Latest Program: PT Hoi Fu Paper bangun pabrik di KEK Kendal, investasi Rp1,12 triliun
PT Hoi Fu Paper Packaging Mulai Membangun Pabrik di KEK Kendal
Latest Program – Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kembali menjadi pusat perhatian dalam sektor investasi setelah perusahaan asing bernama PT Hoi Fu Paper Packaging memulai pembangunan pabrik kemasan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal. Investasi yang ditanamkan mencapai nilai sekitar Rp1,12 triliun, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian setempat. Selain itu, proyek ini diperkirakan akan menciptakan sekitar 1.000 posisi pekerjaan baru, dengan sebagian besar tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal.
Kebutuhan Pekerjaan Langsung dan Tidak Langsung
Menurut pernyataan dari Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, kehadiran industri ini diprediksi akan memperluas peluang kerja secara tidak langsung, terutama pada sektor pendukung seperti logistik dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Pertumbuhan lapangan kerja di KEK Kendal akan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat, terutama bagi warga sekitar,” imbuhnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, pada hari Minggu. Penyerapan tenaga kerja diharapkan dilakukan bertahap dalam tiga fase, yakni 300, 500, dan 200 orang pekerja.
“Kehadiran industri tersebut berpotensi mendorong pengembangan sektor pendukung, yang menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Susiwijono.
Kinerja KEK Kendal yang Semakin Menggeliat
Seiring masuknya investasi ini, KEK Kendal terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga triwulan pertama tahun 2026, kawasan tersebut telah menarik investasi kumulatif sebesar Rp101,93 triliun, dengan jumlah tenaga kerja yang dihasilkan mencapai 117.941 orang. Angka ini menunjukkan ketangkasan KEK Kendal dalam menyerap sumber daya ekonomi dari berbagai lapisan, termasuk perusahaan skala besar dan kecil.
Kinerja tersebut juga berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal, yang mencatatkan kenaikan sebesar 9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Selain itu, KEK Kendal berkontribusi 24,33 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah. “Ini menunjukkan bahwa kawasan ekonomi khusus menjadi katalisator utama dalam meningkatkan kinerja ekonomi lokal,” tambah Susiwijono.
Strategi Pemerintah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Susiwijono juga menyoroti arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerintah aktif mengawasi dan mengawal investasi, terutama dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. “Dengan arahan tersebut, kita bisa memastikan bahwa investasi yang masuk tidak hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga memperkuat basis pertumbuhan ekonomi nasional,” paparnya.
Pernyataan Susiwijono menyasar juga Indeks Ketangkasan Output (ICOR) Kabupaten Kendal, yang tercatat sebesar 3,92. Angka ini mencerminkan efisiensi investasi yang masuk, karena mampu menghasilkan output ekonomi optimal. “ICOR yang tinggi menunjukkan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan mampu berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi,” terangnya. Dengan capaian tersebut, KEK Kendal menjadi satu dari daerah-daerah yang paling cepat dalam menyerap investasi di Provinsi Jawa Tengah.
Rencana Ekspansi KEK Kendal dan Dukungan Pemerintah
Dalam kesempatan yang sama, Susiwijono menjelaskan rencana ekspansi KEK Kendal yang melibatkan tambahan area seluas 1.000 hektare. “Ekspansi ini dilakukan karena utilisasi lahan di KEK Kendal hampir mencapai 100 persen,” ujarnya. Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten akan terus berupaya memberikan insentif kepada pelaku usaha yang ingin berinvestasi di kawasan tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta kementerian dan lembaga di tingkat nasional. “Dukungan dari berbagai pihak diperlukan agar pengembangan KEK Kendal dapat berjalan optimal dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Susiwijono. Ini menjadi langkah strategis untuk menjaga konsistensi pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.
Peran KEK Kendal dalam Menopang Ekonomi Regional
Kehadiran PT Hoi Fu Paper Packaging juga diharapkan menjadi bagian dari upaya menguatkan posisi Kabupaten Kendal sebagai daerah penyangga ekonomi. Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, yang turut menghadiri acara groundbreaking pabrik tersebut, mengatakan bahwa KEK Kendal merupakan salah satu kawasan yang paling potensial di Jawa Tengah. “Kita memiliki visi jangka panjang untuk memperkuat ketergantungan ekonomi lokal melalui investasi yang bertahap dan berkelanjutan,” tuturnya.
Bupati Kendal menyoroti bahwa KEK Kendal telah menjadi magnet bagi banyak perusahaan, terutama yang ingin mengembangkan bisnisnya di Indonesia. “Kehadiran PT Hoi Fu Paper Packaging di sini akan memperluas akses pasar dan mendorong pertumbuhan sektor kemasan, yang merupakan bagian penting dari rantai pasok global,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan dukungan maksimal kepada industri-industri yang berada di kawasan tersebut.
Pertumbuhan yang Terus Mengalir
Pertumbuhan ekonomi yang terjadi di KEK Kendal tidak hanya didorong oleh satu perusahaan saja. Dengan keberhasilan menyerap investasi besar dan kecil, kawasan ini telah menjadi pusat aktivitas ekonomi yang dinamis. “Kami percaya bahwa KEK Kendal akan terus menjadi primadona bagi investasi berkelanjutan, terutama dalam menghadapi tantangan global,” kata Bupati Kendal. Hal ini sejalan dengan prioritas pemerintah untuk mendorong pembangunan berbasis keunggulan lokal dan sumber daya manusia yang dimiliki
