Skip to content
Nasional

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Perkuat Peran Indonesia di Selat Malaka

Wahyu Kurniawan - tempatdonasi.com 4 mins read

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Perkuat Peran Indonesia di Selat Malaka Meeting Results - Dalam rangka memperingati Hari Pelaut Sedunia 2026, PT Pelabuhan

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Perkuat Peran Indonesia di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Perkuat Peran Indonesia di Selat Malaka

Tempatdonasi.com – Dalam rangka memperingati Hari Pelaut Sedunia 2026, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menegaskan pentingnya Indonesia mengoptimalkan peran strategis dalam jalur pelayaran internasional, terutama di Selat Malaka. Langkah ini bertujuan untuk memastikan negara ini tidak hanya menjadi jalur lintasan kapal, tetapi juga mampu mengekstrak manfaat ekonomi maksimal melalui layanan maritim yang lebih beragam. Dalam forum stratejik yang digelar di Jakarta, Achmad Muchtasyar, Direktur Utama Pelindo, menggarisbawahi bahwa keberadaan Selat Malaka menawarkan peluang besar bagi penguatan ekosistem pelayaran nasional.

Strategic Maritime Forum dan Kehadiran Stakeholder

Forum tersebut berlangsung sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan Hari Pelaut Sedunia, yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Senior Director Transportation Danantara Asset Management Wamildan Tsani Panjaitan, serta Kepala Badan Kebijakan Transportasi Irjen Capt. Hermanta. Kehadiran para pemangku kepentingan sektor maritim menegaskan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan keberhasilan Indonesia di bidang logistik dan perdagangan internasional. Achmad mengungkapkan bahwa selama ini, Selat Malaka berperan sebagai koridor utama perdagangan, tetapi kini waktunya Indonesia memperkuat posisinya sebagai pusat layanan maritim yang mampu berkontribusi pada perekonomian nasional.

“Selat Malaka bukan hanya jalur pelayaran internasional. Bagi Indonesia, kawasan ini adalah ruang strategis untuk memperkuat kedaulatan maritim sekaligus menangkap nilai ekonomi yang lebih besar dari aktivitas perdagangan dunia,” ujar Achmad Muchtasyar.

Menurut Achmad, keberhasilan Indonesia di sektor maritim harus didukung oleh penguatan layanan yang memadai, mulai dari pemanduan kapal hingga penyimpanan sementara. Dengan menyediakan infrastruktur yang terintegrasi, seperti pelabuhan modern dan sistem logistik yang efisien, Indonesia bisa mengubah statusnya menjadi pihak yang aktif dalam proses perdagangan global, bukan sekadar negara lintasan.

Salah satu langkah konkret yang diambil Pelindo adalah pengoperasian Nipa Transfer Anchorage Area (NTAA) di Perairan Nipa, Kepulauan Riau. Proyek ini mulai berjalan sejak Mei 2026 dan menjadi contoh nyata tentang komitmen perusahaan untuk memperkaya ekosistem maritim nasional. NTAA memberikan layanan kritis seperti transfer kapal ke kapal, penyimpanan sementara, serta penanganan logistik yang mendukung kegiatan pelayaran di sekitar Selat Malaka. Dengan adanya layanan tersebut, Pelindo berupaya memastikan aktivitas pelayaran dunia dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi Indonesia.

Kontribusi Pelaut Nasional dalam Transformasi Maritim

Achmad juga menekankan bahwa penguatan layanan maritim harus diiringi peningkatan kompetensi pelaut Indonesia. Kehadiran pelaut nasional dalam layanan pemanduan, penundaan, dan operasi kapal berpotensi meningkatkan keterlibatan mereka dalam bisnis internasional. “Pelaut Indonesia memiliki kompetensi dan ketangguhan yang telah diakui. Karena itu, penguatan ekosistem maritim nasional harus sekaligus menjadi ruang bagi pelaut Indonesia untuk mengambil peran yang lebih besar, baik di dalam negeri maupun di kawasan strategis internasional,” tambah Achmad.

Transformasi Pelindo menjadi penyedia layanan kepelabuhanan dan maritim terintegrasi tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mendorong kolaborasi antar sektor. Dengan pendekatan end-to-end, perusahaan tersebut berupaya memastikan seluruh aspek logistik dan pelayaran dapat terpadu, sehingga mampu meningkatkan daya saing Indonesia di pangkuan global. Selat Malaka, sebagai salah satu jalur pelayaran paling sibuk di dunia, menjadi titik fokus dalam strategi ini.

“Ketika aktivitas pelayaran dunia melintas di dekat wilayah kita, Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus mampu menyediakan layanan yang kuat, andal, dan bernilai tambah bagi kepentingan nasional,” tutur Achmad Muchtasyar.

Menurut Achmad, pengembangan layanan maritim di kawasan strategis seperti Selat Malaka juga berdampak pada keselamatan pelayaran dan lingkungan laut. Tingkat kepadatan kapal yang tinggi di wilayah tersebut menuntut pengelolaan yang lebih baik untuk mengurangi risiko kecelakaan laut, pencemaran, maupun kebocoran minyak yang bisa merusak ekosistem perairan Indonesia. “Penguatan layanan pandu, tunda, dan layanan maritim lainnya bukan semata-mata soal bisnis. Ini juga menyangkut keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan, dan kehadiran negara dalam menjaga ruang maritimnya,” kata Achmad.

Pelindo terus berupaya memperkuat kehadiran Indonesia dalam jaringan logistik internasional dengan meningkatkan konektivitas pelabuhan dan digitalisasi layanan. Hal ini sejalan dengan tujuan untuk memastikan Indonesia menjadi bagian penting dari rantai pasok dunia. Dengan layanan yang lebih lengkap, seperti ship to ship transfer dan floating storage, Pelindo memperlihatkan komitmen untuk menjadi mitra global yang andal dalam pelayaran.

Selat Malaka yang dikenal sebagai jalur lintasan kapal terpadat di dunia memang menjadi sentral perdagangan internasional. Namun, di balik kepadatan ini, ada potensi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Pelindo berperan aktif dalam mengubah potensi tersebut menjadi realitas dengan investasi pada infrastruktur dan layanan yang mendukung kegiatan maritim. Keberhasilan ini akan menjadi fondasi untuk ekspor dan impor yang lebih efisien, serta pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Join the discussion