BPBD Jaksel catat ketinggian banjir di Ciledug Raya capai 70 cm

BPBD Jaksel Catat Ketinggian Banjir di Ciledug Raya Capai 70 cm

BPBD Jaksel catat ketinggian banjir di Ciledug – Kota Jakarta – Pada hari Senin sore, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan mencatat tinggi air banjir di Jalan Ciledug Raya, Cipulir, Kebayoran Lama, mencapai 70 sentimeter (cm). Ketinggian muka air (TMA) tersebut tercatat hingga pukul 16.40 WIB, seperti dijelaskan oleh Kasatgas BPBD Jakarta Selatan Sukendar saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Banjir terjadi akibat hujan lokal dengan intensitas tinggi yang memicu pengendapan air di Jalan Ciledug Raya. Fenomena ini mengakibatkan akses jalan menjadi terhambat, mengganggu mobilitas warga sekitar. Untuk mengatasi keadaan tersebut, BPBD Jaksel bekerja sama dengan tim Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) serta Sumber Daya Air (SDA) lokal. “Waktu surut masih proses mengingat masih hujan,” ujar Sukendar, yang ditemui di Jakarta pada hari Senin.

“Tinggi muka air mencapai 70 sentimeter (cm) hingga pukul 16.40 WIB,” kata Sukendar.

Dalam upaya penanggulangan bencana, BPBD DKI Jakarta juga mengerahkan anggota untuk mengawasi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan tim Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan. Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah melakukan penyedotan genangan dan memastikan saluran air beroperasi optimal, sehingga mencegah potensi peningkatan ketinggian air.

BPBD DKI Jakarta memberi peringatan kepada warga untuk tetap waspada terhadap risiko banjir. Dalam situasi darurat, masyarakat dapat segera menghubungi layanan darurat 112, yang tersedia 24 jam secara gratis. Nomor ini menjadi jembatan komunikasi antara warga dan pihak berwenang dalam menghadapi peristiwa kebencanaan.

Sebagai langkah pencegahan, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan (Jaksel) melaksanakan pengerukan rutin di 10 titik rawan banjir setiap hari. Upaya ini bertujuan untuk mencegah genangan di musim kemarau dan periode peralihan musim. Pengerukan fokus pada aliran Kali Ciliwung dan Kali Pesanggrahan, sementara pembersihan saluran penghubung serta pengurasan manual di berbagai titik dilakukan secara berkala.

BPBD DKI Jakarta juga memberikan arahan kepada masyarakat agar mengambil langkah pencegahan, seperti menghindari area yang rentan banjir dan menyimpan perlengkapan darurat. Dalam keadaan darurat, penanggulangan bencana memastikan respons cepat melalui koordinasi tim yang terlibat. Layanan 112 diperkuat dengan kehadiran personel dari berbagai dinas untuk menangani kebutuhan warga.

Kondisi banjir di Jalan Ciledug Raya memicu kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dan sosial. Pasalnya, jalan utama ini sering menjadi jalur transportasi utama bagi pengunjung pasar dan warga sekitar. Banjir yang terjadi menyebabkan gangguan pada aktivitas sehari-hari, termasuk pengangkutan barang dan perjalanan sehari-hari. BPBD Jaksel mengimbau warga sekitar untuk menjaga kebersihan saluran drainase sekitar rumah dan mengikuti informasi terkini dari pihak berwenang.

Selain pengerukan, tim SDA Jaksel melakukan pemantauan terhadap aliran air di sejumlah titik. Aktivitas ini dilakukan untuk memastikan saluran tidak tergenang dan beroperasi secara maksimal. Jika diperlukan, pihak terkait siap melakukan tindakan darurat seperti pembukaan saluran tambahan atau penggunaan alat berat untuk mengeringkan genangan.

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan juga terlibat dalam upaya ini, dengan tugas utama memastikan keselamatan warga terutama di area rawan bahaya. Koordinasi antar dinas terus dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi jika terjadi kondisi yang mengancam.

Bencana alam seperti banjir tidak hanya memengaruhi ketersediaan air tetapi juga mengubah pola kehidupan warga. BPBD Jaksel mencatat bahwa sejumlah titik di kawasan tersebut membutuhkan perhatian khusus karena potensi kembalinya genangan setelah hujan berhenti. Langkah-langkah pencegahan yang dilakukan dinas terkait menjadi penting dalam mengurangi dampak yang mungkin terjadi.

Pengendapan air di Jalan Ciledug Raya menunjukkan pentingnya perencanaan kota yang memadai. BPBD DKI Jakarta terus meningkatkan kemampuan respons darurat dengan memperluas koordinasi dan penggunaan teknologi monitoring. Suku Dinas SDA Jaksel mengungkapkan bahwa pengerukan terus dilakukan, terutama di area yang sering mengalami penggenangan selama musim hujan.

Langkah pencegahan ini didukung oleh program pemerintah yang menargetkan perbaikan infrastruktur drainase. BPBD Jakarta Selatan berharap upaya tersebut mampu mengurangi risiko banjir di masa depan, terutama di wilayah yang rawan karena kemiringan tanah dan aliran air alami. Pemantauan rutin juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghadapi perubahan iklim dan fluktuasi musim.

Dengan ketinggian banjir mencapai 70 cm, warga di sekitar Jalan Ciledug Raya diberi informasi untuk memperhatikan kondisi cuaca. BPBD DKI Jakarta menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana, seperti mengambil langkah awal penanggulangan sebelum keadaan memburuk. Selain itu, pihak ber