Skip to content
Nasional

Perlancar Distribusi Hasil Pertanian, Jalan Rusak 3 Kilometer di Humbang Hasundutan Mulai Rekonstruksi lewat TKD Tambahan

Wahyu Kurniawan - tempatdonasi.com 4 mins read

Rekonstruksi Jalan Rusak 3 Kilometer di Humbang Hasundutan Dimulai Melalui TKD Tambahan Upaya Memperbaiki Akses Logistik dan Mobilitas Masyarakat Key Strategy

Perlancar Distribusi Hasil Pertanian, Jalan Rusak 3 Kilometer di Humbang Hasundutan Mulai Rekonstruksi lewat TKD Tambahan

Rekonstruksi Jalan Rusak 3 Kilometer di Humbang Hasundutan Dimulai Melalui TKD Tambahan

Upaya Memperbaiki Akses Logistik dan Mobilitas Masyarakat

Tempatdonasi.com – Kabupaten Humbang Hasundutan tengah fokus pada pemulihan infrastruktur jalan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di akhir tahun 2025. Ruas jalan Parbotihan–Pulo Godang–Temba, yang mencakup panjang 18,5 kilometer, menjadi prioritas utama dalam program rekonstruksi yang menggunakan dana Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan Tahun Anggaran 2026. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat distribusi hasil pertanian dan memperkuat koneksi antar daerah, terutama dengan Kabupaten Tapanuli Tengah serta jalur provinsi Onan Ganjang–Pakkat.

Proses pembahasan prioritas ini dilakukan dalam acara Asistensi Penggunaan TKD Tambahan, yang dihadiri oleh Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri dan Satgas PRR. Pertemuan berlangsung di Ruang Inspirasi Kantor Bupati Humbang Hasundutan, Rabu, 1 Juli 2026. Dalam paparan dinas terkait, dijelaskan bahwa kondisi jalan saat ini mengalami kerusakan signifikan, termasuk longsoran mencapai 937 meter, bagian jalan rusak sepanjang 2 kilometer, serta kerusakan pada jembatan hingga 31 meter.

Ruas jalan tersebut tidak hanya sebagai jalur utama ke kawasan pertanian, tetapi juga akses penting menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pasar di Kecamatan Pakkat. Selain itu, jalan ini menjadi jalur strategis untuk pengunjung destinasi wisata Seribu Gua, yang merupakan daya tarik ekonomi lokal. Dengan kondisi saat ini, akses ke lokasi-lokasi ini terganggu, sehingga memperlambat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Pembangunan Jembatan dan Pekerjaan Fisik

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Humbang Hasundutan mengusulkan perbaikan sepanjang 3 kilometer jalan yang terkena dampak bencana. Anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp23,78 miliar, termasuk pembangunan kembali jembatan yang rusak. Menurut Kabid Bina Marga, Tulus Sipahutar, selama ini upaya pemulihan masih bersifat sementara, seperti penggunaan material darurat untuk menahan kondisi jalan.

“Dana TKD sebelumnya hanya bisa digunakan untuk penahanan jalan, belum memperbaiki kerusakan permanen,” ujar Tulus Sipahutar.

Kini, dengan dana tambahan, pemerintah lokal mulai memulai proyek jangka panjang. Proses pengadaan pekerjaan fisik sedang berjalan, dengan beberapa paket menggunakan mekanisme pengadaan langsung, sementara dua paket lainnya melalui sistem e-Katalog Mini Competition. Tahapan pengunggahan dokumen pengadaan juga sedang dikerjakan untuk memastikan kejelasan prosedur.

Tulus menegaskan, upaya ini diharapkan selesai kontrak pada Juli 2026, dan anggaran sekitar 85 persen bisa terserap hingga Oktober 2026. “Kita berupaya agar progres pengerjaan cepat, sehingga akses masyarakat kembali normal,” tambahnya.

Langkah Khusus untuk Mengatasi Kerusakan Sementara

Sementara pekerjaan permanen berlangsung, jembatan yang rusak tetap ditempati oleh struktur darurat berupa jembatan Bailey. Material pasir dan batu (sirtu) dari area terdampak digunakan untuk memperbaiki permukaan jalan, agar aktivitas transportasi tidak sepenuhnya terhenti. Upaya ini bertujuan menjaga kelancaran mobilitas sehari-hari warga, terutama pada saat pengerjaan masih dalam tahap awal.

Panduan Pemanfaatan Dana TKD Tambahan

Rekonstruksi jalan ini berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.3/1084/SJ, yang mengizinkan penggunaan dana TKD Tambahan untuk proyek pascabencana. Butir keempat poin C menyebutkan bahwa daerah terdampak bisa memanfaatkan anggaran untuk perbaikan lingkungan kawasan dan pembangunan sarana umum, seperti jembatan dan jalan.

Kasubdit Wilayah I Direktorat Perencanaan Anggaran Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Fernando H. Siagian, memberikan arahan bahwa dana tersebut harus benar-benar digunakan di wilayah yang terkena bencana. “Jangan sampai dana bantuan terlalu lama di Kecamatan A, sementara pengerjaan beralih ke Kecamatan B,” tegasnya.

Siagian menekankan pentingnya konsistensi dalam penggunaan dana, agar manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat. Dengan pencairan TKD Tambahan, diharapkan ada peningkatan kualitas infrastruktur, sehingga distribusi hasil pertanian bisa lebih efisien. Selain itu, akses ke pendidikan, kesehatan, dan pusat ekonomi kembali stabil, serta kebangkitan aktivitas wisata terdorong.

Harapan untuk Pemulihan Konektivitas Wilayah

Rekonstruksi jalan Parbotihan–Pulo Godang–Temba menjadi bagian dari rencana nasional untuk memulihkan infrastruktur yang rusak akibat bencana. Dengan proyek ini, kabupaten tersebut mengharapkan akses antar wilayah yang terputus kembali lancar. Ini tidak hanya mendukung distribusi hasil pertanian, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di daerah terdampak.

Kondisi jalan yang rusak selama ini membatasi aksesibilitas, sehingga warga mengalami kesulitan mengangkut komoditas pertanian ke pasar atau destinasi ekonomi lainnya. Selain itu, pengunjung wisata juga terganggu, karena perjalanan ke Seribu Gua jadi lebih sulit. Dengan perbaikan infrastruktur, diperkirakan ada peningkatan kegiatan ekonomi dan aksesibilitas, yang sangat penting bagi perkembangan daerah.

Kebutuhan untuk memulihkan jalur ini semakin mendesak, mengingat peran jalan sebagai tulang punggung ekonomi dan transportasi lokal. Proses rekonstruksi yang dimulai sekarang diperkirakan akan mengubah kondisi jalan menjadi lebih kuat dan tahan banting. Selain itu, pemerintah menargetkan penyerapan anggaran yang memadai untuk memastikan proyek berjalan efektif.

Dengan menggabungkan dana TKD Tambahan, diharapkan pembangunan bisa lebih cepat selesai, sehingga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Proses ini menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah memanfaatkan dana tambahan untuk mengatasi masalah infrastruktur yang terdampak bencana. Selain itu, itulah bagian dari upaya nasional memperkuat resiliensi daerah terhadap bencana alam.

Kontribusi untuk Pembangunan Berkelanjutan

Pemulihan jalan Parbotihan–Pulo Godang–Temba menjadi momentum penting untuk memperkuat koneksi daerah. Dengan akses yang lebih baik, masyarakat di Kecamatan Pakkat dan sekitarnya bisa lebih mudah mengakses sumber daya, termasuk sarana pendidikan dan kesehatan. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga membantu pembangunan berkelanjutan, dengan mengurangi hambatan transportasi

Join the discussion