Key Issue: BRIN kembangkan BRINlock, teknologi infrastruktur pantai pemecah ombak

BRIN kembangkan BRINlock, teknologi infrastruktur pantai pemecah ombak

Key Issue – Dari Jakarta, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) memperkenalkan inovasi terbaru berupa pemecah ombak bernama BRINlock, yang dirancang untuk memperkuat struktur pelabuhan dan bangunan pantai. Teknologi ini menghadirkan solusi inovatif di tengah tantangan perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut, yang semakin mengancam wilayah pesisir Indonesia. BRINlock, sebagai unit lapisan pelindung generasi terbaru, menawarkan alternatif efektif untuk mengatasi keterbatasan bahan alam berukuran besar serta kebutuhan efisiensi material dalam proyek pembangunan infrastruktur pesisir.

Desain Unggul untuk Stabilitas dan Efisiensi

Menurut Peneliti Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) BRIN, M. Zuhdan Jauzi, BRINlock dibuat dengan konsep lapisan tunggal yang dirancang untuk meningkatkan stabilitas hidrolik secara signifikan. “Teknologi ini memiliki karakter interlocking kuat, sehingga mampu mengurangi konsumsi beton hingga 40 persen tanpa mengorbankan daya tahan struktur,” jelas Zuhdan dalam keterangan Selasa di Jakarta. Desain khusus BRINlock memungkinkan pemasangan yang lebih cepat dan sederhana di lapangan, menjadikannya pilihan yang lebih ekonomis dibandingkan metode tradisional.

“BRINlock dikembangkan sebagai unit lapis lindung single layer dengan penempatan teratur, sehingga mampu meningkatkan stabilitas hidrolik sekaligus mengurangi penggunaan beton,” kata Zuhdan.

Keunggulan BRINlock tidak hanya terletak pada penghematan bahan, tetapi juga pada kemampuannya menahan tekanan gelombang laut yang lebih ekstrem. Zuhdan menekankan bahwa teknologi ini dirancang untuk merespons perubahan iklim yang mempercepat erosi pantai dan peningkatan intensitas badai. “Dengan struktur yang interlocking, BRINlock menciptakan ikatan kuat antar komponen, sehingga lebih tahan terhadap gaya gelombang dan getaran air,” tambahnya.

Tahapan Pengembangan dan Hasil Uji Kinerja

Pengembangan BRINlock melibatkan beberapa tahapan kritis, mulai dari pemodelan komputer hingga produksi benda uji fisik. Zuhdan menjelaskan bahwa BRIN telah melakukan analisis menggunakan software ANSYS untuk memastikan desain optimal sebelum memulai produksi. “Model komputer memungkinkan kita menguji performa BRINlock dalam berbagai kondisi, seperti gelombang dengan kecepatan tinggi dan tekanan air laut yang berubah,” katanya.

Setelah melalui tahap desain, BRIN membuat model CNC untuk memastikan presisi dalam produksi. Selanjutnya, tim melakukan uji coba ratusan benda uji di laboratorium dan lapangan. Hasil uji stabilitas menunjukkan bahwa BRINlock mencapai nilai koefisien stabilitas (Kd) hingga 20,54, yang lebih baik dibandingkan desain sebelumnya. “Dengan faktor keamanan yang diperhitungkan, nilai stabilitasnya tetap berada pada level tinggi yaitu direduksi menjadi 13, sehingga desainnya lebih aman,” ujarnya.

Potensi Penerapan dan Langkah Selanjutnya

Zuhdan menyoroti bahwa BRINlock memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam berbagai proyek pesisir. Teknologi ini tidak hanya membantu mengurangi biaya konstruksi, tetapi juga lebih ramah lingkungan karena mengurangi emisi karbon dari penggunaan beton. “BRINlock bisa menjadi bagian dari solusi pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, terutama di daerah rawan erosi,” katanya.

Melihat hasil positif dari uji kinerja, BRIN telah menyusun dokumen paten untuk BRINlock. Naskah paten ini telah melalui tahap awal di Direktorat Manajemen Kekayaan Intelektual (DMKI) BRIN pada September 2024 dan sedang dalam proses finalisasi untuk mendapatkan status Granted Patent dari Direktorat Paten Kementerian Hukum dan HAM (KemenkumHAM) RI. “Dokumen paten ini akan melindungi hak cipta BRINlock dan mendukung penerapannya secara luas di Indonesia,” jelas Zuhdan.

Teknologi BRINlock diharapkan bisa menjadi bagian dari upaya nasional untuk menghadapi ancaman perubahan iklim. Dengan kapasitas penyerapan gelombang yang lebih baik, BRINlock bisa mengurangi kerusakan pada bangunan pantai dan pelabuhan, sekaligus memperpanjang usia tahan konstruksi. Zuhdan menyebutkan bahwa penerapan BRINlock di masa depan akan mendukung pengembangan wilayah pesisir yang lebih tangguh, khususnya di daerah dengan akses transportasi laut yang penting.

Menurut Zuhdan, BRINlock tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Penggunaan bahan sintetis yang lebih ringan dan tahan lama dapat mengurangi kebutuhan ekstraksi batu alam, yang seringkali merusak ekosistem pantai. “Dengan mengganti bahan konvensional, BRINlock membantu menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi pembangunan,” katanya.

Di samping itu, BRINlock memiliki keunggulan dalam proses perakitan. Unit lapisan pelindung ini dapat dipasang dengan metode yang lebih sederhana dibandingkan desain tradisional, yang seringkali membutuhkan waktu dan biaya lebih tinggi. Zuhdan menjelaskan bahwa BRINlock bisa disesuaikan dengan kondisi geografis berbeda, baik di daerah dengan gelombang lemah maupun ekstrem. “Dengan fleksibilitas desain, BRINlock bisa digunakan di berbagai lokasi tanpa mengorbankan kualitas struktur,” tegasnya.

Dalam perspektif ekonomi, BRINlock dianggap sebagai inovasi yang menguntungkan karena memperkecil volume material yang digunakan. Penghematan ini tidak hanya mengurangi biaya proyek, tetapi juga mempercepat proses konstruksi. “Dengan penggunaan bahan yang lebih hemat, BRINlock bisa membantu mempercepat penyelesaian proyek pesisir, terutama di daerah yang memiliki anggaran terbatas,” kata Zuhdan.

Kelengkapan teknologi BRINlock juga mencakup kemampuan menyerap energi gelombang secara optimal. Uji coba yang dilakukan menunjukkan bahwa BRINlock dapat menahan tekanan dari gelombang hingga tinggi 5 meter, yang lebih baik dibandingkan metode konvensional. “Kinerja ini sangat penting karena gelombang tinggi bisa menyebabkan kerusakan serius pada bangunan pantai,” ujarnya.

Zuhdan optimis bahwa BRINlock akan menjadi bagian dari solusi infrastruktur pesisir yang inovatif. Teknologi ini berpotensi digunakan dalam proyek-proyek besar seperti pembangunan pelabuhan, terminal penumpang, serta penangkal erosi pantai. “Dengan pengembangan yang terus dilakukan, BRINlock bisa menjadi standar baru dalam pembangunan infrastruktur laut di Indonesia,” pungkasnya.