Tim SAR cari mahasiswa ITB hilang di Gunung Puntang Bandung

Kota Bandung: Tim SAR Lakukan Operasi Pencarian Mahasiswa ITB yang Hilang di Gunung Puntang

Tim SAR cari mahasiswa ITB hilang – Kota Bandung menjadi sorotan setelah tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan dimobilisasi untuk mencari seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Arief Wibisono, yang dilaporkan tidak dapat dikontak saat melakukan pendakian di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (9/10). Arief, yang berusia 25 tahun, hilang kontak sejak meninggalkan jalur pendakian pasca mencapai puncak Mega. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan bahwa tim SAR langsung bergerak setelah menerima laporan tentang kehilangan pendaki tersebut.

Latar Belakang dan Kondisi Pendaki

Dalam konferensi pers di Bandung, Minggu, Ade menjelaskan bahwa kehilangan Arief terjadi saat ia memutuskan untuk berjalan lebih dulu dari dua rekan pendakinya. Rombongan tersebut berangkat dari Pasir Kuda, Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari, sekitar pukul 07.45 WIB. Tujuan mereka adalah mencapai puncak Gunung Puntang yang merupakan destinasi populer bagi para pendaki lokal. Setelah tiba di Puncak Mega pada pukul 12.00 WIB, mereka menghabiskan waktu istirahat sekitar satu jam sebelum memulai perjalanan turun ke basecamp. Namun, dalam perjalanan turun, Arief diberitakan memisahkan diri dari kedua rekan pendakinya.

“Tim rescue Kantor SAR Bandung diberangkatkan untuk melaksanakan asesmen dan pencarian bersama unsur SAR gabungan yang telah berada di lokasi,” kata Ade di Bandung, Minggu.

Menurut Ade, saat kedua rekan pendaki tiba di basecamp sekitar pukul 16.00 WIB, Arief belum kembali. Tim SAR sebelumnya telah melakukan upaya mandiri, termasuk bekerja sama dengan ranger basecamp, sejak Sabtu sore. Namun, hingga pukul 22.00 WIB, korban masih belum ditemukan. Ade menegaskan bahwa kondisi cuaca saat itu berawan, yang memperumit proses pencarian di area yang terjal dan curam.

Operasi SAR yang Terpadu

Mendapat laporan kehilangan Arief, Kantor SAR Bandung segera mengirimkan satu tim rescue untuk melakukan evaluasi dan pencarian lebih lanjut. Operasi ini melibatkan kerja sama dengan Brimob (Batalyon Kavaleri Mobile) dan Tim Ranger Pasir Kuda, dengan dukungan peralatan khusus seperti alat mountaineering, komunikasi radio, perlengkapan medis, serta kendaraan rescue. Ade mengatakan bahwa alat-alat tersebut sangat penting karena jalur pendakian Gunung Puntang dikenal dengan medan yang berbatu dan curam, serta rentan terjadi perubahan cuaca tiba-tiba.

“Hingga saat ini proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan,” katanya.

Gunung Puntang, yang terletak sekitar 50 kilometer dari pusat Kota Bandung, dikenal sebagai destinasi pendakian yang menantang. Ketinggian puncaknya mencapai 1.338 meter di atas permukaan laut, dengan jalur yang terdiri dari lereng curam, lembah yang lebar, serta jalur yang sempit di bagian atas. Dalam beberapa tahun terakhir, Gunung Puntang sering menjadi lokasi kejadian hilangnya pendaki, terutama saat musim hujan yang memperparah kondisi medan dan visibilitas.

Sebagai langkah preventif, Pemerintah Kabupaten Bandung telah memperkuat pengawasan di area pendakian. Namun, kejadian ini menunjukkan bahwa bahaya yang mengancam pendaki masih relevan, terlepas dari upaya pencegahan. Arief, yang merupakan mahasiswa jurusan Teknik Sipil ITB, diberitakan memiliki pengalaman pendakian yang cukup baik. Namun, keterbatasan kondisi fisik atau faktor cuaca bisa menjadi penyebab kehilangan kontaknya.

Tahapan Pencarian dan Tantangan yang Dihadapi

Pencarian Arief dimulai pada Sabtu (9/10) setelah dua rekannya tidak dapat menemukannya di basecamp. Tim SAR yang dikerahkan harus melalui jalur yang sama yang ditempuh Arief, yaitu via Pasir Kuda. Meski telah berjalan sejak sore hari, kondisi alam yang berawan dan rintik hujan membuat tim kesulitan memperjelas jalur yang dilewati korban. Ade menyebut bahwa kondisi medan serta perubahan cuaca menjadi tantangan utama dalam upaya penyelamatan.

Berbagai peralatan modern seperti drone, alat deteksi suara, dan GPS diterapkan untuk mempercepat proses pencarian. Selain itu, tim SAR juga melakukan pengumpulan informasi dari pendaki lain yang berada di sekitar area tersebut. Namun, hingga saat ini, belum ada petunjuk yang jelas tentang arah perjalanan Arief setelah meninggalkan kedua rekan pendakinya. Ade menjelaskan bahwa rombongan yang berangkat pada pukul 07.45 WIB terdiri dari tiga orang, dan selama pendakian mereka mengikuti jalur yang telah ditentukan.

“Pencarian mandiri bersama ranger basecamp sempat dilakukan pada Sabtu dan hingga pukul 22.00 WIB, namun korban belum ditemukan,” katanya.

Menurut Ade, kesadaran pendaki tentang risiko dan persiapan yang memadai menjadi faktor kritis dalam keselamatan selama pendakian. “Kita berharap Arief masih dalam kondisi baik, meski kita belum tahu pasti di mana dia berada saat ini,” tambahnya. Operasi SAR yang sedang berlangsung diharapkan dapat memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai nasib Arief. Selain itu, Pemerintah Kota Bandung telah meminta bantuan dari warga sekitar dan organisasi lokal untuk mengungkapkan apakah ada saksi mata atau penemuan berupa jejak yang bisa membantu menemukan korban.

Penyebab Kehilangan Kontak dan Upaya Meningkatkan Keselamatan

Dalam wawancara terpisah, Ade juga menyoroti pentingnya pendidikan keselamatan untuk para pendaki. Ia menekankan bahwa kejadian seperti ini bisa dicegah jika pendaki memiliki pengetahuan tentang penggunaan alat pemandu, pengaturan waktu pendakian, dan pengenalan kondisi lingkungan sekitar. “Kami juga memperketat pemeriksaan alat komunikasi yang digunakan oleh pendaki, karena kehilangan kontak bisa terjadi karena gangguan sinyal atau kesalahan penggunaan alat,” kata Ade.

Gunung Puntang, selain menjadi tempat pendakian, juga memiliki nilai ekologis yang tinggi. Oleh karena itu, tim SAR dan pihak setempat terus berupaya memastikan bahwa pendaki tidak hanya dijaga dari bahaya kehilangan, tetapi juga dari dampak lingkungan. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah setempat mengadakan program pengawasan dan pemberdayaan masyarakat sekitar untuk mendukung aktivitas pendakian.

Arief Wibisono adalah seorang mahasiswa yang tercatat aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler ITB, terutama dalam bidang lingkungan dan teknologi. Ia memiliki minat besar terhadap eksplorasi alam dan sering mengikuti berbagai pendakian di berbagai gunung di Jawa Barat. Kesadaran akan keindahan alam serta risiko yang menyertainya membuatnya memutuskan untuk mendaki Gunung Puntang pada hari tersebut.

Sementara itu, tim SAR terus memperluas upaya pencarian. Mereka telah membagi area yang direncanakan menjadi beberapa zona, dan masing-masing zona diperiksa secara terpisah. Ade juga mengimbau kepada pendaki lain untuk selalu memperhatikan keadaan cuaca sebelum memulai perjalanan. “Kita menunggu perubahan kondisi untuk mempercepat proses pencarian,” ujarnya.

Operasi SAR yang sedang berlangsung ini diharapkan memberikan penjelasan mengenai keberadaan Arief. Meski belum ada kepastian, pihak berwenang tetap yakin bahwa korban masih bisa ditemukan, terutama dengan dukungan teknologi dan kerja sama dari berbagai pih