Official Announcement: Alasan TPNPB Tembak Pilot Asal Amerika Serikat
Alasan TPNPB Tembak Pilot Asal Amerika Serikat Official Announcement - Kamis, 2 Juli 2026, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka

Alasan TPNPB Tembak Pilot Asal Amerika Serikat
Tempatdonasi.com – Kamis, 2 Juli 2026, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengungkapkan alasan di balik insiden penembakan dan pembakaran pesawat yang terjadi di Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Peristiwa tersebut memakan korban jiwa berupa pilot asal Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, yang tewas akibat serangan milisi TPNPB Kodap XVI Yahukimo.
Konflik yang Berlangsung Selama 64 Tahun
Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengklaim bahwa serangan terhadap pilot Nicholas F. Goselin merupakan upaya untuk menegaskan ketegangan politik yang berlangsung antara pemerintah Indonesia dan orang-orang Papua sejak 64 tahun lalu. Menurutnya, konflik ini tidak hanya berupa perdebatan ideologis, tetapi juga melibatkan pelanggaran hukum internasional oleh PBB, Amerika Serikat, dan Belanda.
“Yang sampai saat ini masih menjadi konflik antara Pemerintah Indonesia dan TPNPB sudah berlangsung selama 64 tahun,” kata Sebby dalam keterangan resmi yang diterbitkan pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Ia menuding bahwa pihak pemerintah Indonesia dan negara-negara penjajah seperti Amerika Serikat serta Belanda melakukan kesepakatan sepihak dalam pengelolaan sumber daya alam, khususnya operasi penambangan emas yang dilakukan oleh PT Freeport McMoRan. Kesepakatan tersebut, menurut Sebby, tidak melibatkan seluruh masyarakat Papua, meskipun penambangan emas telah ditolak secara luas oleh warga setempat.
Pelanggaran Hukum Internasional
Sebby menyebutkan bahwa tindakan penembakan pilot Nicholas F. Goselin merupakan bentuk protes terhadap pelanggaran Pasal 73e dalam Resolusi PBB No. 1541, serta Perjanjian New York 15 Agustus 1962 dan Roma Agreement 30 September 1962. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa perundingan politik antara Indonesia dan orang-orang Papua belum mencakup semua pihak, sehingga TPNPB menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk penindasan.
“Penembakan pilot Nicholas F. Goselin sebagai peringatan terhadap PBB, Amerika Serikat, dan Belanda untuk segera menyelesaikan konflik di tanah Papua,” ujarnya.
TPNPB juga meminta organisasi-organisasi internasional seperti PBB untuk segera menangani akar masalah politik yang mendasar di Papua. Jika tidak ada respons serius, menurut Sebby, aksi penembakan dan pembakaran pesawat tidak akan berhenti. Ia menegaskan bahwa insiden ini adalah tindakan ultimatum agar maskapai penerbangan Indonesia tidak lagi melakukan penerbangan di wilayah Papua.
Operasi TNI untuk Mengamankan Lapangan Terbang
Setelah kejadian penembakan, Prajurit TNI dari Komando Operasi Habema (Koops Habema) melakukan operasi khusus untuk menguasai Lapangan Terbang Ipdeheik di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo. Tempat tersebut menjadi lokasi utama dari aksi serangan milisi TPNPB, yang juga menyebabkan pesawat perintis milik PT AMA terbakar.
“Operasi dilakukan untuk menguasai dan mengamankan lapangan terbang sebagai titik masuk bantuan, sekaligus melaksanakan SAR taktis dan evakuasi korban,” jelas Kepala Penerangan Koops Habema, Letnan Kolonel Wirya Arthadiguna, pada Jumat, 3 Juli 2026.
Wirya menambahkan bahwa tindakan ini bertujuan mengamankan jalur penerbangan yang digunakan untuk mendistribusikan logistik militer serta bantuan ke wilayah Papua. TNI juga berupaya menyelamatkan korban dari serangan terhadap pesawat yang menyebabkan kerusakan berat di lapangan terbang tersebut.
Upaya Melindungi Bangunan Cagar Budaya Tak Dibongkar
Dalam keterangannya, Sebby Sambom juga menyoroti kebijakan pemerintah Indonesia yang dianggapnya melanggar hak-hak orang Papua. Ia menyatakan bahwa upaya-upaya seperti eksploitasi sumber daya alam dan penambangan emas tidak dilakukan secara transparan, dengan mengabaikan suara dan kepentingan masyarakat setempat. Selain itu, ia meminta masyarakat Indonesia dan warga asing berhati-hati terhadap aktivitas penerbangan yang dikaitkan dengan operasi militer.
Konteks Penembakan yang Menjadi Sorotan
Menurut informasi yang dihimpun, Nicholas F. Goselin ditembak saat pesawatnya melintasi kawasan Distrik Sobaham pada Kamis, 3 Juli 2026. Pesawat yang dipiloti oleh pilot tersebut dieksekusi karena diduga membawa logistik pasukan TNI yang bertugas di Papua. TPNPB menegaskan bahwa tindakan penembakan tersebut adalah bentuk penegakan hukum terhadap kebijakan pemerintah yang mereka anggap sebagai penjajahan.
“Kami tembak sebagai ultimatum agar tidak ada lagi maskapai Indonesia yang terbang di tanah Papua,” terang Sebby dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 Juli 2026.
Insiden ini memicu respons cepat dari Koops Habema, yang mengirimkan pasukan untuk mengevakuasi korban dan menjamin keamanan wilayah penerbangan. Sementara itu, pihak TPNPB berupaya mempertahankan sikap tegas mereka, dengan menyatakan bahwa tindakan tersebut adalah bagian dari perjuangan merebut kemerdekaan Papua.
Perspektif Internasional dan Dampak Terhadap Masyarakat
Sebby menekankan bahwa peristiwa penembakan pilot Nicholas F. Goselin tidak hanya mengenai kejadian di lapangan terbang, tetapi juga memperlihatkan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah Indonesia dan negara-negara penjajah. Ia menambahkan bahwa pemerintah Indonesia belum memenuhi asas kemerdekaan dengan melibatkan seluruh masyarakat Papua dalam proses negosiasi.
Di sisi lain, TNI berupaya memperjelas tujuan operasi mereka. Koops Habema menyatakan bahwa upaya menguasai lapangan terbang adalah langkah strategis untuk melindungi akses bantuan ke wilayah Papua, sekaligus memastikan keselamatan warga yang terkena dampak konflik. Mereka menekankan bahwa operasi ini adalah bagian dari upaya memperkuat keberadaan kekuatan militer di daerah tersebut.
Selain itu, pihak TPNPB juga mengingatkan bahwa selama ini, kesepakatan seperti Perjanjian New York 1962 dan Roma Agreement 1962 belum memberikan hasil nyata bagi kemerdekaan Papua. Mereka menuntut adanya perubahan dalam hubungan internas
