Rencana Khusus: KSAU dorong jajarannya tingkatkan kualitas alutsista dan SDM
KSAU Dorong Jajaran Tingkatkan Kualitas Alutsista dan SDM
Jakarta – Dalam upacara perayaan ulang tahun ke-80 TNI Angkatan Udara (AU), Kepala Staf AU Marsekal TNI Mohammad Tonny Harjono menekankan pentingnya peningkatan kualitas alutsista dan sumber daya manusia (SDM) sebagai langkah untuk memperkuat kemampuan pertahanan negara. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan TNI AU dalam menjalankan tugas harus didukung oleh dua aspek utama ini, terutama untuk bisa bersaing dengan perkembangan teknologi senjata terkini.
Peningkatan Alutsista dan SDM sebagai Kunci Adaptasi
Menurut Tonny, TNI AU saat ini sedang memperkenalkan sejumlah alutsista baru, mulai dari pesawat tempur hingga sistem radar canggih. Peralatan tersebut, yang dipastikan menggunakan teknologi terbaru, akan menjadi bagian penting dalam memperkuat kekuatan udara. Namun, ia menekankan bahwa alutsista yang baik tidak cukup jika personel tidak memiliki kualitas yang memadai.
Kekuatan utama tetap terletak pada kualitas manusia yang mengawakinya,” ujar Tonny dalam amanatnya.
Untuk itu, ia mendorong seluruh jajaran untuk meningkatkan kemampuan SDM agar bisa menguasai seluruh aspek pertahanan, baik secara teknis maupun operasional. Dukungan terhadap SDM juga harus diimbangi dengan perbaikan infrastruktur pertahanan dan program pelatihan guna memastikan operasional alutsista berjalan optimal.
Peralatan Baru yang Diperoleh TNI AU
TNI AU baru saja menerima tiga pesawat tempur Rafale dari Prancis, yang merupakan bagian dari total 42 unit yang dibeli Kementerian Pertahanan. Selain itu, tahun ini juga ada dua pesawat angkut A400M produksi Airbus, yang menjadi yang terbesar pernah dimiliki oleh AU. Dua pesawat ini diharapkan bisa meningkatkan kapasitas transportasi dan operasional.
Dalam jangka mendatang, TNI AU juga berencana memperluas armada tempur dengan membeli pesawat KF21 buatan Korea Selatan serta Kaan dari Turki. Langkah ini bertujuan memastikan kekuatan udara tetap relevan dan siap menghadapi tantangan dinamika pertahanan global.
