Calon haji sakit saat transit di Kualanamu dipulangkan ke Solo

Calon Haji Sakit Saat Transit di Kualanamu Dipulangkan ke Solo

Transit Terpaksa, Kembali ke Embarkasi Asal

Calon haji sakit saat transit di Kualanamu – Medan, 22 April 2023 – Seorang calon haji dari Jawa Tengah harus dipulangkan ke Embarkasi Solo setelah mengalami gangguan kesehatan selama transit di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang. Hal ini dijelaskan oleh Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, Murnisyah Nasution, dalam sebuah pernyataan resmi. Menurutnya, calon haji tersebut telah dinyatakan layak terbang oleh tim medis setelah menjalani perawatan intensif.

“Kami telah menerima surat keterangan layak terbang dari RSUD Amri Tambunan Lubuk Pakam, sehingga yang bersangkutan sudah diterbangkan kembali ke Embarkasi Solo pada hari yang sama,” ujar Murnisyah.

Calon haji yang dipulangkan adalah Muritno (73), warga Desa Sutapranan, Kecamatan Dukuh Turi, Kabupaten Tegal. Ia ditemani oleh calon haji lainnya, Cheriyah (80), dari embarkasi yang sama, Desa Bojong, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Kejadian ini terjadi saat Muritno sedang melakukan perjalanan transit dari Medan menuju Mekkah.

Perawatan Intensif di RSUD Deli Serdang

Muritno diturunkan dari pesawat Garuda Indonesia saat pendaratan teknis di Bandara Kualanamu. Menurut Murnisyah, hal ini dilakukan karena kondisi kesehatannya memburuk. Sebelumnya, calon haji tersebut telah menjalani perawatan di RSUD Amri Tambunan, Deli Serdang, sejak Rabu (22/4) lalu.

“Setelah dinyatakan layak terbang, pada hari yang sama langsung diterbangkan kembali ke Embarkasi Solo. Alhamdulillah, kondisi beliau sudah membaik,” tambahnya.

Proses pemberangkatan calon haji yang sakit ini mengikuti protokol kesehatan yang ketat. PPIH Embarkasi Medan mengungkapkan bahwa keputusan untuk mengembalikan Muritno ke Solo tidak diambil secara gegabah. Tim medis melakukan evaluasi medis menyeluruh sebelum memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Kepala bidang tersebut juga menegaskan bahwa keadaan Muritno kini telah stabil setelah dipulangkan.

Kloter 3 Embarkasi Solo Berangkat ke Tanah Suci

Dalam rangkaian pemberangkatan, tercatat sebanyak 360 calon haji yang tergabung dalam Kloter 3 Embarkasi Solo menuju Mekkah. Mereka diberangkatkan dari Bandara Adi Soemarmo, Kabupaten Tegal, pada Rabu (22/4) pukul 15.00 WIB. Namun, ada satu calon haji yang harus kembali ke embarkasi asalnya karena alasan kesehatan.

“Kembali ke Embarkasi Solo, tidak langsung ke Madinah. Menggunakan pesawat Garuda ketika mengisi avtur di Bandara Kualanamu sebelum tiba di Bandara Adi Soemarmo,” ucap Murnisyah.

Kloter 3 tersebut dibagi menjadi dua penerbangan. Sebagian besar calon haji diterbangkan langsung ke Arab Saudi, sementara satu orang, yaitu Muritno, dipulangkan setelah mengalami komplikasi sehat. Proses transit di Bandara Kualanamu menjadi bagian penting dalam perjalanan haji, terutama bagi calon yang berasal dari daerah lain.

Pengaturan Kembali Perjalanan Pasca-Pulangan

PPIH Embarkasi Medan mengambil langkah cepat untuk memastikan semua persyaratan terpenuhi sebelum Muritno kembali ke Solo. Setelah dinyatakan siap, pesawat Garuda Indonesia langsung mengangkutnya ke kota asalnya. Kondisi kesehatan calon haji tersebut sebelumnya mengalami penurunan tajam selama transit di Medan.

Muritno tercatat sebagai salah satu calon haji yang memerlukan perawatan khusus. Kepala bidang Murnisyah Nasution menjelaskan bahwa keputusan untuk memulangkan calon haji tersebut didasari oleh rekomendasi tim medis. PPIH juga melakukan koordinasi dengan Embarkasi Solo untuk memastikan bahwa seluruh dokumentasi kesehatan terpenuhi sebelum perjalanan dilanjutkan.

Persiapan Kloter 3 untuk Berangkat

Sebelum meninggalkan Medan, Kloter 3 mengalami beberapa persiapan khusus. Pesawat Garuda Indonesia melakukan pendaratan teknis di Bandara Kualanamu untuk mengisi bahan bakar. Ini menjadi titik transit penting bagi calon haji yang berangkat melalui jalur ini. Selama proses pendaratan, pihak PPIH memantau kondisi kesehatan seluruh calon haji secara real-time.

Dalam perjalanan ini, beberapa calon haji mengalami gangguan ringan, tetapi hanya Muritno yang memerlukan perawatan intensif. Murnisyah menambahkan bahwa para calon haji lainnya tetap dalam kondisi sehat dan siap berangkat. “Semua calon haji yang berangkat melalui Kualanamu telah melalui screening kesehatan yang ketat sebelum diberangkatkan,” katanya.

Proses Seleksi dan Evaluasi Kesehatan

PPIH Embarkasi Medan menjelaskan bahwa seleksi kesehatan calon haji dilakukan secara berkala. Setiap calon haji diwajibkan menjalani pemeriksaan medis sebelum melakukan penerbangan. Proses ini bertujuan untuk meminimalkan risiko kejadian tidak terduga selama perjalanan ke Tanah Suci. Selain itu, pihak penyelenggara juga memantau kondisi kesehatan selama penerbangan untuk memastikan keamanan para calon haji.

Muritno, yang berusia 73 tahun, diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. Kondisinya memburuk saat transit di Bandara Kualanamu, sehingga diperlukan perawatan segera. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan di RSUD Amri Tambunan, tim medis menyatakan bahwa ia telah pulih dan siap kembali ke embarkasi asalnya. Kloter 3 yang kembali ke Solo akan melanjutkan perjalanan mereka ke Mekkah sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Signifikansi Transit di Kualanamu

Bandara Internasional Kualanamu berperan penting sebagai pusat transit calon haji dari berbagai daerah. Banyak calon haji yang mengambil jalur ini karena lokasinya yang strategis. Namun, kondisi kesehatan yang tidak terduga bisa mengubah rencana pemberangkatan. Murnisyah menegaskan bahwa PPIH selalu siap menghadapi berbagai situasi, baik itu kejadian normal maupun tak terduga.

Dalam kasus Muritno, keputusan untuk memulangkan calon h