Historic Moment: Cara Menemukan Sisi Baru Kota Melalui Perjalanan Singkat
Cara Menemukan Sisi Baru Kota Melalui Perjalanan Singkat Historic Moment - Di era modern, penggemar wisata kini lebih memilih destinasi lokal yang jaraknya

Cara Menemukan Sisi Baru Kota Melalui Perjalanan Singkat
Tempatdonasi.com – Di era modern, penggemar wisata kini lebih memilih destinasi lokal yang jaraknya dekat dan durasinya singkat. Mereka tidak lagi terbiasa melakukan perjalanan keluar kota yang memakan waktu berhari-hari. Berdasarkan Publikasi Statistik Wisatawan Nusantara 2025 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), tren ini semakin populer karena ketersediaan infrastruktur transportasi yang memudahkan akses ke berbagai tempat di wilayah perkotaan. Destinasi wisata yang sebelumnya dianggap jauh kini bisa dijangkau hanya dalam beberapa jam, bahkan lebih singkat lagi.
Untuk menghindari kebosanan dalam menjelajah area yang sama setiap kali, para traveler perlu memiliki strategi eksplorasi yang lebih kreatif. Pendiri SANA Kenal Kota, platform pengelolaan eksplorasi perkotaan, Abimantra Pradhana menekankan bahwa rasa penasaran adalah kunci utama. Ia menjelaskan, memulai perjalanan dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti “Mengapa tempat ini mendapat penilaian tinggi?” bisa memicu keinginan untuk mengeksplorasi lebih jauh. “Dari rasa ingin tahu kita bisa ingin lebih tahu lagi,” ujarnya selama sesi jumpa media dengan Gojek di Jakarta, Kamis 25 Juni 2026.
Eksplore dari Lokal ke Lokal
Mengikuti tur jalan kaki bersama komunitas menjadi pilihan populer bagi yang ingin mengeksplorasi wilayah baru. Banyak aktivitas urban kini tidak hanya fokus pada tempat wisata tetapi juga mengintegrasikan narasi sejarah atau budaya di baliknya. Misalnya, sesi tur yang mengajak peserta mengunjungi tempat-tempat bersejarah sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat. “Setelah rasa penasaran muncul, coba eksplorasi sendiri,” tambah Abimantra, yang juga penulis buku *Kenal Kota: Transisi Jakarta*.
Abimantra menyarankan untuk menggali informasi dari warga lokal agar mendapatkan pengalaman yang lebih mendalam. Saat mengeksplorasi kawasan Glodok, Jakarta Barat, ia mendapat cerita tentang asal-usul nama wilayah tersebut. Menurut narasi yang diceritakan warga, kawasan ini pernah memiliki kincir angin yang berbunyi “gelodok, gelodok, gelodok.” Meskipun status historisnya belum sepenuhnya terbukti, cerita itu dianggap masuk akal olehnya. “Cerita seperti ini tidak akan kita dapatkan kalau tidak berbicara langsung dengan warga setempat,” ujarnya dalam wawancara.
Manfaatkan Inisiatif Digital
Dalam era digital, kebutuhan untuk menemukan destinasi unik semakin didukung oleh platform online yang menghadirkan rekomendasi berdasarkan data terkini. Abimantra menyoroti fitur Jalan Jajan dari Gojek sebagai contoh inisiatif yang memudahkan traveler menemukan spot menarik di berbagai kota. Fitur ini mengkategorikan tempat wisata, kuliner, hingga aktivitas baru, sehingga pengguna bisa memilih berdasarkan minat.
Head of Marketing Gojek, Marsela Renata, mengatakan bahwa Jalan Jajan dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih personal. “Dari tempat wisata ikonik hingga kuliner tradisional, atau yang viral, semua bisa diakses melalui fitur ini,” ujarnya. Dengan bantuan teknologi, masyarakat tidak lagi terbatas pada destinasi yang sudah dikenal. Selain itu, fitur ini juga menggabungkan narasi lokal yang membuat perjalanan lebih bermakna.
Dalam beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, dan Yogyakarta, rekomendasi dari Jalan Jajan terbukti efektif dalam mengarahkan traveler ke lokasi yang sering terlewatkan. Misalnya, sebuah tempat makan kecil di sudut jalanan atau pasar tradisional yang memiliki kisah unik. Abimantra menjelaskan bahwa perjalanan singkat justru bisa menghasilkan kenangan lebih kuat karena kejutan yang tercipta dari interaksi langsung dengan lingkungan lokal.
Menurutnya, setiap kota memiliki “sisi rahasia” yang bisa terungkap melalui pendekatan yang berbeda. “Jangan hanya mengikuti jalur yang sudah biasa, cari hal baru yang bisa menginspirasi,” sarannya. Ia mencontohkan bahwa seorang traveler mungkin menemukan kegiatan seni, festival tradisional, atau tempat ibadah yang jarang dikunjungi. Dengan munculnya platform seperti SANA Kenal Kota, eksplore kota kini bisa dilakukan secara terstruktur tanpa mengorbankan fleksibilitas.
Kuliner sebagai Pintu Masuk
Mengunjungi tempat-tempat makan lokal juga bisa menjadi cara untuk memahami kehidupan sehari-hari masyarakat perkotaan. Saat mengeksplorasi area baru, para traveler disarankan untuk mencoba makanan yang tidak terdapat di tempat umum. “Kalau tidak makan seperti warga setempat, kita tidak akan merasakan suasana yang sebenarnya,” jelas Abimantra. Ia menjelaskan bahwa makanan tradisional sering kali menyimpan cerita sejarah atau budaya yang bisa menjadi pemicu pertanyaan lebih dalam.
Banyak destinasi wisata yang dianggap hebat tidak akan terasa lengkap tanpa interaksi dengan warga sekitar. Misalnya, saat mengunjungi pasar tradisional, berbicara dengan pedagang bisa mengungkapkan budaya dan kebiasaan masyarakat yang tidak terdapat di buku panduan wisata. “Eksplorasi jadi lebih menarik ketika kita tidak hanya melihat tapi juga merasakan,” tambahnya. Ia menekankan bahwa kejutan-kejutan kecil seperti aroma masakan, percakapan singkat, atau kesan pertama dari pengunjung setempat bisa memberikan pengalaman yang lebih mendalam.
Bangkitkan Rasa Penasaran
Menurut Abimantra, rasa penasaran adalah semangat utama dalam menemukan sisi baru kota. Ia mencontohkan bagaimana perjalanan singkat ke tempat yang dulu dianggap biasa bisa mengubah persepsi. “Kadang, sesuatu yang kecil bisa menyimpan kisah besar,” katanya. Ia menambahkan bahwa perjalanan seperti ini tidak hanya menghemat waktu tapi juga menggali makna di balik tempat-tempat yang sering dilewati.
Sebagai pengguna Jalan Jajan, Abimantra memperkenalkan fitur tersebut sebagai alat untuk memicu pertanyaan-pertanyaan baru. Misalnya, jika sebuah tempat mendapat rating tinggi, fitur ini bisa memandu traveler menggali alasan di balik penilaian tersebut. “Dari sana, kita bisa memulai perjalanan penjelajahan,” ujarnya. Ia menekankan bahwa fitur ini tidak hanya memberikan rekomendasi tetapi juga memberikan konteks yang memperkaya pengalaman.
Marsela Renata, dari Gojek, menyatakan bahwa Jalan Jajan dirancang untuk menjawab kebutuhan eksplorasi yang lebih personal. “Kita ingin traveler tidak hanya mengikuti rasa penasaran awal, tapi juga terus menerus merasa ingin tahu,” ujarnya. Dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan selera pengguna, fitur ini memungkinkan penjelajahan yang lebih spesifik dan bermakna. “Bukan sekadar ke tempat baru, tetapi juga memahami bagaimana warga hidup di sana,” imbuhnya.
Menurut Abimantra, kebiasaan mengeksplorasi kota
