Walkot Pekanbaru Sebut MBG Dorong Kenaikan PAD
Walkot Pekanbaru Sebut MBG Dorong Kenaikan PAD Special Plan - Program Special Plan yang diperkenalkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, khususnya Program Makan

Walkot Pekanbaru Sebut MBG Dorong Kenaikan PAD
Tempatdonasi.com – Program Special Plan yang diperkenalkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), telah menjadi faktor penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota tersebut. Menurut Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, PAD Kota Pekanbaru kini mencapai sekitar Rp1,2 triliun, naik dari sebelumnya sekitar Rp800 miliar. Peningkatan ini, menurut Agung, tidak terlepas dari keberhasilan Special Plan dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui pengalihan dana ke berbagai sektor terkait. “Program ini menjadi salah satu elemen utama dalam strategi pemerintah untuk meningkatkan PAD secara holistik,” jelasnya dalam wawancara pada Selasa, 23 Juni 2026.
MBG Meningkatkan Perputaran Ekonomi
Agung menekankan bahwa Special Plan tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada warga, tetapi juga memperkuat dinamika perekonomian lokal. “Penambahan PAD kota ini dipengaruhi oleh berbagai kebijakan, termasuk Special Plan yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi melalui transaksi yang meningkat di pasar tradisional dan toko-toko kecil,” ujar Agung. Ia menjelaskan bahwa keberadaan MBG, sebagai bagian dari Special Plan, mendorong permintaan konsumsi yang lebih stabil, sehingga memperkuat rantai pasok dan kegiatan usaha lokal.
Program Special Plan berdampak signifikan pada perputaran ekonomi kota. Dengan keberhasilan MBG, masyarakat lebih aktif berbelanja, baik untuk kebutuhan pokok maupun tambahan, yang mendorong peningkatan PAD. Kehadiran Special Plan juga menciptakan peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang dan berkontribusi pada perekonomian.
Dampak Pajak dan Retribusi Daerah
Dalam wawancara, Agung mengungkapkan bahwa peningkatan PAD terutama berasal dari sektor pajak dan retribusi. “Kenaikan signifikan terjadi pada pajak makanan dan minuman, serta retribusi daerah. Pada triwulan pertama tahun ini, pendapatan dari sektor ini melonjak 32 persen,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa Special Plan membantu memperkuat pendapatan daerah dengan menstimulasi transaksi ekonomi, termasuk meningkatkan penjualan di sektor pangan dan layanan.
Kenaikan PAD yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan efektivitas Special Plan dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Peningkatan transaksi di sektor makanan dan minuman, yang dipicu oleh MBG, berdampak langsung pada peningkatan pendapatan daerah. Selain itu, Special Plan juga memberikan dampak pada sektor pajak dan retribusi, yang terus berkontribusi pada stabilitas keuangan kota.
Kantin Sekolah Tidak Mengalami Penurunan Pendapatan
Agung membantah adanya pengurangan pendapatan kantin sekolah akibat MBG. “Pendapatan kantin tetap stabil karena pelajar masih berbelanja barang tambahan seperti camilan, minuman, dan buku pelajaran,” katanya. Ia menjelaskan bahwa Special Plan tidak hanya memenuhi kebutuhan pokok siswa, tetapi juga memperkuat hubungan antara pemerintah dengan pengelola kantin lokal. “Program ini menciptakan kesinambungan ekonomi yang berkelanjutan, termasuk meningkatkan daya beli masyarakat,” tambahnya.
Program Special Plan memastikan bahwa kantin sekolah tidak mengalami penurunan pendapatan, sebaliknya, mereka justru berperan sebagai penyangga ekonomi. Anak-anak sekolah tetap berbelanja di kantin, baik untuk kebutuhan tambahan maupun makanan murah yang tersedia. Ini menunjukkan bahwa Special Plan berdampak pada seluruh lapisan masyarakat, termasuk memperkuat kemandirian ekonomi sektor lokal.
Kelancaran Special Plan yang dimulai sejak beberapa bulan lalu telah menunjukkan hasil yang signifikan. Dalam beberapa minggu terakhir, aktivitas usaha di kawasan pasar dan pedagang kaki lima meningkat, seiring dengan kepastian permintaan dari anak sekolah dan keluarga miskin. “Masyarakat kini lebih aktif berbelanja karena ada kepastian permintaan dari program Special Plan,” kata Agung. Ia menyoroti bahwa Special Plan juga menjadi inisiatif yang berdampak luas, tidak hanya pada PAD, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Agung, Special Plan membuktikan bahwa kebijakan inklusif dapat menggerakkan perekonomian secara holistik. “MBG, sebagai bagian dari Special Plan, bukan sekadar bantuan sosial, tetapi juga pendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pemerintah daerah perlu terus mengembangkan inisiatif serupa,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa Special Plan berperan penting dalam memperkuat kapasitas kemandirian warga, terutama di bidang pangan dan kesehatan, serta menjadi contoh bagaimana kebijakan sosial dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas.
