Ngawi Penyangga Swasembada Pangan Nasional
Ngawi Penyangga Swasembada Pangan Nasional Perkembangan Sektor Pertanian dan Investasi New Policy - Kabupaten Ngawi terus mengambil langkah strategis untuk

Ngawi Penyangga Swasembada Pangan Nasional
Perkembangan Sektor Pertanian dan Investasi
Tempatdonasi.com – Kabupaten Ngawi terus mengambil langkah strategis untuk memperkuat dua bidang kunci, yakni menjaga posisi sebagai penyuplai pangan nasional dan mendorong pertumbuhan investasi daerah. Dalam kepemimpinan Bupati Ony Anwar Harsono, fokus pembangunan daerah bertujuan meningkatkan sektor pertanian, memperluas hilirisasi industri berbasis hasil alam, membangun kemandirian fiskal, serta memastikan tata kelola pemerintahan yang transparan.
Salah satu upaya utama untuk menjaga kestabilan pangan adalah penerapan Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan versi 2.0. Sekarang, program ini mencakup luas lahan sekitar 35 ribu hektare. Teknologi smart farming, yang didorong oleh komunitas petani muda, juga menjadi andalan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan menarik minat generasi muda berpartisipasi dalam sektor pertanian. Metode ini diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap produktivitas serta ketahanan pangan, terutama dalam menghadapi tantangan memperoleh tanah pertanian.
Kebijakan pemerintah Ngawi menekankan bahwa ketahanan pangan tetap menjadi prioritas. Bupati Ony menyampaikan bahwa daerah ini bertindak sebagai penyangga swasembada pangan nasional, yang memiliki peran penting dalam memastikan pasokan pangan nasional tetap aman. Proyeksi produksi padi pada 2026 ditargetkan mencapai 776 ribu ton gabah kering giling (GKG), namun hingga kuartal pertama tahun tersebut, realisasi produksi telah mencapai 195.620 ton. Capaian ini didukung oleh Indeks Pertanaman (IP) sebesar 2,8 serta produktivitas gabah rata-rata 6,04 ton per hektare.
Pelaku Ekonomi dan Transformasi Pelayanan
Dalam bidang ekonomi, Pemkab Ngawi terus mengoptimalkan pelayanan investasi. Reformasi birokrasi dianggap sebagai faktor utama peningkatan minat investor. Konsep “Ngawi Ramah” diterapkan untuk memudahkan proses perizinan, mengurangi birokrasi, serta menjaga transparansi. Hasilnya, realisasi investasi meningkat drastis, dari Rp 284 miliar pada 2021 menjadi Rp 1,3 triliun hingga semester pertama 2026. Bupati Ony memprediksi, pemerintah akan mencapai target investasi Rp 3 triliun tahun ini.
“Kami optimistis bisa mencapai target Rp 3 triliun hingga akhir tahun ini,” ujar Bupati Ony Anwar Harsono.
Dengan meningkatkan kualitas layanan, pemerintah menghadirkan lingkungan investasi yang menarik. Saat ini, ada 38 perusahaan, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), yang telah beroperasi di Ngawi. Perusahaan-perusahaan tersebut telah menyumbang lebih dari 22 ribu tenaga kerja lokal, yang menjadi bukti peningkatan kepercayaan dunia usaha terhadap daerah ini. Pemkab juga fokus pada pengembangan kawasan agropolitan seluas 1.200 hektare, yang bertujuan mendorong hilirisasi hasil pertanian dan memperkuat nilai tambah produk lokal.
Kebijakan Fiskal dalam Tantangan Ekonomi
Meski menghadapi tantangan fiskal karena penurunan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp 257 miliar, Pemkab Ngawi tetap menjaga kesehatan keuangan daerah. Langkah penyesuaian belanja dilakukan tanpa mengorbankan pelayanan publik. Inisiatif rasionalisasi belanja operasional dan pengurangan kegiatan seremonial menjadi bagian dari upaya efisiensi. Selain itu, pemerintah menerapkan moratorium penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk menghemat anggaran.
Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerintah Ngawi memperkenalkan berbagai inovasi. Salah satunya adalah program “Gropyokan PKB,” yang dijalankan secara langsung ke kawasan industri dan pabrik untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Dukungan juga diberikan kepada layanan PBB-P2 Self Service yang terus diperluas, sehingga masyarakat bisa memenuhi kewajibannya secara lebih mudah. Strategi ini memastikan program prioritas seperti kesehatan dan pendidikan tetap berjalan lancar meski ada tekanan anggaran.
Tata Kelola Pemerintahan dan Penguatan Integritas
Dalam aspek tata kelola pemerintahan, Ony menegaskan bahwa pencegahan korupsi tidak hanya berupa pencapaian indikator penilaian, melainkan juga budaya integritas yang mendarah daging di lingkungan birokrasi. Kenaikan skor Monitoring Center for Prevention (MCP) menjadi 94 menunjukkan penguatan sistem pengawasan internal. Langkah ini diwujudkan melalui tiga garis pertahanan, yaitu pemanfaatan e-Katalog dalam pengadaan barang dan jasa, digitalisasi layanan kependudukan untuk menekan praktik pungutan liar, serta manajemen talenta yang menutup celah jual beli jabatan.
Kebijakan digitalisasi juga dijalankan untuk mempercepat proses administrasi. Penggunaan teknologi dalam layanan kependudukan menjadi salah satu upaya meningkatkan transparansi dan mengurangi potensi korupsi. Selain itu, sistem manajemen talenta diterapkan untuk memastikan kualifikasi dan keandalan pegawai. Strategi tersebut tidak hanya menjaga efisiensi operasional, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang adil dan akuntabel.
Pengembangan Infrastruktur dan Pendekatan Berkelanjutan
Ngawi juga berupaya memperkuat infrastruktur dan sistem distribusi pangan. Peningkatan kualitas jalan, pengelolaan air irigasi, serta pemanfaatan teknologi informasi menjadi bagian dari upaya memastikan akses distribusi yang optimal. Dukungan ini membantu pengembangan pasar pertanian, menjaga ketersediaan stok, dan mempercepat arus bahan pangan ke konsumen.
Program pembangunan berkelanjutan juga ditekankan dalam mengelola sumber daya alam. Melalui pengembangan kawasan agropolitan, daerah ini mengintegrasikan pertanian dengan industri, sehingga meningkatkan daya saing produk lokal. Keberlanjutan lingkungan menjadi perhatian utama, terutama dalam mengelola lahan pertanian secara efektif. Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya untuk generasi mendatang.
Dengan kombinasi inovasi di bidang pertanian, investasi, dan tata kelola pemerintahan, Ngawi terus menjadi contoh daerah yang mampu menjaga swasembada pangan nasional. Kebijakan yang dijalankan mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan
