus tiang provider yang runtuh dan mengenai dua rumah kontrakan di Jakbar sedang diteliti oleh pihak kepolisian. Polisi mengatakan bahwa proses penyelidikan masih dalam tahap pendalaman.

“Kalau untuk proses penyelidikan masih dilakukan pendalaman oleh pihak Reskrim,” kata Kasie Humas Polres Metro Jakbar AKP Wisnu Wirawan.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan baca selengkapnya di sumber terkait.