Skip to content
Nasional

PSI Heran Rencana Jokowi Blusukan Dipersoalkan

Tegar Ananda - tempatdonasi.com 4 mins read

New Policy: ew Policy - Kunjungan Joko Widodo, mantan presiden yang kini berstatus sebagai tokoh politik, ke berbagai daerah di Indonesia pada bulan Juni 2026

PSI Heran Rencana Jokowi Blusukan Dipersoalkan

PSI Heran Rencana Jokowi Blusukan Dipersoalkan

Tempatdonasi.com – Kunjungan Joko Widodo, mantan presiden yang kini berstatus sebagai tokoh politik, ke berbagai daerah di Indonesia pada bulan Juni 2026 menimbulkan reaksi beragam dari partai-partai politik. Salah satu reaksi yang mencolok datang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), di mana ketua harian partai tersebut, Ahmad Ali, mengungkapkan kekagetannya atas kritik yang muncul terhadap agenda blusukan Jokowi. Menurut Ali, tidak ada yang salah dari keinginan mantan presiden untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat di berbagai wilayah.

“Baru kali ini juga ada mantan presiden yang ingin berkeliling menemui rakyat, lalu diperdebatkan satu republik,” ujar Ali saat dihubungi pada Ahad, 21 Juni 2026.

Ali menekankan bahwa tindakan Jokowi dalam melakukan blusukan—yang berarti kunjungan tak terjadwal ke berbagai daerah—justru menjadi contoh bagus bagi tokoh politik lain. Ia menganggap kegiatan tersebut seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara pemimpin dengan rakyatnya, bukan justru dipertanyakan. Menurutnya, seorang mantan presiden yang kembali berkeliling Indonesia setelah menyelesaikan tugasnya adalah hal yang wajar dan layak.

Rencananya, Jokowi akan mengunjungi sejumlah provinsi seperti Nusa Tenggara Timur, Lampung, dan Jawa Barat selama bulan Juni 2026. Ali menilai rencana ini tidak hanya menunjukkan komitmen Jokowi terhadap masyarakat, tetapi juga menjadi tindakan yang bisa menjadi contoh bagi tokoh-tokoh lain. “Harusnya kita melihat ini sebagai sikap yang patut diteladani oleh para pemimpin,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Djarot Syaiful Hidayat, mengungkapkan keraguan terhadap motivasi di balik agenda blusukan Jokowi. Ia mempertanyakan apakah keinginan Jokowi untuk berkeliling daerah benar-benar bersifat spontan atau justru memiliki tujuan tertentu. “Apakah ini hanya bentuk penginginan pribadi atau ada upaya lebih besar di baliknya?” tanya Djarot.

“Barangkali untuk menetralisasi polemik soal ijazah palsu yang masih menggelayuti masyarakat,” jelas Djarot saat diwawancara di Jakarta Utara, pada Sabtu, 30 Mei 2026.

Djarot juga mengungkapkan bahwa blusukan Jokowi ke berbagai wilayah—termasuk Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Lampung—dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat solidaritas PDIP. Ia berargumen bahwa kehadiran Jokowi di daerah tersebut bukan sekadar konsolidasi partai, tetapi juga cara untuk menyampaikan pesan politik yang relevan. “PDIP justru akan semakin kuat membangun konsolidasi jika Jokowi bersama PSI melakukan blusukan di berbagai provinsi,” katanya.

Jokowi sendiri menjelaskan bahwa rencana blusukan tersebut tidak dirancang secara khusus sejak awal, melainkan sebagai bentuk respons terhadap undangan yang dia terima dari masyarakat di berbagai wilayah. Menurutnya, kegiatan ini lebih bersifat alami dan didasarkan pada permintaan dari rakyat. “Ya ini, kan, banyak undangan dari daerah yang meminta saya hadir,” ujarnya saat diwawancara di Solo, Jawa Tengah, pada Senin, 25 Mei 2026.

“Setelah kondisi kesehatan saya pulih, saya siap kembali berkeliling ke berbagai daerah. Ini bukan perjalanan khusus, melainkan bentuk apresiasi dari masyarakat,” kata Jokowi.

Kritik terhadap rencana blusukan Jokowi tampaknya semakin meningkat setelah isu ijazah palsu yang mengguncangnya kembali mencuat. Meski Jokowi mengklaim bahwa keinginan untuk berkeliling ke daerah-daerah berasal dari masyarakat, sejumlah pihak masih mempertanyakan apakah ada agenda politik yang lebih dalam. Djarot mengungkapkan bahwa blusukan tersebut bisa menjadi langkah strategis untuk memperbaiki reputasi Jokowi yang sempat goyah karena isu tersebut.

Ali, yang juga mantan Wakil Ketua Umum Partai NasDem, menegaskan bahwa agenda blusukan Jokowi tidaklah mungkin menjadi masalah besar bagi masyarakat. Ia menilai bahwa berinteraksi langsung dengan rakyat adalah tindakan yang baik, karena dapat membangun hubungan yang lebih personal dan transparan. “Sikap mantan pejabat yang berkeliling ke berbagai daerah justru bisa menjadi contoh yang bagus untuk tokoh lain,” katanya.

Persoalan seputar blusukan Jokowi juga menjadi bahan perdebatan dalam kalangan politik. Beberapa pihak menganggap ini sebagai upaya untuk memperkuat kembali suara akar rumput PDIP, sementara yang lain melihatnya sebagai tindakan yang bisa memicu kritik lebih lanjut. Ali menilai bahwa kritik yang muncul terhadap blusukan Jokowi justru menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam politik, yang justru baik karena mencerminkan kepedulian rakyat terhadap para tokoh yang pernah mereka pilih.

Djarot sendiri menambahkan bahwa PDIP harus siap menghadapi berbagai dinamika politik yang muncul. Ia berpendapat bahwa blusukan Jokowi bisa menjadi momentum untuk memperkuat ikatan partai dengan basis suara mereka. “PDIP akan semakin solid jika mereka bisa memanfaatkan kehadiran Jokowi sebagai bentuk penguatan keberadaan mereka di berbagai wilayah,” ujarnya.

Dengan berbagai perdebatan dan interpretasi, blusukan Jokowi menjadi fenomena yang menarik perhatian. Meski beberapa pihak masih mengkritiknya, ada juga yang melihat ini sebagai bentuk komunikasi yang lebih efektif antara pemimpin dan rakyat. Dalam konteks ini, PSI berharap bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi isu, tetapi juga menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi kehidupan politik nasional.

Join the discussion