Dishub Jaksel tertibkan puluhan motor parkir liar di Setiabudi
Dishub Jaksel Tertibkan Puluhan Motor Parkir Liar di Setiabudi
Dishub Jaksel tertibkan puluhan motor parkir – Jakarta Selatan kembali menjadi sorotan setelah Suku Dinas Perhubungan (Dishub) setempat melakukan pembersihan ratusan kendaraan bermotor yang melanggar aturan parkir. Operasi ini terjadi di sekitar Gedung Nyi Ageng Serang, tepatnya di Jalan Epicentrum Selatan, Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi. Dalam aksi penertiban tersebut, petugas berhasil menyita 24 sepeda motor yang ditempatkan secara sembarangan di area tersebut. Tindakan ini dilakukan sebagai respons atas keluhan warga yang sebelumnya dikumpulkan beberapa waktu lalu, menurut Pengendali Operasional Dishub Jaksel, Ebenezer Lumban Tobing.
Penertiban Diatur dengan Kepastian
Menurut Ebenezer, pihaknya melakukan langkah tegas untuk memastikan kebersihan dan ketertiban lalu lintas di kawasan strategis tersebut. Ia menjelaskan bahwa selain menerima laporan dari masyarakat, petugas juga melakukan pemeriksaan langsung di lapangan untuk memastikan adanya pelanggaran parkir yang merugikan. “Kita tidak hanya menyita kendaraan, tetapi juga memastikan bahwa pelaku tidak akan mengulangi kesalahan mereka,” ujarnya. Operasi kali ini melibatkan sekitar 30 personel gabungan dari berbagai unit seperti Satpol PP, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.
“Penertiban ini merupakan tindak lanjut atas aduan masyarakat yang diterima beberapa waktu lalu,” kata Ebenezer Lumban Tobing di Jakarta, Selasa.
Dalam prosesnya, petugas melakukan pemeriksaan intensif di sekitar gedung yang menjadi pusat kegiatan masyarakat dan bisnis. Ebenezer menyebutkan bahwa jumlah kendaraan yang ditertibkan mencapai 24 unit, dengan 16 di antaranya diangkut menggunakan truk ke tempat penyimpanan sementara. Sementara 8 motor lainnya dikenai sanksi berupa pencabutan pentil ban sebagai bentuk peringatan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelaku parkir liar, karena keberadaan kendaraan di tempat yang tidak semestinya seringkali menyebabkan keterlambatan arus lalu lintas dan kekacauan di jalan.
Pelaku Parkir Liar Diberi Teguran Keras
Sebagai bagian dari upaya ini, petugas juga memberikan teguran keras kepada juru parkir (jukir) yang terlibat dalam memperparah situasi. Ebenezer menegaskan bahwa jukir liar tidak hanya mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan dan kemacetan. “Kita sudah memastikan bahwa mereka tidak akan mengulangi tindakan yang sama,” tambahnya. Penertiban ini tidak hanya fokus pada pengambilan kendaraan, tetapi juga memberikan edukasi dan sanksi terhadap pelaku, baik pengendara maupun jukir yang terlibat.
Kawasan sekitar Gedung Nyi Ageng Serang menjadi salah satu titik rawan karena seringkali dijadikan tempat parkir oleh masyarakat. Meski fasilitas parkir di dalam gedung dan area GOR Soemantri Brodjonegoro telah disediakan, masih banyak orang yang memilih bermotor parkir di jalanan umum karena kepraktisan. Ebenezer mengatakan bahwa petugas sudah menyiapkan rencana jangka panjang untuk memastikan kawasan tersebut tetap terjaga dari tindakan semacam ini. “Kita terus memantau dan mengambil tindakan jika diperlukan,” jelasnya.
“Langkah tegas ini dapat memberikan efek jera bagi para pelanggar agar tidak kembali melakukan parkir liar,” ucapnya.
Keterlibatan TNI dan Polri dalam operasi ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi masalah parkir liar yang telah lama mengganggu kenyamanan warga. Sebelumnya, Dishub Jaksel sering kali melakukan penertiban secara rutin di beberapa titik, tetapi kali ini menargetkan area yang paling padat dan rawan. Ebenezer menyebutkan bahwa operasi diikuti oleh pihak terkait untuk memastikan tidak ada penolakan dari pengendara atau pengelola tempat.
Dalam upaya mengurangi penumpukan kendaraan di luar gedung, petugas juga melakukan koordinasi dengan pengelola kawasan. Mereka memberikan petunjuk jelas tentang tempat parkir yang diperbolehkan, serta mengingatkan pengendara untuk mengikuti aturan yang berlaku. “Kita berharap dengan tindakan ini, masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga ketertiban di jalanan,” terang Ebenezer. Ia juga menekankan bahwa parkir liar tidak hanya merugikan pengendara lain, tetapi juga memperburuk kondisi lingkungan dan membuat kota terlihat kacau.
Warga Apresiasi Tindakan Dishub
Respon positif juga datang dari sejumlah warga yang mengapresiasi keberhasilan Dishub dalam menertibkan kawasan. Salah satu warga, Daud (39), menyatakan bahwa tindakan tersebut sangat tepat dan wajib dilakukan. “Fasilitas parkir di dalam gedung sebenarnya sudah memadai, tetapi masih banyak orang yang memilih parkir di luar karena memandang lebih mudah,” ujarnya. Menurut Daud, biaya parkir di dalam gedung lebih terjangkau dibandingkan area di luar, dan memang lebih aman karena terhindar dari risiko kemacetan.
“Mungkin mereka menganggap lebih praktis, padahal parkir di dalam lebih aman dan biayanya juga terjangkau,” ucap Daud.
Daud menambahkan bahwa keberadaan parkir liar di sekitar Gedung Nyi Ageng Serang seringkali menyebabkan kesan tidak rapi, terutama pada pagi hari saat arus lalu lintas mulai meningkat. Ia berharap tindakan tegas ini bisa terus dilakukan secara rutin agar kawasan tersebut tetap terlihat bersih dan terorganisir. “Ini adalah langkah penting untuk menjaga kenyamanan warga dan memastikan kota tetap indah,” katanya.
Dishub Jaksel juga berencana untuk memperluas penertiban ke kawasan lain yang serupa, terutama di jalur utama dan area-area dengan kepadatan kendaraan tinggi. Ebenezer menekankan bahwa keberhasilan penertiban di Setiabudi menjadi contoh bagus bagi operasi serupa di daerah lain. “Kita ingin menciptakan pola ketertiban yang berkelanjutan,” kata dia. Ia berharap masyarakat lebih proaktif dalam menjaga lingkungan sekitar dan mengikuti aturan parkir yang berlaku.
Langkah Ini Berdampak pada Perbaikan Infrastruktur
Selain menertibkan parkir, Dishub Jaksel juga berupaya mengoptimalkan penggunaan fasilitas yang sudah ada. Pihaknya menyebutkan bahwa beberapa titik parkir di dalam gedung dan di sekitar kawasan telah diperbaiki agar lebih efisien dan nyaman. “Kita juga memberikan saran kepada pengelola untuk memperluas area parkir jika dibutuhkan,” kata Ebenezer. Ia menambahkan bahwa adanya penertiban ini diharapkan bisa memicu perubahan pola parkir warga dan mengurangi ketergantungan pada
