Key Issue: Jamaah calon haji Kota Jambi masuk Asrama Haji mulai 5 Mei
Jamaah Calon Haji Kota Jambi Masuk Asrama Haji Mulai 5 Mei
Key Issue – Kota Jambi menjadi salah satu kota yang menyambut tahap persiapan penyelenggaraan ibadah haji. Pada 5 Mei 2026, Jamaah Calon Haji (JCH) Kota Jambi akan memasuki Asrama Haji sebagai bagian dari proses pengumpulan dan persiapan sebelum berangkat ke Tanah Suci melalui Embarkasi Batam. Pemantauan kesehatan dan pembekalan sebelum perjalanan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan haji tahun ini.
Kloter Jamaah Terbagi dalam Lima Kelompok
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Jambi, Muhammad Kholis, menjelaskan bahwa seluruh jamaah akan diberangkatkan secara bertahap dari Kantor Wali Kota Jambi ke Asrama Haji sesuai dengan pembagian lima kelompok terbang (kloter) yang telah ditetapkan. Proses ini bertujuan untuk memastikan kelancaran pendaftaran dan persiapan selama ibadah haji. “Kami telah mengatur pembagian kloter secara rinci agar semua jamaah dapat mengikuti jadwal yang telah disepakati,” terang Kholis, Senin.
“Seluruh jamaah akan diberangkatkan secara bertahap dari Kantor Wali Kota Jambi menuju Asrama Haji sesuai pembagian lima kelompok terbang (kloter) yang telah ditetapkan,” kata Kepala Kantor Kemenhaj Kota Jambi Muhammad Kholis.
Dalam penyelenggaraan ini, jamaah calon haji Kota Jambi dibagi menjadi lima kloter. Kloter 13 terdiri dari 436 orang, Kloter 20 sebanyak 228 orang, Kloter 22 sebanyak 105 orang, Kloter 23 sebanyak 63 orang, dan Kloter 24 sejumlah 6 orang. Total jamaah yang akan melakukan ibadah haji mencapai 838 orang. Distribusi jamaah terbanyak berasal dari Kecamatan Kota Baru dengan 217 orang, diikuti oleh Jambi Selatan (158 orang), Telanaipura (131 orang), Alam Barajo (72 orang), serta Jelutung (68 orang).
Logistik dan Penyediaan Layanan Kesehatan
Sejumlah kecamatan lainnya juga turut berkontribusi dalam jumlah jamaah yang akan berangkat. Antara lain, Kecamatan Jambi Timur menyumbang 56 orang, Danau Sipin 54 orang, Paal Merah 44 orang, Danau Teluk 22 orang, Pasar Jambi sembilan orang, dan Pelayangan tujuh orang. Kholis menegaskan bahwa distribusi ini telah dipertimbangkan secara matang untuk memastikan keterwakilan dari berbagai wilayah di Kota Jambi.
Sebagai upaya menjaga kesehatan jamaah, Pemerintah Kota Jambi memberangkatkan dokter khusus yang akan mendampingi selama perjalanan. Selain itu, jamaah juga diberikan pembimbing ibadah untuk memastikan kualitas pelayanan terhadap para peserta. “Kami mendistribusikan sedikit lauk sebagai pengingat kepada jamaah akan pentingnya pola makan karena kesehatan dan daya tahan tubuh sangat dipengaruhi oleh asupan makanan,” kata Wali Kota Jambi Maulana.
“Kami mendistribusikan sedikit lauk sebagai pengingat kepada jamaah akan pentingnya pola makan karena kesehatan dan daya tahan tubuh sangat dipengaruhi oleh asupan makanan,” katanya.
Maulana juga mengingatkan jamaah untuk tetap menjaga kesehatan fisik selama menjalani ibadah haji. “Jamaah harus makan teratur dan membawa obat-obatan pribadi sebagai persiapan menghadapi perjalanan yang memakan waktu cukup lama,” tambahnya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan jamaah calon haji. Kehadiran dokter dan pembimbing ibadah diharapkan mampu memberikan dukungan optimal dalam menghadapi berbagai tantangan yang mungkin terjadi di Tanah Suci.
Pelatihan dan Kekompakan Jamaah
Kholis menekankan bahwa jamaah calon haji Kota Jambi dikenal memiliki sikap tertib dan disiplin. “Karena itu, kami berharap mereka tetap menjaga nama baik daerah selama berada di Tanah Suci,” ujarnya. Selain itu, jamaah juga diminta untuk memperkuat kekompakan dengan aktif mengikuti bimbingan pendamping kloter. Proses ini bertujuan untuk menjaga harmoni dan solidaritas antar-jamaah, terutama dalam menghadapi kondisi yang berbeda di sana.
Kehadiran Asrama Haji dianggap sebagai titik awal pengelolaan jamaah calon haji sebelum berangkat. Tempat ini berfungsi sebagai pusat pembekalan, pengecekan kesehatan, serta tempat kumpul bagi jamaah sebelum diberangkatkan ke Embarkasi Batam. Proses pendaftaran dan pemeriksaan kesehatan dilakukan secara bertahap agar tidak terjadi penumpukan yang mengganggu alur penyelenggaraan haji. Kementerian Haji dan Umrah Kota Jambi bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan semua persiapan berjalan lancar.
Harapan untuk Kinerja yang Optimal
Menurut Kholis, selama perjalanan haji, jamaah Kota Jambi akan mewakili daerah mereka di Tanah Suci. “Seluruh jamaah harus tetap menjaga sikap tertib dan profesional karena tugas mereka juga mencerminkan citra Kota Jambi,” tambahnya. Pemimpin kloter akan berperan sebagai pengawas utama, memastikan setiap jamaah memenuhi aturan dan prosedur yang berlaku.
Pemantauan kesehatan menjadi aspek kritis dalam penyelenggaraan haji. Kemenhaj Kota Jambi telah menyediakan layanan medis yang terpadu untuk mendukung jamaah selama proses ibadah. Dokter dan tenaga kesehatan yang diterjunkan akan memantau kondisi fisik para jamaah secara teratur. Tidak hanya itu, jamaah juga diberikan edukasi tentang cara menjaga kebugaran tubuh sebelum dan selama perjalanan.
Perjalanan ke Tanah Suci tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik, tetapi juga mental. Dengan memasuki Asrama Haji, jamaah akan diberikan bimbingan teknis dan spiritual untuk mempersiapkan diri secara maksimal. Kholis berharap, para jama
