Skip to content
Nasional

Humbang Hasundutan Perkuat Mitigasi Bencana, Siapkan Posko hingga Mobil Tangki Air

Sinta Kurniawan - tempatdonasi.com 4 mins read

dutan New Policy - Dalam rangka meningkatkan persiapan menghadapi ancaman bencana di wilayah Sumatera, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbang) telah

Humbang Hasundutan Perkuat Mitigasi Bencana, Siapkan Posko hingga Mobil Tangki Air

Penguatan Mitigasi Bencana di Humbang Hasundutan

Tempatdonasi.com – Dalam rangka meningkatkan persiapan menghadapi ancaman bencana di wilayah Sumatera, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbang) telah memulai perbaikan sistem mitigasi bencana. Upaya ini melibatkan penguatan kelembagaan, pengembangan infrastruktur darurat, serta kesiapsiagaan terhadap musim kemarau yang diperkirakan dipengaruhi fenomena El Niño. Langkah-langkah tersebut disusun setelah pendampingan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) dalam pemanfaatan dana Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan Anggaran 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Bupati Humbang, Rabu, 1 Juli 2026.

Kesiapsiagaan Darurat dan El Niño

Koordinator Media Posko Nasional Satgas PRR, Kastorius Sinaga, menegaskan bahwa pemerintah daerah harus segera mengaktifkan posko darurat sebagai pusat koordinasi dalam menghadapi berbagai risiko bencana hidrometeorologi. Ia menyoroti bahwa fenomena El Niño, kekeringan, serta ancaman kebakaran hutan dan lahan akan memberi dampak signifikan pada kondisi wilayah. “Mendagri (Tito Karnavian) meminta agar setiap kabupaten memiliki posko untuk mitigasi bencana. Kita tahu, El Niño akan memengaruhi kondisi cuaca, sehingga perlu siap sejak dini,” jelas Kastorius.

“Posko tidak hanya berfungsi saat bencana terjadi, tetapi juga menjadi tempat pengumpulan informasi, pemantauan, dan percepatan respons. Ini sangat penting agar semua sektor bisa terlibat secara sinergis,” kata Kastorius.

Koordinator tersebut menambahkan bahwa penguatan sistem mitigasi harus mencakup peningkatan kapasitas kelembagaan daerah dan kerja sama lintas sektor. Dengan demikian, pemerintah dapat menangani kondisi darurat lebih efektif dan mempercepat pemulihan pasca-bencana. Selain itu, Satgas PRR juga menekankan pentingnya melibatkan para kepala desa dalam upaya pencegahan, terutama untuk mengantisipasi kebakaran hutan yang sering terjadi pada musim kemarau.

El Niño dan Persiapan Pemadaman Api

Pada 29 Juni 2026, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa BMKG memprediksi Indonesia akan memasuki periode El Niño. “Dampaknya meliputi kekurangan air dan peningkatan risiko karhutla (kebakaran hutan dan lahan),” ujar Tito. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah harus segera memperkuat satgas darurat dan memastikan koordinasi yang terstruktur untuk menghadapi kondisi tersebut.

“Satgas darat di setiap kabupaten, kota, dan provinsi harus aktif secara maksimal. Kepala desa juga harus terlibat aktif dalam pencegahan kebakaran agar dapat ditangani secepat mungkin,” tambah Tito.

Pemerintah Humbang Hasundutan, sejalan dengan arahan Mendagri, tengah mengintegrasikan berbagai sektor dalam upaya mitigasi. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat, Pahala H. L. Lumban Gaol, menjelaskan bahwa penguatan mitigasi dilakukan secara lintas sektor untuk menciptakan kesiapsiagaan yang lebih menyeluruh. “Kesiapsiagaan daerah perlu terpadu agar semua sumber daya bisa bekerja maksimal saat bencana terjadi,” katanya.

Infrastruktur Penanggulangan Bencana

Dalam rangka mendukung respons darurat, Pemkab Humbang juga mengupayakan pembuatan regulasi penanggulangan bencana yang akan dijalankan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Selain itu, perangkat daerah yang menangani kebakaran hutan akan meningkatkan armada pemadam untuk antisipasi kejadian yang mungkin terjadi. “Kita sedang memperkuat kekuatan pemadam api, terutama untuk menghadapi karhutla yang sering terjadi saat musim kemarau,” ungkap Pahala.

Upaya mitigasi juga mencakup pengadaan ambulans baru untuk menggantikan kendaraan yang rusak. Dengan demikian, pelayanan kedaruratan pada saat bencana dapat berjalan optimal. “Kendaraan yang sebelumnya sudah ada perlu diperbarui agar bisa lebih responsif dalam menangani situasi darurat,” jelas Pahala.

Platform Digital untuk Pendataan Bencana

Pemkab Humbang sedang mengembangkan aplikasi pendataan dampak bencana untuk mempercepat identifikasi dan pelaporan saat kejadian terjadi. “Aplikasi ini akan menjadi alat yang efektif dalam menangani data secara cepat dan akurat,” kata Pahala. Ia menjelaskan bahwa sistem ini dirancang agar semua pihak dapat merespons bencana secara lebih koordinatif dan terorganisir.

“Kita juga sedang membangun aplikasi untuk pendataan dampak bencana, sehingga jika terjadi bencana di waktu mendatang, kita bisa laksanakan identifikasi yang lebih cepat dan andal,” kata Pahala.

Di samping itu, pemerintah daerah berencana mengadakan mobil tangki air untuk mengatasi kekeringan yang diprediksi melanda wilayah akibat El Niño. “Mobil tangki ini akan membantu mendistribusikan air ke area yang mengalami kekurangan, sehingga masyarakat dapat tetap dijaga kenyamanannya,” ujarnya. Penguatan sistem komunikasi kebencanaan juga menjadi bagian penting dari rencana ini.

Koordinasi Informasi dan Komunikasi

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Humbang Hasundutan, Adrianus Mahulae, menyatakan bahwa pemerintah daerah sedang mempersiapkan pusat pengendalian informasi yang terintegrasi. “Command center kita belum memiliki, jadi harus segera dibangun agar semua informasi bisa diproses secara cepat dan akurat,” kata Adrianus.

Persiapan ini bertujuan untuk memperkuat sistem komunikasi kebencanaan, terutama saat kondisi darurat terjadi. Adrianus menambahkan bahwa pusat pengendalian ini akan menjadi pusat pengumpulan dan distribusi informasi terkait bencana. “Dengan adanya command center, kita bisa mengurangi hambatan komunikasi antar sektor dan membuat penanganan bencana lebih terarah,” katanya.

Infrastruktur Telekomunikasi

Selain itu, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan menara telekomunikasi di Kecamatan Tarabintang. “Menara ini akan memperkuat jaringan komunikasi, terutama saat keadaan darurat menghimpit seluruh wilayah

Join the discussion