Historic Moment: Kemenbud perkuat pelestarian Borobudur lewat ritual pemindahan arca

Kemenbud Perkuat Pelestarian Borobudur Melalui Ritual Pemindahan Arca

Menteri Hadiri Upacara Pemindahan Arca di Borobudur

Historic Moment – Jakarta – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, turut hadir dalam acara Ageng Boyongan Mbah Bhelet atau yang lebih dikenal sebagai pemindahan Arca Buddha Tidak Selesai di lokasi Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kemenbud dalam memperkuat pengawetan kekayaan budaya, khususnya di kawasan situs sejarah yang terkenal sebagai warisan dunia. Dalam wawancara yang diterima di Jakarta, Minggu, Fadli mengungkapkan bahwa proses pemindahan arca merupakan langkah strategis untuk mengembangkan kebudayaan secara lebih intensif.

Sejarah dan Alasan Pemindahan Arca

Arca Buddha Tidak Selesai ini sebelumnya berada di dalam tanah di bawah stupa utama Candi Borobudur, lalu disimpan di Museum Karmawibhangga. Kini, arca tersebut dipindahkan ke Lapangan Kenari, yang berada di area utama candi tersebut, demi memudahkan akses bagi masyarakat, wisatawan, dan peziarah yang melakukan perjalanan religi atau budaya. “Tujuan utama dari pemindahan ini adalah untuk memperkuat nilai budaya dan spiritual yang diterapkan di lokasi baru,” jelas Fadli dalam pernyataannya.

Partisipasi Masyarakat Lokal dan Tokoh Agama

Pemindahan arca juga melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat Lembaga Adat Desa Borobudur, yang mengadakan pagelaran Wayang Ruwat di bawah bimbingan Ki Dalang Darmo Widjoyo. Selain itu, ritual tersebut diiringi oleh doa yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, sebagai bagian dari prosesi adat. Fadli menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya menghadirkan simbol spiritual, tetapi juga mewujudkan sebuah perjalanan kebudayaan yang bertujuan untuk mencapai keberkahan dan peningkatan kualitas budaya yang ada.

“Pemindahan arca ini telah dikonsultasikan dengan seniman, budayawan, tokoh masyarakat, serta para Bante dan Biksu. Harapan kami adalah bahwa penempatan di Lapangan Kenari akan memperkuat makna budaya dan spiritual bagi pengunjung,” ujar Fadli.

Arti Khusus Arca Buddha Tidak Selesai

Candi Borobudur tidak hanya menjadi simbol arsitektur dan seni budaya yang luar biasa, tetapi juga mengandung lapisan sejarah dan peradaban yang kaya. Arca Buddha Tidak Selesai sendiri memiliki makna yang unik karena pahatannya belum sempurna, sehingga menimbulkan ruang interpretasi ilmiah dan arkeologis. Aspek ini menjadi cerminan keunikan peradaban Indonesia yang masih terus berkembang dan dihormati.

Progres Pemindahan dan Target Waisak 2026

Fadli menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan semua fasilitas, termasuk pedestal dan penempatan arca, agar dapat selesai tepat waktu sebelum perayaan Tri Suci Waisak 2026. “Kita menginginkan bahwa arca bisa ditempatkan di area baru sebelum 31 Mei 2026,” tambahnya. Proses ini dilakukan dengan hati-hati, karena arca tersebut memiliki nilai historis dan spiritual yang tinggi, serta menjadi representasi dari kebudayaan Jawa yang terus dijaga.

Peran Kementerian Kebudayaan dalam Revitalisasi Budaya

Menurut Fadli, Kemenbud terus mendorong pengembangan ekosistem kebudayaan melalui berbagai inisiatif, seperti revitalisasi situs budaya, pengelolaan museum, percepatan daftar cagar budaya nasional, hingga penguatan industri kreatif budaya. “Kita menggabungkan antara perlindungan nilai sejarah dan pemanfaatan sumber daya budaya secara optimal,” kata dia. Pemindahan arca ini menjadi contoh nyata dari komitmen kementerian untuk menjaga keberlanjutan budaya Indonesia.

Nilai Budaya dan Masa Depan Borobudur

Sebagai salah satu warisan dunia, Borobudur memiliki peran penting dalam menarik minat wisatawan dari berbagai belahan dunia. Kehadiran arca Buddha Tidak Selesai di Lapangan Kenari diharapkan dapat memperkaya pengalaman kunjungan dan membangkitkan rasa bangga terhadap warisan budaya nasional. Fadli juga menyampaikan bahwa acara ini menggabungkan antara tradisi lokal dan modernisasi, sehingga menciptakan harmoni dalam pelestarian budaya.

Komitmen untuk Keberlanjutan Budaya

Kementerian Kebudayaan tidak hanya fokus pada pemindahan arca, tetapi juga pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian. “Kita berharap masyarakat bisa terlibat aktif dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya,” tutur Fadli. Ia menambahkan bahwa upaya ini dilakukan dengan melibatkan para pemangku kepentingan, mulai dari seniman hingga para peziarah, agar prosesnya berjalan sejalan dengan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat setempat.

Proses Pemindahan sebagai Simbol Spiritual

Menurut Fadli, pemindahan arca ini bukan hanya sekadar perpindahan fisik, tetapi juga memiliki makna simbolis. “Ini adalah perjalanan spiritual yang menjadikan arca sebagai pusat keberkahan dan kesatuan budaya,” jelasnya. Dengan adanya arca di lokasi baru, diharapkan masyarakat dapat merasakan lebih dalam lagi makna dari sejarah dan spiritualisme yang terkandung dalam Borobudur.

Dalam konteks yang lebih luas, Kemenbud menggambarkan Borobudur sebagai salah satu pusat budaya yang berperan dalam menghidupkan sejarah Indonesia. Pemindahan arca merupakan bagian dari strategi untuk menjaga keberlanjutan situs tersebut, sambil tetap menjaga harmoni antara modernisasi dan tradisi lokal. Fadli menegaskan bahwa ini adalah langkah awal dari lebih banyak inisiatif yang akan dilakukan, baik dalam bentuk kegiatan budaya maupun pengembangan industri budaya secara lebih luas.