Mengatasi Masalah: Saudi desak AS cabut blokade di Selat Hormuz
Saudi Minta AS Berhenti Blokade Selat Hormuz dan Kembali Berunding dengan Iran
Istanbul – Arab Saudi meminta Amerika Serikat untuk mengakhiri penghalang di Selat Hormuz dan melanjutkan dialog dengan Iran, demikian laporan dari Wall Street Journal, Selasa. Sumber dari pejabat regional mengatakan bahwa langkah ini dilakukan setelah kesepakatan antara Washington dan Teheran gagal tercapai dalam pertemuan di Islamabad, Pakistan, akhir pekan lalu.
Penyebab Blokade
Blokade angkatan laut oleh AS dimulai Senin (13/4) pukul 14.00 GMT atau 21.00 WIB. Tindakan ini diambil setelah pertemuan yang tidak menghasilkan kesepakatan. Kesepakatan tersebut sebelumnya diperkirakan akan berlangsung selama dua minggu, sebagai bagian dari upaya mengakhiri serangan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari lalu. Serangan itu telah menewaskan lebih dari 1.400 orang.
Kekhawatiran Saudi
Laporan menyebutkan bahwa Arab Saudi khawatir blokade oleh Trump memicu peningkatan ketegangan dan mengganggu jalur pelayaran kritis lain. Dengan blokade, Iran bisa membalasnya dengan menutup Bab al-Mandab, titik rawan di Laut Merah yang menjadi jalur utama ekspor minyak Saudi.
“Negara-negara Teluk tidak ingin perang berakhir dengan Iran menguasai Selat Hormuz, jalur kehidupan ekonomi mereka,” tulis laporan. “Namun, banyak pihak, termasuk Arab Saudi, menginginkan AS menyelesaikan isu ini melalui meja perundingan dan berusaha keras memulai pembicaraan kembali,” tambahnya.
Meski menunjukkan sikap keras, AS dan Iran tetap aktif berkoordinasi dengan mediator. Kedua belah pihak terbuka untuk negosiasi jika masing-masing menunjukkan fleksibilitas yang cukup.
