Skip to content
Bisnis

Bank Mandiri Catat Laba Bersih Rp 23,3 Triliun

Tegar Utami - tempatdonasi.com 4 mins read

Bank Mandiri Catat Laba Bersih Rp 23,3 Triliun Special Plan - TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 23,3

Bank Mandiri Catat Laba Bersih Rp 23,3 Triliun

Bank Mandiri Catat Laba Bersih Rp 23,3 Triliun

Tempatdonasi.com – TEMPO.CO, Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 23,3 triliun selama periode Januari hingga Mei 2026. Berdasarkan laporan keuangan entitas induk Bank Mandiri (bank only), yang tidak mencakup kinerja atau data dari anak perusahaannya, angka tersebut meningkat 18,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam evaluasi kinerja, Bank Mandiri juga menyoroti peningkatan Return on Equity (ROE)—rasio profitabilitas yang menunjukkan efisiensi penggunaan modal pemilik saham untuk menciptakan keuntungan bersih—yang berada di level 20 persen. Angka ini menunjukkan konsistensi dalam manajemen keuangan dan strategi bisnis yang diterapkan.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menjelaskan bahwa pertumbuhan laba bersih dipengaruhi oleh strategi pemberdayaan sektor produktif melalui penyaluran kredit yang disertai pengendalian risiko secara ketat. “Kinerja yang dicapai mencerminkan eksekusi strategi yang terukur dan terus-menerus di berbagai lini bisnis, dengan pendekatan disiplin dalam mengelola risiko untuk menjaga pertumbuhan yang stabil dalam jangka panjang,” katanya dalam keterangan tertulis, pada Jumat, 26 Juni 2026.

“Kinerja ini merupakan hasil dari eksekusi strategi yang terukur dan konsisten di seluruh lini bisnis, dengan pengelolaan risiko yang disiplin dan penuh kehati-hatian untuk menjaga pertumbuhan tetap sehat dalam jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, pada Jumat, 26 Juni 2026.

Sebagai bagian dari upaya penguatan portofolio, Bank Mandiri juga menyoroti kenaikan volume kredit hingga akhir Mei 2026. Menurut data yang dirilis, total kredit mencapai Rp 1.580 triliun, naik 20,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh penyaluran ke sektor-sektor yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi, seperti hilirisasi industri dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam menjaga keseimbangan likuiditas, Bank Mandiri juga mencatat peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 22 persen secara tahunan menjadi Rp 1.716 triliun. Kontribusi utama datang dari dana murah (Current Account and Saving Account/CASA), di mana giro mencapai Rp 664 triliun dan tabungan sebesar Rp 559 triliun. Selain itu, total aset Bank Mandiri mencapai Rp 2.306 triliun, naik 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Strategi tersebut tidak hanya fokus pada ekspansi bisnis, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan kepada nasabah. Novita menegaskan bahwa Bank Mandiri terus mengembangkan inovasi dalam produk keuangan untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas, termasuk masyarakat ekonomi menengah. “Kami memastikan bahwa setiap pertumbuhan yang dicapai tidak hanya didasarkan pada volume, tetapi juga pada nilai tambah yang diberikan kepada pelanggan,” tambahnya.

Dalam konteks ekonomi nasional, peningkatan laba bersih Bank Mandiri terjadi di tengah kondisi pasar yang dinamis. Meski terdapat tantangan seperti inflasi yang moderat dan kebijakan moneter yang konservatif, bank ini berhasil mempertahankan daya saingnya melalui optimisasi biaya operasional dan pengembangan layanan digital. Novita mengatakan bahwa komitmen untuk digitalisasi menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi dan memperluas basis pelanggan.

Pilihan Editor: Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 7,35 Triliun per Februari 2026

Sebagai bagian dari program pemberdayaan usaha mikro, Bank Mandiri juga mencatatkan penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) hingga Februari 2026 yang mencapai Rp 7,35 triliun. Angka ini menunjukkan upaya bank untuk mendukung kebutuhan finansial masyarakat kecil dan menengah, sekaligus mengurangi risiko penyaluran melalui pemantauan kehati-hatian.

Dalam laporan terpisah, Bank Mandiri menyebutkan bahwa penyaluran KUR terus bergerak stabil seiring percepatan transaksi dalam bidang UMKM. Program ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan partisipasi UMKM dalam perekonomian nasional. “Kami berkomitmen untuk menjadi mitra utama dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah, terutama dalam kondisi ekonomi yang terus berubah,” imbuh Novita.

Analisis kinerja Bank Mandiri selama Januari-Mei 2026 menunjukkan bahwa pencapaian profit dan peningkatan kredit tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang mendukung sektor produktif. Penyesuaian kebijakan moneter dan perlindungan aset tambahan juga berperan dalam menjaga stabilitas finansial bank. Dengan pertumbuhan yang konsisten, Bank Mandiri terus menjadi salah satu pelaku utama dalam industri perbankan Indonesia.

Perluasan jaringan layanan dan peningkatan penggunaan teknologi juga menjadi strategi jangka panjang Bank Mandiri. Dengan memperkuat infrastruktur digital, bank ini berharap dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dan meningkatkan transaksi secara signifikan. “Digitalisasi tidak hanya menjadi alat untuk efisiensi operasional, tetapi juga untuk menumbuhkan ekosistem keuangan yang inklusif,” tutur Novita.

Kinerja yang baik di semester pertama tahun 2026 memberikan harapan positif untuk pencapaian lebih besar di tahun berikutnya. Bank Mandiri berencana memperbesar volume kredit dan memperluas layanan ke sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Dengan proyeksi ekonomi yang membaik, strategi ini diperkirakan akan memberikan

Join the discussion